cukup Allah saja.
cherry valley forever
Xuebing Du

shark vs the universe
taylor price
Alisa U Zemlji Chuda

roma★
No title available
trying on a metaphor
One Nice Bug Per Day
Sade Olutola
todays bird

oozey mess
Claire Keane
occasionally subtle
Cosimo Galluzzi
wallacepolsom
will byers stan first human second
DEAR READER
KIROKAZE

Origami Around
seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Peru

seen from Peru
seen from Peru
@remahbiskuit
cukup Allah saja.
Mari kita sambut amanah yang menghampiri kita dengan semangat dan sukacita.
--Aa, 2020.
pada suatu hari nanti
pada suatu hari nanti, semua susah dan payah, semua sakit dan luka, semua sedih dan kecewa, semuanya sudah tidak penting lagi.
kamu tidak lagi meminta kekuatan, kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, atau ketenangan hati. urusan dunia tidak lagi membebanimu, tidak lagi membuatmu gelisah.
pada suatu hari nanti, hari kamu bertemu dengan Allah, yang kamu minta hanyalah ampunannya, maafnya, rahmatnya. yang kamu inginkan hanya taubatmu diterima, amalmu disyukuri, luka-lukamu menghapus dosa.
ya Allah izinkan kami bertemu dengan-Mu, melihat wajah-Mu dan rupa-Mu, dipeluk oleh-Mu. pada suatu hari nanti, pada hari yang amat bahagia.
rupanya, kita bertemu kembali. setelah sekian lama menjalani kehidupan masing-masing. canggung sekali rasanya. seperti berkelebat kembali memori peristiwa saat itu. untungnya, hanya memorinya yang hadir --perasaannya tidak.
jangan lepas doa, ya.
aku memilih tetep jalan meski sambil berurai air mata; sering banget tertatihnya. kesandung, lalu gemeteran buat berdiri.
tapi tetep harus jalan. meski sambil menyeret kaki. meski jalannya lambat banget kayak siput.
pokoknya, yang penting jangan berhenti.
karena perjalanan (dan perjuangan) masih panjang. dan syurga tidak bisa diraih dengan berdiam diri.
dipenta ku doa, dicokot ku usaha
Ada yang bilang, staying positive itu—bahkan di saat terpuruk pun kamu tetap percaya bahwa hari baik akan datang.
Tapi ingat ya, staying positive juga bukan berarti cuma pasrah.
Percaya hari baik akan datang itu harus, tapi kita juga tetap kudu buka pintu, nyalain lampu, dan beresin rumahnya.
Kalo kata orang pinter mah, "memantaskan diri". Dan orang sunda bilang, "dipenta ku doa, dicokot ku usaha".
Ya, harus diminta dengan sungguh-sungguh, dan dijemput lewat usaha maksimal.
Karena hari baik juga punya etika: dia malas datang ke orang yang cuma nunggu sambil rebahan.
jeda setelah rentetan ujian praktek - ujian tulis - ujian presentasi artikel - ngolah nilai - bagi raport.
subhanallah.
tentang guru.
hari ini hari guru.
tadi pagi, sambil makan mie ayam --yang dipesan dari salah satu rekannya bu E dan yang memesannya adalah bu N-- aku berfikir tentang guru-guru yang ada di sekolah ini.
bu E, sebenarnya bisa saja berjualan mie ayam secara langsung. maksudnya, beliau bisa bikin mie ayam sendiri dan ngga perlu ambil dari orang lain karena bu E ini jago masak. lalu... kenapa kok ngga bikin sendiri aja? karena beliau sibuk ngajar dan masih punya anak kecil, pasti ngga sempat untuk masak-masak buat jualan.
juga guru-guru lain yang secara kualifikasi bisa aja melamar untuk jadi dosen. atau bapak-bapak guru yang mungkin bisa mengembangkan bisnis atau berkarir di bidang lain.
tapi itu ngga mereka lakukan. mereka memilih jadi guru.
bukan berarti mereka ngga mampu untuk bekerja yang lain; namun ada sesuatu yang membuat mereka ada di sekolah ini.
termasuk juga aku.
ada alasan-alasan yang membuat aku tetap ada di sekolah ini. meskipun pernah merasa ingin menyerah, tapi aku masih ingin berusaha menunaikannya.
sebab menjadi guru itu bukan hanya bicara tentang profesi. tetapi juga kontribusi.
selamat hari guru, hormatku untuk guru-guru luar biasa yang berdedikasi membangun generasi.
***
terimakasih bu guru, terimakasih pak guru.
semoga Allah berikan balasan.
terimakasih bu guru, terimakasih pak guru.
semoga Allah berikan pertolongan.
Ibu tidak diminta sempurna; ibu hanya diminta pulang kepada Allah setiap kali sabar itu runtuh.
Ummubalqis
