tried out apothecary diaries the other day, got inspired to do a study, redrew jinmao as Gustav Klimt's "The Kiss", died
ive been sick for a while so excuse the messiness
this is quite gorgeous

Game Changer & Make Some Noise
noise dept.

gracie abrams

❣ Chile in a Photography ❣
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

shark vs the universe
Lint Roller? I Barely Know Her
Sade Olutola
macklin celebrini has autism

Product Placement
The Bowery Presents
todays bird
Cosimo Galluzzi

Jimmy Eat World

Love Begins

roma★
hello vonnie
untitled

Kiana Khansmith
𓃗

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Croatia

seen from Germany

seen from Laos

seen from Austria
seen from Türkiye
seen from Russia

seen from T1
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States
seen from Brazil

seen from Spain
seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
@poffertjeskoek
tried out apothecary diaries the other day, got inspired to do a study, redrew jinmao as Gustav Klimt's "The Kiss", died
ive been sick for a while so excuse the messiness
this is quite gorgeous
Mengilhami Keikhlasan dan Mengamini setiap Takdir
“Allah akan iya, ketika engkau sudah ikhlas pada semua yang tidak” - Cak Nun
Ketika engkau tidak lagi menggenggam dengan cemas, melainkan melepaskan dengan ridha. Saat itulah, langit mendekat dan bumi menjadi teduh.
Cak Nun mengingatkan kita bahwa kadang “iya”-Nya Allah tak muncul saat kita sedang ngotot, tapi saat kita tunduk dan berkata: “Jika bukan ini yang terbaik, aku pun siap dituntun ke yang lebih hakiki.”
Dalam penolakan, dalam kehilangan, dalam kegagalan—di situlah Allah sedang mengasah ruh kita untuk mengenal makna cinta yang sejati: cinta tanpa syarat, pasrah yang tidak pasif, tapi penuh iman.
Barangkali yang sekarang tertutup bukanlah pintu, melainkan mata hati kita. Dan ikhlas itu bukan menyerah, melainkan mempercayakan kendali pada Dia yang lebih tahu arah. Sebab jalan Tuhan seringkali terlihat sunyi, tapi justru di sanalah damai abadi bersembunyi.
Ketika ikhlas sudah sepenuhnya hadir pada semua yang “tidak”, di situlah semesta mulai mengamini doamu yang diam-diam dipeluk langit. Satu per satu, "iya" akan datang—bukan karena kau memaksa, tapi karena ikhlasmu mengetuk pintu-pintu arasy-Nya.
Sebab Allah tak pernah menjauh, hanya menunggu kau benar-benar pulang. Dan dalam pulang itu, tak ada yang lebih suci dari hati yang mengilhami keikhlasan dan mengamini setiap takdir,
Maka sekali lagi, biarlah nasehat Cak Nun ini meneduhkan langkahmu: “Allah akan iya, ketika engkau sudah ikhlas pada semua yang tidak.” Dan itu cukup, lebih dari cukup, untuk terus berjalan.
-Kaderiyen || Yogyakarta, April 2025
Pengen cerita berdasarkan pengalaman diri sendiri 2 tahun lalu.. tapi nunggu waktu, soon bakal cerita.
karena Allah
kalau menikah itu untuk cari bahagia, akan banyak sekali titik di mana kamu ingin berhenti menikah. karena hati manusia itu terbolak-balik, nasib manusia juga bisa berubah-ubah.
kalau menikah itu untuk cari ladang ibadah, tidak terbersit di benakmu untuk menyerah. karena baik kesenangan maupun kesedihan adalah ujian dan kamu menjadikannya jalan menuju kebahagiaan yang hakiki.
berangkatlah menikah karena Allah. niscaya lurus tujuanmu.
tumbuhkan dan rawatlah rasa cintamu kepada pasanganmu karena Allah. niscaya ketenteraman hadir di tengah keluargamu.
jagalah kesetiaanmu karena Allah. niscaya Allah menjaga hati, pandangan, pendengaran, lisan, perbuatan, dan kemaluanmu.
bertahanlah karena Allah. niscaya hubungan kalian menjadi semakin kuat.
semoga kalian selalu kuat, dikuatkan, dimampukan, diberi kekuatan. selamat saling menguatkan.
Mencintai artinya siap terluka, terluka karena kita terlalu lugu dan polos. Betul, orang baik tak akan melukai tapi sebaliknya dialah yang akan sering terluka. Kadang, lelah menjadi orang yang selalu baik dan ingin sekali sesekali berbuat jahat, terutama kepada orang yang telah menyakiti kita tanpa kita tahu apa kesalahan kita, tetapi hati mengatakan tidak bisa. Di situlah rasanya hati ingin menangis antara sakit, marah, dendam, dan iba. Kadang, aku harus berpikir kenapa kita harus iba kepada orang yang tak sedikitpun memiliki rasa iba ? Tapi menjadi orang jahat rasanya bukanlah cita-cita yang pernah dituliskan di buku catatan kecilku semasa kanak. Bila pun harus membalas Tuhan, aku ingin dia merasakan perihnya luka yang sama, agar ego itu tak lagi angkuh. Senja saat suara adzan berkumandang, dan luka pun datang
“Jika masih ada rasa berat bagimu pada apa-apa yang Allah perintahkan dan Nabi teladankan, juga pada hal-hal kebaikan serta mengandung kemaslahatan, itu tanda hatimu belum ikhlas, belum tunduk, belum yakin, belum cinta. Kamu belum menyerahkan hatimu sepenuhnya untuk Allah.”
