Untuk kamu yang pernah singgah dihatiku...
Hai, apa kabar?
Bagaimana keadaanmu setelah kamu memutuskan melepaskan genggamanku?
Bagaimana keadaanmu setelah kamu memutuskan untuk tak lagi disisiku?
Bagaimana keadaanmu setelah kamu memutuskan untuk pergi dan tak kembali?
Sudah lama kita tak saling mengetahui kabar
Untuk kamu yang pernah mengisi relung hatiku...
Maaf aku sempat membuatmu jengah karena aku menggenggam lebih erat tanganmu ketika kamu melepaskannya.
Maaf aku sempat membuatmu marah karena aku memintamu untuk tetap disisiku.
Maaf aku sempat membuatmu kesal karena aku tak membiarkanmu pergi.
Sebertahan apapun aku, tapi ku sadar, segala sesuatu yang dipaksakan, berujung tidak baik bukan?
Ingin tertawa rasanya saat menulis ini aku teringat kembali bahwa kita pernah berjalan beriringan tanpa rasa khawatir, pernah berbagi mimpi yang kita yakini bisa kita capai, pernah mengukir asa tanpa tau apa yang ada di depan sana.
Tidak mudah bagiku untuk bisa benar - benar meninggalkanmu.
Namun aku harus.
Bagai berenang melawan arus sungai yang kencang.
Kupaksakan diriku untuk melawan bahagianya aku bersamamu.
Satu hal yang ku tahu pasti, yang membuat diriku memaksakan untuk menerima kepergianmu adalah,
Kamu tak melihat sosokku di masa depanmu.
Terima kasih, karena kamu pernah menjadi bagian dari perjalananku.
Terima kasih, untuk pernah hadir walau pada akhirnya pergi.
Untuk kamu yang pernah menyayangiku sepenuh hati...
Sekali lagi, terima kasih, karena kepergianmu aku bertemu seseorang yang membuatku tersenyum sesudah kamu membuatku menangis.