Manusia jika tau isi hati orang lain mungkin akan langsung marah, kecewa atau menjauh.
Tapi Allah, Dia tau segalanya, tanpa batas, tapi tetap menyayangi tanpa tergesa gesa menghukum. Inilah salah satu keindahan dari nama Allah subhanahu Wa Ta'ala, Al Alim. Dzat yang Maha Mengetahui.
Nama yang mengajak kita merenung bahwa ilmu Allah tidak hanya mencakup langit dan bumi, tapi juga ruang hati yang paling dalam, bagian dalam diri kita yang bahkan kita sendiri kadang takut untuk melihatnya.
Dalam Al Quran, Allah subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun."
Al Ahzab. 51
Kalimat ini seperti bisikan lembut yang menghibur dan menenangkan.
Karena, mari jujur, kalau kita tau bahwa Allah tau segalanya tentang kita, tahu tentang bisikan bisikan buruk yang kita sembunyikan, kenakalan masa remaja yang kita tutup rapat, niat jahat yang melintas di hati, kekhilafan yang membuat kita malu membicarakannya, bahkan imajinasi liar dan pikiran kotor yang kita sendiri tidak ingin mengakuinya. Maka rasa takut itu wajar, kita takut dinilai, takut dimurkai, takut karena Allah subhanahu wa Ta'ala tau sisi sisi diri kita yang tidak pernah ingin kita tunjukan kepada siapapun.
Kadang kita merasa, andai sahabatku tau isi hatiku dan semua penilaianku tentangnya, dia pasti akan pergi, tak sudi lagi berteman denganku.
Tapi yang luar biasa dari ayat ini adalah, Allah tidak pergi.
Allah subhanahu wa Ta'ala mengetahui isi hati kita, dan setelah menyebut diriNya Al Alim (maha Mengetahui) Dia langsung menyebut dirinya Al Halim (maha Penyantun) tidak tergesa gesa dalam menghukum, seolah Allah subhanahu wa Ta'ala sedang berkata,
"Aku tahu segalanya tentangmu, termasuk bisikan hatimu, tapi aku tetap sabar terhadapmu".
Inilah salah satu bentuk kasih sayang Allah yang paling lembut. Dia mengetahui kesalahanmu, tapi tidak tergesa-gesa menghukummu. Dia mengetahui bisikan buruk yang melintas, tapi tidak langsung mencatatnya sebagai dosa. Dia mengetahui kelemahan dirimu, Dia mengetahui kelemahan hatimu, tapi Dia menunda balasan agar kamu punya kesempatan untuk memperbaiki diri. Dia melihat noda paling gelap dalam hatimu, tapi Dia tetap membuka pintu ampunan selebar mungkin.
Kalau manusia dikasih akses melihat isi hati kita, mungkin dunia akan penuh keretakan hubungan. Tapi Allah, yang tahu segalanya, justru paling sabar, paling lembut, paling penuh kasih.
Indah sekali, ketika sifat mengetahui digandeng dengan sifat menyayangi. Mengetahui yang membuat kita takut, dan menyayangi yang membuat kita tenang.
Maka, mengenal Allah seharusnya membuat kita semakin mencintaiNya, karena hanya Dia yang layak kita cintai melebihi apapun juga.
Disampaikan oleh Al Ustadz Johan Saputra Halim حفظه الله