kayaknya, aku salah pilih tempat duduk di meja tim deh. ada hal-hal yang ngga ingin aku lihat --tapi malah kelihatan.
sesuatu yang menurutku ngga tepat, tapi aku belum bisa menegur atau bahkan belum berani untuk melapor. karena aku masih ragu, apakah itu memang betul-betul ngga tepat atau cuma perasaan dan penilaianku aja.
mungkin kalau memang aku ngga mau peduli,
harusnya aku pilih kursi yang ngadep lemari atau tembok sekalian.
nasihat hidup
nasihat hidup itu turun kepada kita dengan tiga cara.
pertama, dari orang tua dan guru-guru kita. norma-norma kehidupan, nilai-nilai keagamaan, hal-hal yang baik dan tidak, yang dapat diterima dan tidak. seringkali isi nasihat ini adalah perintah dan larangan.
kalau nasihat yang pertama tidak mempan, nasihat itu akan datang dalam rupa pengalaman orang lain. entah orang-orang terdekat kita, entah seseorang yang tak kita kenal yang hanya kita ketahui sekilas kisahnya saja. nasihat yang ini isinya adalah konsekuensi. kalau berbuat begini, ternyata balasannya begitu.
seharusnya dua nasihat itu cukup bagi kita untuk membangun benteng prinsip. tapi, kalau ternyata tidak mempan juga, nasihat yang ketiga akan datang: pendidikan Allah. kamu berbuat sesukamu, bermaksiat, berdosa dan berlaku zalim. terus-menerus hal itu kamu pelihara hingga kamu menabrak sesuatu yang besar: tabungan dosamu sendiri. pendidikan Allah kemudian datang dalam bentuk kesusahan, kesempitan, kesedihan yang tak berkesudahan, kebuntuan, serta perasaan-perasaan yang tak nyaman lainnya.
oleh karena itulah, bagimu sangat penting untuk menjadi seseorang yang bisa dinasihati. supaya apa? supaya tidak perlu kamu menerima nasihat hidup yang ketiga. cukuplah nasihat dari orang tuamu. cukuplah pengalaman orang lain mengajarimu.
sudah sampai di sana? ternyata belum. ternyata ada nasihat yang keempat meskipun ini bukan nasihat dunia. dan yang ini paling mengerikan. setelah semua perbuatan tercela--entah berakibat pada kejatuhan diri atau tidak--diri belum juga bertaubat. kenikmatan yang masih diterima adalah istidraj, sementara kesusahan yang ada tak secuil pun menggerakkan hati untuk kembali pada jalan yang lurus.
lalu di mana pendidikannya diberikan? mungkin di alam barzah. mungkin di akhirat. bukan lagi nasihat hidup. na'udzubillah.
jadilah seseorang yang mudah dinasihati. belajar bukan untuk menjadi pintar, melainkan untuk menjadi bijaksana, bahagia, dan berakhlak mulia.
Akhir-akhir ini merenungkan sebuah kalimat yang dulu sekali kudapatkan ini :
Kamu akan menghabiskan sebagian besar umurmu di tempat kerja, jadi pastikan pekerjaan mu akan membawamu ke surga
:')
With every struggle Allah shapes your personality for the better. With every hardship Allah carves you into a better human being. With every challenge Allah makes you a stronger person. With every stream of tears that flow Allah makes you a softer person. Every difficulty that you go through has a well defined purpose. Trust Allah and Trust his process. He is with You all along the way.
Jika seorang ibu ridha dengan perannya, Allah akan lapangkan dadanya dan kuatkan langkahnya. Sebab ridha pada takdir adalah kunci turunnya ketenangan.
Bukan tentang seberapa banyak yang harus aku kerjakan, tapi seberapa ikhlas aku menjalani yang Allah tugaskan.
-aha.faruqi
beberapa hari ini aku menyadari sesuatu, ternyata aku terlalu banyak mengonsumsi konten dari sosial media. awalnya karena tiap ngobrol sama suami, kok aku seriiing banget menceritakan apa yang kulihat di sosial media. sumber obrolannya ngga variatif gitu. ngga ada bahan obrolan dari buku yang kubaca, atau kajian yang kudengar, atau dari hal-hal yang aku lihat dan alami.
sampai setelah itu, tiap mau melempar topik obrolan sama beliau --dan ternyata sumbernya dari sosmed, akhirnya aku tahan. ngga jadi aku sampaikan. lalu aku cari-cari apa kiranya topik lain yang sumbernya bukan dari sosmed.
rupanya ngga kutemukan.
sedih ya.
tandanya aku sekarang kurang baca buku, kurang asupan "bergizi" buat otak dan jiwaku. aku kebanyakan asupan ringan yang ibarat makanan, penuh bahan ngga menyehatkan tapi bikin kecanduan.
semoga ngga keterusan candunya.