Tips Memotret Rangkaian Peristiwa
Rangkaian foto pada hari kedatangan rombongan bapak Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Purbalingga ke SMK Negeri 1 Bojongsari Purbalingga pada tanggal 1 Desember 2015.
Mulai dari prosesi kedatangan rombongan di pintu gerbang (foto bawah) lalu turun dari mobil dan mendadak bapak gubernur menghampiri kelas yang paling dekat dengan parkir rombongan. Padahal kelas tersebut baru saja kelar olahraga, kebayang dong keringatnya bocah (foto atas).
Tamu rombongan disambut oleh ibu Kepala Sekolah dan berjalan beriringan ke kantor (foto bawah)
Pak Ganjar memberikan briefing dan pengarahan..
Pak Ganjar Pranowo mengunjungi salah satu ruangan kantor.
..lalu berfoto bersama siswa.
Peristiwa di atas semua terekam dengan baik karena saya memang sedang membuat tulisan tentang karya foto jurnalistik dengan urutan yang sebisa mungkin teratur. Metode EDFAT juga saya gunakan agar foto-foto tersebut memenuhi keriteria sebagai foto jurnalistik.
Apa itu EDFAT? EDFAT dalam foto kategori jurnalistik adalah :
Entire = mengambil foto manusia dan lingkungan peristiwa tersebut agar penikmat foto mengenal sebuah peristiwa secara utuh
Details = Keberadaan subjek terekam secara detail mulai dari hal-hal yang kecil sampai yang besar.
Frame = memperhatikan elemen di sekeliling subjek baik background maupun foreground
Angle = pengambilan gambar pada setiap komposisi dari berbagai angle/sudut untuk menciptakan kesan dramatis atau datar dari sebuah peristiwa serta membawa aura peristiwa ke penikmat foto
Time (timing / moment / waktu) = ini yang paling berharga, moment bagus dari sebuah peristiwa tidak akan terulang dua kali. Diperlukan insting serta kejelian melihat peristiwa serta mampu meprediksi sesuatu akan terjadi pada subjek foto.
Pada beberapa foto di atas sudah saya coba terapkan metode EDFAT agar setiap jepretan gambar yang sederhana mengandung nilai berita dan mampu bercerita banyak.
Ada pun hal-hal teknis seperti setting kamera saya menggunakan lensa kit dengan mode P. Pada mode ini saya cukup bermain ISO rendah (untuk peristiwa di luar ruang) dan flash eksternal saya bounced di dalam ruang dengan power 1/2 agar subjek tidak over-eksposur.. Sisanya seperti aperture dan shutter speed biar si kamera saja yang atur. Eksposure saya set di angka 0. Mode P saya pilih karena saya tidak sedang mengejar bokeh, yang saya kejar adalah moment terbaik dengan komposisi yang pas pada setiap peristiwa karena pergerakan subjek lumayan mobile dari satu tempat ke tempat lain.
Tips lain adalah jangan lupa bekerja sama dengan fotografer lain terutama fotografer bawaan dari masing-masing orang penting. Saling bergantian memberi ruang dan tidak mendominasi juga salah satu hal yang patut diperhatikan di samping aspek teknis dan visual.
Itu saja pengalaman saya dalam mengabadikan sebuah peristiwa. Semoga dapat menginspirasi Anda untuk selalu jeli mengabadikan tiap peristiwa yang terjadi di sekitar Anda dengan bahasa gambar.