—
©Quraners (self reminder)
Ya Allah berikan kami hati yang tunduk lagi ikhlas dalam menjalankan titahMu, serta arahkan hati kami dalam setiap ketaatan untukMu.
(via quraners)
"Abdul Qadir menjelaskan konsep qadha dan qadar. Ia menyatakan bahwa sesungguhnya semua peristiwa baik dan buruk terjadi karena takdir Allah. Namun demikian org beriman dituntut agar menolak takdir buruk dengan takdir baik."
"Untuk itu ia harus menghapus kekufuran dengan keimanan, mengganti bid’ah dengan sunnah, mengubah maksiat dengan ketaatan, menghilangkan penyakit dengan obat, menghapus kebodohan dengan pengetahuan, melawan penganiayaan dengan jihad, mengatasi kemiskinan dengan bekerja, dst"
(dari buku Model Kebangkitan Umat Islam)
So, jadi orang yang beriman, tingkatannya itu memang udah beda dari sekadar menjalankan syariat. Ia sudah seharusnya naik tahap menuju memperbaiki masyarakat, melawan kedzaliman, atau secara lebih umum membawa manfaat bagi sekitarnya.
"Di antara prinsip ahlussunnah
adalah menggabungkan antara usaha dan berserah diri kepada Allah dalam masalah takdir. Tidak berpegang teguh terhadap usaha saja, tidak pula berserah diri saja tanpa usaha."
Ustadz Umar Baladraf hafizhahullahu ta'ala dalam kajian "Aqidah Salaf tentang Takdir"
tetaplah sholat. seburuk apa pun kamu merasa dirimu itu, tetaplah sholat.
"Mari habiskan cinta kita kepada Allah sampai tak ada ruang untuk terluka karena manusia."
@terusberanjak
Yang paling menakutkan dari sebuah pertemuan adalah, rasa rindu yang ternyata selama ini belum selesai, dan harap kosong yang tumbuh kembali meski tahu kalian sudah tidak punya kesempatan lagi.
13, Juli 2023.
Rasanya masih belum ikhlas menerima kenyataan bahwa kita dipertemukan bukan untuk dipersatukan. Aku masih perlu belajar ikhlas sampe entah kapan, tapi disini aku berusaha sekeras mungkin untuk bisa menerima takdir
“Manusia tidak didesain untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Sifat manusia yang lemah, bodoh, sering berkeluh kesah, dan amat kikir membuatnya harus selalu meminta kepada Yaa Hayyu Yaa Qayyum (Allah Yang Maha Hidup dan Tidak Bergantung pada Makhluk)”
—
Allaah, jika pada akhirnya aku hanyalah sendiri. Maka yakin kan aku bahwa sampai kapanpun Engkau tidak akan pernah meninggalkanku.
[ TERKABULNYA DOA SEORANG ARAB BADUI ]
Masruq rahimahumullah meriwayatkan,..
“Dahulu, ada seorang laki-laki yang tinggal di pedusunan arab, orang itu memiliki seekor ayam jantan, seekor keledai dan seekor anjing. Binatang-binatang itu sangat bermanfaat baginya, ayam jantan membangunkannya untuk sholat subuh, keledai membantunya mengangkat barang-barang bawaan, dan anjing menjaganya dari gangguan orang-orang jahat…
Masruq melanjutkan kisahnya,..
“Pada suatu hari datang serigala memangsa ayam jantannya, ia pun bersedih hati dengan hilangnya ayam jantan tersebut. Akan tetapi ia adalah seorang yang shalih, ia berkata, ‘Semoga kejadian ini menjadi suatu kebaikan’.
Beberapa hari kemudian. Serigala itu datang lagi dab mengigit perut keledainya, sehingga keledai itu mati. Ia pun bersedih hati dengan kematian keledainya tersebut. Namun karena ia orang yang shalih, ia tetap mengatakan, ‘Semoga kejadian ini juga menjadi seuatu kebaikan’. Beberapa hari setelah kematian keledainya, anjingnya pun mati. Ia semakin sedih, akan tetapi ia tetap mengatakan, ‘semoga kejadian ini juga menjadi suatu kebaikan’.
Beberapa waktu setelah kejadian itu, ketika ia bangun pada suatu pagi, ia melihat orang-orang yang ada di sekelilingnya telah ditawan, dan yang tinggal hanyalah dirinya dan keluarganya.
Masruq berkata… “Sesungguhnya, hal yang menyebabkan mereka ditawan adalah karena mereka memiliki bintang-binatang peliharaan yang selalu menimbulkan keributan, sementara orang shalih ini tidak lagi memiliki binatang peliharaan sebab ayam, keledai, dan anjingnya telah mati setelah dimangsa oleh serigala. Maka kematian binatang-binatang peliharaannya pun benar-benar telah menjadi suatu kebaikan baginya, sesuai dengan yang telah ditaqdirkan oleh Allah lewat doa dan prasangka baiknya.
Selalu berprasangka baik kepada Allah disetiap musibah yang menimpa…
Rosulullah bersabda dalam hadits riwayat muslim : “Sesungguhnya Allah berkata, ‘Aku sesuai prasangka hambaku padaku. Jika prasangka itu baik, maka kebaikan baginya. Dan apabila prasangka itu buruk, maka keburukan baginya.”
Belum sepenuhnya pulih, belum sepenuhnya kuat. Tidak apa-apa, bertahap.
Nostagic with this film when I'am still children.
Just wanna sharing about my music favorite in the past.