Finally i'm getting married.

if i look back, i am lost
h
he wasn't even looking at me and he found me
AnasAbdin
Today's Document
hello vonnie

roma★
Misplaced Lens Cap

No title available
$LAYYYTER
Sade Olutola

No title available
Three Goblin Art
ojovivo
KIROKAZE
Sweet Seals For You, Always
Stranger Things

Discoholic 🪩

Andulka
art blog(derogatory)
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Israel
seen from United States
seen from United States
seen from Israel

seen from United States
seen from Malta

seen from Peru
seen from South Korea

seen from Malaysia

seen from Colombia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Japan

seen from Mexico
seen from Argentina
@pelangirindu
Finally i'm getting married.
LET ME BE THE ONE
Hai,
selamat pagi everyone di dunia tipu-tipu ini.
semoga semua punya kabar yang baik yah...
aamiin...
oke mau sambat sedikit (but TBH gue ga gitu ngerti apa sih arti sambaat sebenernya wkwkwk). Kali ini pengen banget ngobrolin tentang cinta hahaha... and again...
kenapa?
yaiyalahh, ini gue udah lagi dengerin lagunya si Blessid Union Of Souls – Let Me Be The One. hahaha dan flashback kekejadian beberapa hari lalu.
sebuah pengandaian yang sungguh gak akan pernah kejadian, sebuah kisah yang telah usang ehh malahan malahan deh.
DAMN!
iyah, kemarin gue ada satu urusan yang kemudian bikin gue pada akhirnya kembali berkomunikasi dengan orang ini. tiba-tiba intens lagi beberapa hari. hal ini bikin gue iseng buat nanya “sesayang itu kah elo sama gue kak?” and yaps... dia jawab “udah lah dek, udah kelar” lhoo apaa nihh yang udah kelar, mulai aja gak pernah toh hahahaha....
gak dinar namanya kalo gak nyecer sampe apa yang pengen dia dapet dia bisa dapetin, apa itu? yahh... sebuah jawaban dari rasa penasaran yang dalam sekali...
apa itu..
RASA YANG TERSIMPAN BELASAN TAHUN!!!!
akhirnya sebuah pengakuan pun muncul.
dann..
DHUARRR....
yaps gue nangis sesegukan dikamar mandi.
nyesel.
tapi bisa apa, udah ga ada nilainya sama sekali toh...
ya rasanya cuma sebentar, sesaat, nyesel seketika, dan sekarang bener-bener selesai yah kak.
selesai.
L A G I
lagi - lagi aku tertipu
lagi - lagi aku terpeleset
lagi...
lagi - lagi aku terdiam
lagi - lagi aku ternganga
lagi...
lagi - lagi dan lagi lagi
Dia, Si yang selalu berputar dalam pikiran kelabu.
Malam, rindu, senyap, tak sunyi namun seolah sepi.
lagi - lagi si sialan kembali merasukin pikiran yang seolah tak mau berpaling, entah sudah berapa lama ia terperangkap dalam pikiranku, entah sudah kesekian kalinya ia menetap.
terkadang sebal aku dibuatnya karena harus menahan emosi ketika harus teringat tentangnya. mengingatnya adalah sebuah kesalahan menurutku, mengingatnya sama halnya dengan merobek - robek bekas luka operasiku.
tepat dua bulan lalu aku mengalami kecelakaan yang cukup parah dan mengakibatkan perlunya dilakukan tindakan yang cukup serius terhadap salah satu kakiku. kaki kiriku mengalami cidera yang cukup parah.
berawal pada malam itu, kabut yang cukup tebal menyelimuti perjalanan kami, perjalanan terakhir kami berdua sebagai sepasang kekasih. hubungan yang telah kami rajut beberapa tahun seolah sirna, tak lagi ada harganya.
perjalanan yang awalnya baik - baik saja, tanpa sedikit pun kesedihan berencana untuk hinggap. malam itu hanya milik kami berdua, prediksi kami saat itu bahagia enggan pergi dan akan hinggap sampai tak terbatas waktu, seperti tak terhingga. namun, prediksi hanyalah prediksi. ternyata prediksi kami salah.
ternyata kebahagiaan kami hanya sampai tiga perempat hari itu saja, tepat pukul 21.00 mobil yang kami kendarai mulai memasuki jalanan gelap yang semakin terjal, kabut semakin menyelimuti langit, menemani perjalanan malam kami. teringat sedikit pemberitahuan warga sekitar yang sudah memberi kami warning bahwa melewati jalan tersebut sangatlah tidak dianjurkan.
sedikit cekcok diawal mengawali kejadian malam itu. aku yang kurang berkenan untuk melanjutkan perjalanan tersebut mulai khawatir, perjalanan yang tadinya menyenangkan mulai menjadi mencekam dan akhirnya kejadian malam itu terjadi, kejadian yang seharunya bisa terhindarkan.
