Kau tau? Menjadi yang paling sabar, yang paling perhatian, dan yang paling sering mengalah itu terkadang menyebalkan.
(via mbeeer)
Not today Justin

titsay

izzy's playlists!
Claire Keane

Love Begins
Lint Roller? I Barely Know Her

Origami Around

@theartofmadeline

if i look back, i am lost
tumblr dot com
The Bright Sessions
sheepfilms

ellievsbear
The Bowery Presents
🩵 avery cochrane 🩵
No title available
NASA

roma★
The Stonewall Inn

Discoholic 🪩

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Spain

seen from United States
@niizhifah
Kau tau? Menjadi yang paling sabar, yang paling perhatian, dan yang paling sering mengalah itu terkadang menyebalkan.
(via mbeeer)
Salah satu sumber masalahmu sekarang hanyalah satu. Yaitu kau terlalu peduli.
(via mbeeer)
Untukmu yang Sedang Mempersiapkan Diri (bag. 4)
Jika kamu saat ini masih sendiri, bersyukurlah. Allah sedang memberimu kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kapasitas diri. Ia tak mau memberimu jodoh yang biasa-biasa saja, sebab itu Ia memberimu kesempatan untuk menjadi orang yang tak biasa-biasa saja.
Dan selama proses persiapan itu, jangan pernah mengikat seseorang untuk dijadikan cadangan hingga orang yang kamu rasa tepat benar-benar datang. Jangan mengharapkan sesuatu yang baik sambil melakukan hal yang jahat. Itu menyakitkan.
***
Buku Belajar Mencintai (2019)
Kata Orang
Kata orang kamu tuh kurang ini, kamu tuh kurang itu. Kata orang kamu tuh berlebihan di sini, kamu berlebihan di sana. Kata orang kamu tuh semakin ini, kamu tuh semakin itu. Kata orang kamu tuh ……….
Ah, sudahlah, kan itu cuma kata orang, belum tentu juga sama apa kata Tuhan.
“….jangan khawatir, kamu akan menemukan waktumu sendiri, sebab dalam banyak hal kita memang tidak perlu melihat orang lain, cukup syukuri waktu yang sedang kita jalani sekarang, bagaimanapun keadaanya sembari berjuang”
— Kurniawan Gunadi
Jangan suka sama orang, nanti sakit hati.
Sakit hati itu ngga enak loh
Terkadang kamu memang perlu sendiri, tetapi ada saat dimana kamu membutuhkan seseorang untuk mencurahkan segala hal yang sedang menyerangmu, termasuk keretakan hubunganmu dengan sahabatmu sendiri. Pada akhirnya, saat kamu bingung harus menceritakannya kepada siapa, kamu hanya bisa diam dan meneteskan air mata dan mengadu kepada alam bahwa kamu sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.
Kelak, kitapun akan menyadari. Sebaik apapun kita berbuat yang terbaik. Akan selalu ada yang tidak menyukai kita.
Akan selalu ada orang-orang yag bersunggut-sunggut terhadap kebaikan yang telah kita lakukan.
Maka, bila kita sedang menapaki jalan yang demikian. Jangan pernah lelah untuk tetap bersikap baik-baik saja. Sebab hidup kita berhak untuk bahagia. Sebab diri kita berhak untuk tetap baik-baik saja.
Dan akan memang demikian dunia. sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa membuat orang-orang mencintai kita, sebaik apapun perlakuan yang kita upayakan.
Kelak kita akan sampai pada keadaan yang demikian. Pemberian terbaik adakalanya akan kembali dengan tidak baik. Maka tetaplah berupaya baik. Meski dunia sedag tidak baik-baik saja terhadap diri kita.
Kelak jika telah sampai pada titik ini. Hati kita harus sudah lebih kuat dan baik-baik saja. Menerima kepahitan sepahit apapun nantinya.
Sebab yang terhebat adalah mereka yang memberi terbaik namun dibalas dengan kepahitan yang terhebat pula.
Kita tidak butuh mereka, penilaian kebaikan kita tidak diukur oleh mereka. oleh karnanya berupaya menjadi baik, adalah upaya dalam mencintai diri sendiri kelak dimasa yang akan datang nantinya.
Meninggalkan ataupun ditinggalkan sama-sama menyesakkan. Yang terhebat adalah dengan tetapn memberikan yang terbaik meski pada akhirnya kitapun akan meninggalkan. Meski pada kenyataannya diri kitapun akan ditinggalkan.
- Ibn Syams
Suatu hari, kita akan paham bagaimana rasanya mengalah dan bahagia. Saat kita tidak lagi berpikir tentang menang dan kalah dalam hidup ini. Saat kita tidak lagi sibuk membangun anggapan tentang diri. Saat kita memiliki hati yang sudah pandai untuk bersyukur. Diri yang bersedia berjuang dan berkorban, namun ikhlas terhadap ketetapan. Semua itu akan ada masanya. Untuk mencapai masa itu, kita perlu melewati setiap detail perjalanan kita saat ini, sebaik-baiknya :)
Aku tiba pada titik di mana tidak perduli lagi apakah seseorang hadir hanya untuk mampir, atau menyapa hanya untuk sementara. Aku lebih tertarik untuk membangun bahagia dengan diriku seutuhnya. Terserah lelaki berniat apa ketika datang, tak peduli apa yang ingin dia dapatkan, sebab aku sudah bosan mendengar banyak alasan. Bahagia itu kita yang ciptakan, tak tergantung penilaian, tak tergantung pada pasangan.
