Good morning my early birds! 🌤 More garden pics to start your day
Three Goblin Art

Andulka

roma★

Origami Around
$LAYYYTER
macklin celebrini has autism
Peter Solarz
taylor price
Cosimo Galluzzi

shark vs the universe

No title available
Monterey Bay Aquarium
noise dept.

No title available
we're not kids anymore.
Show & Tell
tumblr dot com

izzy's playlists!
Sade Olutola
Cosmic Funnies

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United Arab Emirates

seen from Malaysia
seen from Egypt
seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@nawakrama
Good morning my early birds! 🌤 More garden pics to start your day
Dialog hari ini
Sambil menunggu giliran untuk berwudhu, Ibu tiba tiba datang dan bicara
: ibu mah setiap shubuh teh suka ada yg ngebangunin..
: siapa bu? (pikiran udh kemana mana, sampe ke hal gaib wkwk)
: nyamuk.. hehe.
17.11 WIB 27 July 2025
Memutuskan sesuatu yang udah aku lewatin segala prosesnya. Rasanya ko berat banget ya? Padahal aku yang mulai, aku yang nyamperin kesana, aku yang mengerahkan sendiri seluruh keringat, tp aku juga yang memilih untuk ga ngelanjutin disaat peluang diterima aku udah 80% Amanah bakal jalan? Raga bakal kuat? Hati udah siap? jawabannya yang sampai saat ini cuman ada kata "engga" Idealis? engga juga. Toh dengan aku memilih untuk mengikuti proses seleksi ya karna aku pengen dan siap. Tapi untuk terikat? Aku belum mampu :" Dari sekian banyak kebaikan yang bakal diberikan, Kenapa harus terikat Ya Allah...
sekilas berfikir, rasanya kebaikan dia cukup ada, tapi kenapa rasa sakit hati saja yang harus aku luapkan ke orang-orang yang membuat, semua orang sangat mendukung dan menyetujui akhir dari cerita itu.
Padahal.. Padahal.. Kata itu yang terus terlintas akhir-akhir ini. Rasa Iba itu, kembali menghantui.
Kudengar, ada hati yang goyah ketika mendapati banyak hal berubah. Kutahu, ada jiwa yang merasa payah ketika harus terseok mengikuti jejak segala yang berubah. Pun, kulihat ada diri yang mulai lelah ketika merasa dipaksa berlari pada jalur-jalur yang ternyata juga sudah berubah.
Tapi satu hal yang pasti, Ketika semua beralih menjadi yang Dia tetapkan mesti tak sesuai dengan yang kita harapkan, semoga diri tetap bertahan dan merasa cukup dengan semua yang ditetapkan-Nya.
Bertahan karena kita bertuhan, bukan bertahan karena kita tak miliki pilihan.
Happy Ending?
malam ini telah diputuskan. Tentu, untuk sekarang dan seterusnya kata-kata itu tidak akan pernah ditarik kembali.
Tidak ada kata terima kasih pun maaf dari masing-masing. Bukan kata-kata baik yang sampai, tapi itulah keadaannya.
berhenti mengisi mungkin kuncinya. hari ini mungkin akhirnya, merelakan semua daya upaya yang dilakukan sepenuh tenaga untuk dibakar dn hilang tanpa jejak.
Lupakan semuanya, kembali ke fitrah saat tidak saling mengenal.
Amigdala: Yang lama tak pernah hilang.
Terjadi kalanya, meskipun bertanya, yang dikatakan "kejelasan" itu tidak terjawab. Maka harus bagaimana lagi selain membuat pilihan? Andai kesabaran ini bisa sesuai seperti kutipan "sabar tidak ada batasnya" apapun upaya yang dilakukan pasti akan lebih mudah.. kan?
Memori yang dianggap kelam itu kadang kembali. Sederhananya orang mengobati, validasi menjadi cara yang pasti untuk menghilangkan segala "penyakit" itu sendiri.
With Medibang apk rate?
Jika pelajaran bisa menjadi pembangkit, teladan akan menjadi pemikat.
Yesterday
Entah apa yang dilakukan, hari kemarin benar-benar tidak begitu produktif. Namun yang pasti penyesalan tetap terjadi. Entah sampai kapan harus banyak evaluasi. Keluar dari zona nyaman itu benar-benar butuh kekuatan.
5 posts!
Hening
Mungkin ini waktunya, semua pergi dan hilang. Mungkin ini waktunya, untuk bisa peduli dan mengenali diri.
dan mungkin saat ini, ketidakhadiran merupakan momentum yang tepat untuk diri ini memutuskan langkah baru, merencanakan masa yang akan mendatang, serta memperbaiki apa yang telah rusak, hilang, bahkan tenggelam.
Memahami diri sendiri
Ketika sudah timbul rasa ikhlas menerima atas semua keadaan yang terjadi, mensyukuri bahwa semua berhasil dilewati dan berusaha untuk berjuang memperbaiki diri.