kebencianku terhadapnya timbul seketika kubuka mataku tiga hari kemudian, di RS Dr. Kariadi Semarang. rasa sakit semakin menjadi ketika ku tahu bahwa ia tak pernah menungguiku bahkan menanyakan keberadaanku setelah kejadian itu. dimana tanggung jawabnya setelah mengakibatkan semua kejadian ini, setelah menjadi segala penyebab rasa sakit ini.
dia menghilang, tak berkabar atau menanyakan kabarku. tak pernah ia lakukan, sempat aku menunggu sampai akhirnya tak lagi kutunggu hingga hari ini. Tepat dua bulan berlalu dari kejadian tersebut.
Semalam akhirnya kudapati sebuah surat yang tak pernah aku tunggu, sebuah kenyataan yang paling kuhindari. Tertera namanya, jelas. Tertulis pada judulnya SURAT KETERANGAN KEMATIAN.
hi again!
hai....
masih belum bisa konsisten buat nulis, masih belum bisa menetap untuk terus menulis.
iya, tau.
menulis perlu banyak sekali membaca, dan yaps. Hanya 0 (nol) tulisan berbentuk fakta maupun fiksi yang benar - benar dibaca. nihil.
rindu terus saja menghinggapi, namun apa daya. tulisan tak kunjung usai.
hai again, akuu mau mulai nulis lagi.
maap ga penting
#TEMANDINAR
haii,
Content ini udah lama banget gak kejamah. Satu tahun lebih dari terakhir kali nulis #TemanDinar.
Kali ini gue akan ceritain tentang sesosok laki-laki yang namanya akan gw sampaikan disini dengan nama panggilannya aja.
Kali ini gue ga akan nulis namanya dengan lengkap. Mungkin ini yang disebut sebagai privasi seorang narasumber (wkwkwk, macam lagi mau nulis content berita politik).
Okay, lets we start.
Yeps, sosok kali ini yang gak kepengen gue lupa dan terus gue kenang adalah sosok si penyelamat hidup gue dari berbagai macam bahaya. Yaaaa walaupun dia juga bahaya sebenernya. Peace.
Sosok, manusia berwujud laki-laki dengan perawakan gagah, tinggi sekitar 180 cm berat badan bisa dipastikan ada diangka 80an kg. Gak usah ngomonging ganteng hahaha dia gak ada ganteng - gantengnya acan deh. GAK ADA!
hahahaha...
Iya, tapi dia hitam manis!!!
Ciyeeehh, lagi senyum tuh dia kalo pas lagi baca wkwkwk..
Kisah yang berawal dari sebuah perkenalan di dating apps bernama T**der, entah apa yang ada di otak gue saat itu. Bisa - bisanya swipe right ini orang, padahal yahhh gue paling males banget lho buat swipe right orang - orang tanpa foto yang jelas. Hahahaha inget banget waktu itu karena gue yang ngantuuuuuuuuuuuuk berat tapi gak mau keilangan momen ngobrol sama orang yang kebetulan ngobrolnya nyambung dan asik langsung dongs tanpa dia yang minta gue kasih aja tuh nomer hp gue wkwkwk. pede mampus aslik. tapi ya udah lah ya....
Okaii...
Kenapa dia gue nobatkan sebagai sosok seorang penyelamat dihidup gue ? ya karena ada satu hal yang ga mau gue tulisin disini, kejadian yang cukup gue jadiin konsumsi gue dan temen - temen deket gue aja, dan yaps dia Allah hadirkan di waktu yang sangat tepat, cukup membantu gue setidaknya dia hadir membuat gue cukup sibuk dengan membalas chat - chat dia yang jauh lebih penting dari pada harus bergerumul dengan si brengs*k yang udh cukup membuat pandemi didalam pandemi dihidup gue.
Thanks "U" for being my nice sweet friend ever.
Yang dengan menyenangkannya bayarin makan Ikan Manyung dan yang dengan ngeselinnya ngenalin mie ayam alip yang bakso gorengnya enak banget ituuuuuuuuu... kapann akuuu ditraktirrrrrr lagiiiii WOY!!!
Sebenernya dia bukan orang lama yang gue kenal, tapi tuh entah kenapa ni anak yahh ngeselin emang tuh berasa udah kenal lama banget aja.
Cuma, seenak - enaknya temenan sama ni orang yah sampe saat ini kita gak temenan di media sosial manapun. Yeah, sometimes I guess he wan’t. yaudah ga perlu alesan, ya ga pengen aja. mungkin gitu sih.
Oh ya, wkwkwk ada kejadian bodoh. Gue pernah nangisin dia wkwkwkw anjirrr.... why ? waktu itu tiba - tiba WA dia ilang gitu aja. emang dasar anaknya halus banget gue kan, yaudah nangis aja sedih aja gitu keilangan. DAMN gue tuh benci dan takut banget sama perpisahan, apalagi yang macem kayak hantu tiba - tiba ilang. sungguh benci. Tapi, sekarang gue sama dia sudah bisa berkomunikasi tipis - tipis karena masing - masing makin syibuks dengan kesibukannya sendiri.