Kata Jolie suatu malam, sambil membuang lukanya satu persatu di tempat sampah. (via jagungrebus)
Semuanya tak seperti dulu lagi, karena kini aku benar-benar (merasa) sendiri… Manusia memang diciptakan untuk saling meninggalkan. Entah karena bosan, atau memang tak sefaham.
(via rumahati)
Ada yang menemukan kekhusyu'an dalam riuh ramainya doa yang dipanjatkan bersamaan.
Ada juga yang menemukannya diantara kesunyian doa yang dia panjatkan jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam.
Semua punya caranya sendiri untuk mengekspresikan bentuk cintanya pada Sang Kekasih. Kita terlahir berbeda, jangan dipaksa menjadi sama.
Karena bagi saya, tak ada yg benar-benar benar selain diriNya.
Jika tak sepaham, hargai. Jangan malah menjelekkan. Jika terpaksa berada di kondisi yang mengharuskan kamu bergabung dengan mereka yg tak sepaham, jalani saja. Kalau memang tak bisa, cari dan bergabunglah dengan yang sepaham. Tak perlu memaksakan. Tak perlu menjatuhkan.
Pada akhirnya, itu semua hanya media dengan versi-versinya yang berbeda untuk mengekspresikan bentuk cintamu pada Sang Kekasih. Bentuknya boleh berbeda-beda. Tapi yang paling penting, semua kembali lagi kepada bagaimana hatimu selalu mencoba untuk terus mendekatkan diri kepadaNya.
Dari perjalanan panjang yang saya alami,
Dari hidup dengan studi yang meningkat setiap harinya, saya sadar…
Bahwa, hidup yang baik harusnya punya grafik yang naik.
Dengan lingkungan yang semakin intelek, dari yang tadinya di “elu-elukan”, menjadi merasa paling “ter-gak bisa apa-apa”.
Begini rasanya perjuangan untuk terus menggambar grafik menanjak.
Semakin ke atas, lingkungan semakin naik derajatnya. Di lingkungan sebelumnya telah berada di “titik puncak” dari semua berkumpulnya manusia, sekarang merasa berada di serendah-rendahnya “lembah”.
Melihat semua orang dengan cepatnya berlari menuju puncak, sedang diri sedang berjalan terseok sambil tetap terus bertahan dan berjuang, juga melihat yang lain satu-persatu meninggalkan, menyemangati dari atas puncak bahwa saya bisa.
Ah, memang bicara itu mudah. Menjalaninya berat.
Berusaha menghindarkan pikiran negatif dari diri, agar tidak malah menurunkan semangat dan kefokusan, tapi apa daya, manusia realistis susah melakukan itu.
Ternyata bukan ngomong aja yang mudah, nulis ini juga lebih mudah daripada menjalaninya. Haha.
“Oh Tuhan, saya hanya makhluk rendah, yang semakin hari (nyatanya) semakin memperbanyak dosa dan mengurangi taat.”
“Dengan sehinanya saya, tolong bantu saya semakin kuat dan tangguh untuk menjalani rintangan yang keras, terjal dan bebatuan. Saya yakin, jalan yang Kau beri tidak pernah salah.”
Terima kasih Tuhan. Maaf dariku sebesar-besarnya.
Jumat, 10 Nov 2017.
Dari saya, yang (masih saja) sedang mengutuki diri sendiri.
Sebenarnya, ada banyak mimpi yang harus kuwujudkan lebih dulu. Sehingga, aku belum bisa mewujudkan mimpiku denganmu.
Jika kau ingin menunggu, tunggulah. Jika tidak, silakan dengan yang lain. Biarkan aku mewujudkan mimpiku satu persatu dulu.
Jika kau ingin menemaniku mewujudkan mimpiku, aku sangat senang :)
Berhentilah menyalahkan banyak hal. Menyalahkan orang lain, takdir, diri sendiri, dan lainnya. Mulailah menganggap kejadian yang tidak diinginkan adalah memang bagian dari elemen hidup itu sendiri. Tentang sebuah cerita yang berbeda dalam tiap langkah. Mulailah terima, bagaimana pun cerita yang dijalani setiap harinya, menyenangkan atau tidak, semuanya hanya tentang menikmati perbedaan. Sekarang mungkin bersedih, esok mungkin bahagia. Sekarang mungkin memendam amarah, esok mungkin menikmati tawa. Semuanya sama-sama untuk membuat kita mengenal hidup. Hidup bukan hanya bahagia saja. Bukan hanya sedih saja. Bukan hanya kebencian saja. Kesemuanya bercampur dan akan dirasakan.
Orang bilang, hidup itu santai saja, biarkan mengalir seperti air. Tapi untuk orang-orang sepertiku yang terlahir dari bawah, air kami harus mengalir ke atas. Aku harus sekuat tenaga berjuang melawan gravitasi, melompati batu demi batu untuk bisa menderas naik, ke titik yang lebih tinggi. Mereka yang memilih diam akan terseret arus dan tenggelam ke cerukan yang lebih dalam.
ZS
Kebaikan-kebaikan kita haruslah seperti gula yang larut dalam minuman. Ada, namun tidak nampak, namun tetap terasa, dan memiliki pengaruh besar.
(via choqi-isyraqi)