17. Khadijah itu lembut, penyabar, penuh pengertian, & dukung penuh perjuangan. Tapi tak semua lelaki mampu beristeri jauh lebih tua.
18. ‘Aisyah: cantik, cerdas, lincah, imut. Tapi tak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya nan sampai banting piring di depan tamu
Yang mana? Khadijah atau Aisyah?
ada yg memilih Khadijah. Jadi yg memilih Khadijah, Seperti apa, Khadijah itu?
Lembut, Penyayang, Keibuan, Pegertian, Penuh dukungan, rela mengorbankan harta jiwa untuk menyokong perjuangan suami, terpercaya mengurus rumah ketika ditinggal suami pergi. LUAR BIASA.
“Mau yg begitu? mau ya??” - tanya ustadz salim
“Baik. saya doakan antum benar2 mendapatkan yg seperti Khadijah. YANG LEBIH TUA PUN TIDAK MASALAH :D” “ya Kalau minta sesuatu itu kan yg lengkap ya?!” tambahnya.
Cantik, Cerdas, Pinter, Lincah, Imut2, Sporty..
Cerita sama Khadijah, gak ada ceritanya Rasulullah lomba lari sama Khadijah, gak ada. Adanya lomba lari sama Aisyah. Pergi ke fitnes bareng gak ada itu ceritanya sama Khadijah, adanya sama Aisyah. Pergi nonton, gak ada ceritanya sama Khadijah, adanya sama Aisyah. Nonton tari tombak di masjid. Saling bersandaran menempelkan pipi sama pipi. berdua. (Jangan itu yg dibayangkan!!!)
Saya do'akan. (Kok jd gak mau? “pasti belakang ada tapinya ini..”)
Iya. Siapkah dengan sifat pecemburunya Aisyah.
Banting piring di depan tamu. Oiya, bagaimana suatu ketika Rasulullah sedang menjamu tamuya dengan piring2, kemudian tamu itu baru makan, baru mengambil makanan di atas piring itu, tiba-tiba Aisyah datang, mengambil piring itu dibating di depan tamunya, “PRAKKKK….”
Siap-siap piring plastik kalau begitu.
Kenapa? Tapi antum bayangkan Rasulullah, ada orang sedang menerima tamu, datang istrinya membanting piring di depan tamu, biasanya ingin menyelamatkanharga dirinya sendiri dengan caranya memarahi istri. iya kan?Tapi Rasulullah apa yg dikatakan? Senyuuum aja sambil mengatakan “Maaf ya, ibu kalian sedang cemburu”.
biasanya gak ada rumah tangga ikhwah yg istrinya mengatakan ke suaminya ,“Kamu itu cuma ngaku-ngaku ….(titik2) )
Tapi Aisyah, sampai membuat para ahli hadits bingung, karena ada di riwayat rumah tangga Rasulullah itu Aisyah pernah berkata kepada Nabi,
“Kamu itu cuma ngaku-ngaku Nabi!”
itu kan ulama bingung. Ini maksudnya bagaimana? Orang istri sendiri kok meragukan keNabi-an suami. Mana mungkin Aisyah meragukan kenabian Muhammad saw, suaminya. Maka untungnya dijelaskan oleh pakar psikologi kalau “Bahwa itu kalimat yg diringkas”. Jadi orang itu kalau marah kalimat aslinya bukan begitu. Kalimat Aisyah bunyinya adalah “Aku tau kamu Nabi, tapi kenapa hari ini aku tidak merasakan kasih sayang, cinta, keadilanmu, dan semua perilaku kebaikanmu yang mencerminkan bahwa kau Nabi. Knapa hari ini aku tidak merasakan itu?”
Nah, itu kalimat kalau buat marah kan kepanjangan.
Loh, kita ini kan cenderung suka meringkas ya. memang di dunia wanita kecenderungannya ada yg membuat kalimat tidak langsung yg diringkas. itu kadang2 berbahaya. kalau suaminya tidak faham. Tapi tenang saja Nabi waktu itu mengatakan, “maafkan aku.”
Nah, siap dengan Aisyah yg seperti itu? Saya doakan.
Nah, artinya apa teman-teman? saya ingin mengambil ibroh,
Nabi saja yg sempurna, laki-laki paling baik, mendapatkan istri yg juga tidak sempurna. Maka yg kita cari bukan yg sempurna, tp yg TEPAT.
Dan tepat itu tdk harus sama. “saya itu beda jauh sama dia. karakternya gak mungkin cocok kayaknya.”
Siapa yg bilang? Rumus kecocokan itu macam2. Ada rumus kecocokan itu kesamaan, memang ada. Ada yg kemudian disebut sebagai keseimbangan. Panas yg sangat tinggi ketemu dgn kebekuan yg sangat menggigilkan, jadinya kehangatan. itu namanya keseimbagan. Jadi anda jangan heran kalau ada “Ih..itu karakternya bumi dan langit lho. kok bisa ya nikah?” gitu. BISA SAJA.
atau ada juga yg beda, bukan beda berlawanan tp yg satu seperti hujan yg turun, yg satu seperti tanah yg subur. maka tumbuhlah buah2an. Itu kegenapan.
Bukalah ruang seluas-luasnya. Jadi jika anda jatuh cinta hari ini, jangan jatuh cinta pada satu orang tapi pada yg banyak sekalian.. :D
Jangan bilang “Aku tidak mungkin jatuh cinta pd org yg demikian!”
Kalau anda memang harus jatuh cinta, saya sendiri menyarankan anda untuk bangun. Tapi jika harus mengalami proses jatuh dulu, jatuhnya yg banyak sekalian..
jd ada yg tanya, “istikharah itu jawabannya pedomannya apa?”
saya juga tidak tau. “Apa mesti mimpi?”
Jadi kata Imam Syafi'i: selisihilah hawa nafsu.
Kalau memilih setelah istikharah, selisihilah hawa nafsu. Kalau ada biguung saking bingungnya selisihilah hawa nafsu.
disadur dari kajian pranikah ustad Salim A Fillah