Anyway "U", dompet yang waktu itu. Itu hadiah rapelan pertama karena terima kasih udah berkenan mau jadi temen yang menyenangkan, kedua karena udah percaya sama aku buat ngerjain soal matematika yang susah banget itu, ketiga sebagai hadiah ulang tahun, keempat karena kamu dapet UI, terakhir karena yaa apa yah udah deh itu aja. wkwkwk.. Thank "U".
Kangen ngobrol tuker pikiran, yahh lil bit kangen diomelin dan disinisin sih (dikiiiiiiiiiiiiiiiiiiit banget yg ini sih yak)
hahahahaha...
note: mengingatkan lagi aja untuk alesan kenapa dinar nulis #TemanDinar cuma karena temen - temenku terlampau berharga untuk dilupain. aku terlalu overthiking aja, takut tiba - tiba kena penyakit dan lupa sama orang - orang yang udah terlalu baik buat aku. tapi semoga itu ga pernah terjadi yah, aku kangen kalian wahai temen - temenku.
I just wanna be your friends. Just It.
Sudahlah, tak perlu dipermasalahkan lagi. Kita sudah hanya tinggal kenangan. Persetan siapa yang salah, aku dan kamu sudah sepasang hilang.
(via mbeeer)
kita yang sepasang tak pernah berpasangan dan telah hilang. kemarin, kini dan kapan sahaja. kita sudah hilang. bukan begitu ? karena kita yang tak pernah saling menemukan.
Aku lelah mencinta seperti ini, dalam diam yang kian bertumbuh.
Aku lelah disayang tanpa tersentuh, dalam rasa yang seolah ada tapi nyatanya tak pernah mampir.
Aku lelah berlabuh, pada tempat yang semu.
Aku...
Aku nyatanya lelah merindu, pada bahagia yang senang bernaung hanya dalam mimpi.
Diam..
Aku hanya mampu terdiam, meratapi bahagia yang kudoakan.
Aku hanya mampu berucap lirih ribuan semoga, dalam tangis yang sendu tapi merdu.
Aku yang diam diam bahagia melihatmu bersamanya.
Dinar, 03082020
“Jika tanpa kau sadari namanya sering kau sebut di sela-sela percakapan dengan teman-temanmu, maka ya, kau memang mencintainya.”
— (via mbeeer)
Salah Hati Tertambat
salah
iya ini salah
bukan, bukan salah aku.
karena aku perempuan.
tidak ada satu perempuan pun yang salah.
seribu kali ku sampaikan bukan aku yang salah
dia menanggapiku dengan lembut
dia menghampiri dengan gagah
dia datang dengan sopan dan permisi
dia..
tak bisa aku miliki
dia..
menembus relungku, namun ku tak bisa membawanya dalam rasa hati.
tertambat aku, tapi ini salah.
bukan, bukan aku yang salah.
bukan aku yang ingin,
ini salah hati, yang tertambat tanpa tau kondisi,
rindu tak lagi sesekali hinggap, namun sering seiring detik aku mengenalmu.
seolah berdendang ceria, rindu harusnya mengerti ini salah..
ahh aku sedang meracau dan kacau..
K A M P R E T
si kampret...
udah cuma mau nulis gitu aja bahahahaha
si kampret....
Berupaya
aku telah berupaya utuk berpindah, namun aku tak bisa.
aku tak sanggup, aku terhinggap...
Sebuah Potrait
sesuatu yang tergambar jelas
tanpa ada sedikitpun perbedaan kecuali skala, sebuah pembanding tanpa dosa
sebua pembanding tanpa celah
kecuali sebuah ukuran.
sebuah gambar tanpa jika
apabila indah akan selalu indah
dan jika tak rupawan, tiada yang berpaling
tiada drama, seolah jelas apabila stabil
sebuah lembar yang mampu bercerita
sebuah potrait...
Dilema
Hai,
Aku tau ini salah, tapi aku sulit untuk menampik.
Aku tau ini salah, tapi aku sudah terlampau jauh terjatuh.
Aku tau ini salah, tapi aku tetap tertahan.
Ahh andai cinta semudah membuka keran air. Pasti tak begini jadinya...
I’M B A C K !!!
hey you guys, here i am...
Come back from another place that i called HELL hhahahaha...
and here i am with my whole life yeah....
with my happy soul, with my happy life without any deficiency...
me like years ago...
yeah i am back from any mistaken that i made to start some kind new journeys...
Welcome my new good Vibes..
Kau tahu apa yang tersisa dari aku setelah kau pergi? Yaitu tak lebih dari pecahan-pecahan sampah yang jika dikumpulkan tak bernilai sama sekali. Rasanya begitu tidak adil. Kita sama-sama berjuang, tapi mengapa kau yang jatuh cinta dan aku yang harus terbuang?
(via mbeeer)