Si Kecil Lupa Ingatan
Alhamdulillah bisa cobain kopi starbucks, boba, pizza. Yeay, gajian saatnya cobain makanan ini, itu, beli ini, itu.
Tiba tiba inget keluarga dirumah. “Mereka tadi makan pake apa ya? Ibu udah tidur belum ya? Apa Ayah masih bekerja? Adik adik tadi dikasih uang jajan berapa ya?”
Hal yang mungkin jadi pemikiran para anak rantau. Jauh kuliah, kemudian bekerja sesuai passion sangatlah menyenangkan. Gaji besar, lancar, hidup santai. Tapi sebentar deh.. Apa keluarga kita merasakan hal yang sama? Mungkin tidak, bahkan lebih susah. Semua dibagi sama rata, supaya dapat semua katanya.
Coba lihat lihat di galeri handphone mu itu. Ya, fotomu dengan keluargamu. Sama-sama susah, sama-sama senang. Baik burukmu mereka terima dengan tangan terbuka. Can you feel it? Tanpa mengeluh, kamu diurusnya sampai besar. sampai kuat, sampai jadi anak tangguh, sampai bisa bekerja dan beli makanan makanan mahal itu. Dengan berat, mereka melepasmu pergi sejauh jauh nya. Biar lebih berani katanya. Biar ga kayak Ibu Bapak. Sekolah Tinggi tinggi, dapat kerja bagus, jadi orang besar
Tapi apa? Nyatanya sekarang kamu lupa. Mereka hanya butuh diperhatikan, diberi kabar, apakah anak mereka yang dulu masih kecil itu sanggup berjuang disana. Melawan kegagalan sendirian. Apa si kecil yang dulu tidak menangis saat jatuh? Tidak takut akan kesusahan. Karena dulu si kecil itu sering mengadu, sering bercerita kegiatannya semasa sekolah, dapat nilai bagus, sampai dimarahi guru.
Sekarang Nihil. Si kecil itu sudah berani. Sudah tidak takut jatuh. Sudah sering tertawa, tidak sering menangis seperti dulu. Syukurlah Bapak Ibu bahagia.
Ingat ya untuk kamu yang jauh dari keluarga, pergilah jauh untuk mencari sesuatu yang akan menjadi kebanggan orang tuamu. Tapi jika sudah berjaya jangan lupa pulang, balas sedikit demi sedikit kebaikan mereka. Mereka mungkin tak mengharapkan. Mungkin diberi sedikit cerita nyeri kehidupanmu mereka akan sangat senang. Mereka tak minta isi dunia yang kamu kerja. cuma sedikit kabar susah maupun senang mereka juga akan bangga
“Lai sehat sehat jo Ma? Ayah?”
--Photo by IDN Times

