tapi kenapa rasa yang sebaliknya tiba tiba kembali tanpa permisi? merusak ambisi untuk memperbaiki diri, sehingga bertemu titik rasa ingin kembali. Kembali kepada keadaan yang tak diridhoi, keadaan yang sangat merugi, dan keadaan yang hanya menjadi sebuah kebahagiaan ilusi.
Pesan tak tersampai
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk pengorbanan di masa lalu—untuk waktu, materi, pengalaman, dan segala hal yang telah diberikan. Tanpa itu semua, mungkin pengalaman yang dimiliki tak akan sebanyak ini. Terima kasih telah membuka diri, memperkenalkan dunia yang begitu dekat, hingga sempat menjadi bagian darinya.
Benar adanya, seperti yang pernah dikatakan, kebersamaan memang tak lagi memungkinkan. Mungkin, inilah yang terbaik, karena bahkan saat masih bersama, tak ada perubahan yang berarti bagi keduanya.
Kemarin, kata-kata ini tak sempat terucap, mungkin karena perpisahan yang terjadi terasa begitu samar—satu arah, sepihak. Namun kini, semua mulai dipahami. Keputusan yang ada dapat diterima, begitu pun dengan keinginan diri sendiri yang akhirnya disadari.
Sejak awal, perasaan selalu menjadi landasan dalam setiap hal yang terjadi, itulah mengapa sulit menerima kenyataan yang ada. Namun, seiring waktu, perlahan belajar untuk melihat semuanya dengan lebih logis. Meski belum sepenuhnya, perlahan titik terang mulai ditemukan, menyadarkan bahwa inilah jalan yang terbaik.
Sejatinya, perpisahan ini telah lama dikatakan, hanya saja penerimaan tidak pernah benar-benar ada.
Semua ini disampaikan sebagai salah satu bentuk melepaskan—dengan sepenuh hati, tanpa dendam, tanpa beban. Sejak dulu, doa terbaik selalu dipanjatkan, meski di dalamnya masih terselip sedikit rasa kecewa.
Rasa itu masih ada, bahkan kata-kata ini lahir dari perasaan yang belum benar-benar sirna. Namun, keadaan yang ada kini perlahan membantu untuk menghapusnya, membilasnya hingga tak bersisa.
Tekad
Pahitnya hasil dari usaha yang terindikasi adanya ketidakseriusan.
Ternyata lagi dan lagi dengan keadaan yang sama dan perasaan yang sama, hasilnya pun sama. Maka, mengapa hal ini terjadi? mari kita jabarkan
Tidak memiliki tekad yang kuat
Doa + Usaha tidak maksimal
Tidak mengevaluasi diri perihal apa yang terjadi sebelumnya
Mengerjakan pekerjaan mepet dengan waktu yang ditentukan sehingga menyebabkan burnout
skala prioritas masih berantakan
Tidak mencari referensi dan belajar lebih jauh untuk meminimalisir terjadinya hal yg tidak diinginkan
Hanya mengandalkan positif thinking tanpa memperhatikan perilaku sendiri
melakukan hal-hal yang tidak Allah ridhoi selama proses belajarnya
jangan terlalu berharap pada sesuatu yang kamu sendiri tidak maksimal dalam menjalaninya
Namun yang menjadi suatu kemajuan adalah Aku bisa membuat ruang pada hati ini, bahwa jikalau tidak sesuai dengan keinginan itu bukan hal yang harus dipersedihkan.
Ruang rasa kecewa itu ternyata membantu aku untuk tidak berlarut-larut, justru ingin menambah pengalaman lagi dan membuktikan bahwa apa yang terjadi hari ini dapat memperbaiki keadaan untuk masa depan nanti. Sehingga hal ini harus ditulis dan diingat.
karna apa yang kau tanam, apa yang akan kau panen. Mungkin saat ini aku kurang pupuknya, airnya atau bahkan tanahnya.
semoga suatu saat nanti, Yang maha pemberi memberikan ku kesempatan. Aamiinn
Amygdala
Menghadapi momen di luar kehendak sering kali mengguncang jiwa. Kesedihan dan kekecewaan menetap lebih lama dari yang diharapkan, menyisakan tanya—mengapa semua ini harus terjadi? Dalam diam, evaluasi dan introspeksi terus berjalan, namun tanpa disadari, sesuatu mulai bertumbuh di dalam diri. Bukan kebijaksanaan atau ketenangan yang dominan, melainkan rasa kepedihan yang mendalam terhadap manusia yang merugikan. Entah diwaktu kapan jiwa ini bisa benar-benar terobati, melupakan semua kenangan buruk yang telah dilalui dan memaafkan apa yang sudah terjadi.
Semoga Tuhan senantiasa membersamai, bangkitnya diri dari kesalahan yang menggerogoti hati.
-Nawakrama
Rabu, 27 September 2023