Lelaki yg berhasil menghipnotis gadis yang hobi tidur itu sehingga rajin bangun lebih pagi, dan tentu saja, tidak tidur lagi. Sebelumnya, gadis itu bahkan tidak peduli meski tiap pagi dimarahi karena baru muncul tiap jam 7.15 pagi, padahal bel sudah dari jam 7 berbunyi. Gadis itu bahkan tidak peduli, meski tiap hari tidak pernah makan pagi, bahkan kadang tidak mandi. Sampai tanpa sengaja di suatu pagi, dari radio tua milik ayahnya, terdengarlah suara seorang lelaki, menyapa selamat pagi, kemudian mengoceh sana sini, dan lanjut memutarkan lagu2 terkini. Terpesona. Kecanduan. Radio kemeresek itu sekarang sudah diaku menjadi miliknya. Properti kamarnya. Uang jajannya ditabung sedikit demi sedikit sebagai tabungan pengeluaran rutin barunya, beli batrai. Saat uang tabungannya menipis, gadis itu pun mulai bereksperimen dengan batrai2 lamanya, me mix match kan, berharap dari sekian banyak kemungkinan pasangan batrai lama koleksinya, ada yg bisa menyalakan radionya. Juga menjemur batrai nya karena katanya setelah dijemur batrai tsb akan berdaya lagi, mempunyai kekuatan menyalakan lagi. Jika kalian lihat di kamarnya, ada koper tua coklat, koper lama keluarga itu, yg mempunyai dua kunci di dua sudut atasnya, kunci yg musti di puter2 hingga pada kombinasi angka yg pas agar koper tersebut dapat terbuka. Di dalam koper itu, sudah hampir penuh dengan batrai2 bekas kelakuannya. Meski saat itu si gadis kecil tidak tahu menahu alasan ilmiah batrai tidak boleh dibuang sembarangan, atau pun dicampur dengan limbah lain,, tapi sejak dia berumur 10an tahun, dia tanpa sadar sudah mengumpulkan, menjadikan satu batre bekas miliknya dan tidak membuangnya sembarangan. Sekarang gadis itu rajin bangun pagi, dan tentu saja, tidak kemudian tidur lagi. Rajin makan pagi, bahkan membantu menjualkan telur ayam kampung ternakan ibunya di pasar pagi, saat Hilman libur siaran seminggu sekali. Iya. Hilman namanya. Lelaki yg merubah pagi gadis yg hobi tidur itu. -Awal Milenium III- 00.39/27.8.15 My plain little nest