. Mentari yang membumbung tinggi di angkasa itu tak pernah lelah menampakkan wajahnya setiap hari. . . Sekian lama ia menyinari bumi, menjadi sumber kehidupan atas izin-Nya. Memberi panah-panah cahaya yang melekat kuat di muka bumi, membawa kehangatan bagi setiap makhluk yang menjejak di bawah langit. . . Tak pernah terdengar ia mengeluh, lantaran semua yang telah ia berikan bagi kita. Lantas, bagaimana dengan kita?. . . Beramal sedikit, rasa bangga itu muncul. Seolah kita sudah melakukan sesuatu yang luar biasa dan layak memanggil diri kita sebagai dermawan. . . Baru ikut kajian beberapa kali, sudah menganggap diri sebagai seorang aktivis dakwah yang hebat. Menganggap orang lain yang belum berkesempatan sebagai orang yang tidak mau berdakwah. . . Baru baca buku beberapa puluh judul, sudah menganggap diri yang paling pintar. Semua pendapat orang lain yang dianggap tidak sesuai dengan pola pikirnya, meskipun saudaranya sendiri adalah salah. . . Mentari yang bersinar paling terang di langit kita pun tak pernah menyatakan bahwa dirinya yang paling hebat. Ia tahu, bahwa masih ada bintang-bintang lain di angkasa yang jauh lebih terang darinya. . . Maka, belajarlah dari sang mentari, yang tak pernah henti menyinari bumi. Ia terus memberi manfaat dikala kedatangannya, tak pernah berhenti menjadi pembawa kebaikan. Beramal sesuai dengan kodrat dan kemampuannya, namun tetap tunduk dihadapan Sang Pencipta. . . #ntms









