Manen bukanlah kalimat dasar dalam tata bahasa. Melainkan kata sekunder dari kalimat panen, dengan imbuhan me- menjadi memanen. Untuk menyambungkan nama kami berdua, kami hilangkan kata me- sehingga hanya meninggalkan kata manen. Manen, dalam lingkup orang" jawa, sudah tidak asing lagi. Terutama bagi para petani. Manen sendiri berartikan menuai, atau mendapatkan hasil dari apa yg kita tanam. Melewati beberapa proses serta perawatan, sehingga hasil yg kita capai, sesuai dari proses perawatan menanam tersebut. Begitupun visi kami sebagai penjembatan seluruh potensi civitas akademika ilmu komunikasi. Dengan cara menumbuhkan jiwa akademis kami yakin di kemudian hari akan tercipta bibit unggul dari KM ilmu komunikasi. Bersama Lukman-Nalen, waktunya berkolaborasi menuju revolusi. #SatuIkomku #SalamRevolusi #KolaborasiMenujuRevolusi














