"Menjadi seorang ibu itu pekerjaan seumur hidup",
Perkataan diatas membuat saya semakin tertarik untuk mempelajari, memperhatikan, membaca, mendengar serta menyimak. Bagaimana menjadi seorang ibu yang baik dan dicintai anak-anaknya.
Dari kecil banyak ilmu yang kita dapat dari orang tua. Namun tidak sepenuhnya dapat diambil. Semakin dewasa seorang anak akan semakin paham dampak dari pengasuhan yang salah. Tapi jangan selalu menyalahkan orang tua bisa jadi memang anaknya yang susah untuk didik/pengaruh lingkungan dll.
Ada sebagai orang tua yang kurang sabar, emosional, melakukan kontak fisik, berkata kurang baik dan sebagainya dalam hal mendidik anak.
Apabila hal tersebut dilakukan sedari dini sungguh dampaknya akan berbahaya, kejadian anak ketika kecil akan lebih mudah terekam di long term memory (ingatan jangka panjang). Inci demi inci kejadian buruk yang mereka alami bisa menjadi boomerang untuk orang tuanya sendiri.
Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang diberikan Allaah. Orang tua pun harus siap menerima kekurangan dari sang anak, nasib buruknya banyak yang belum sadar.
Bisa jadi dia lemah dalam menghitung namun dia ahli dalam menghafal. Tapi mengapa terkadang masih saja dipaksakan?
Beberapa pekan lalu ada seorang ibu menanyakan kepada saya melalui web ( diplatform tersebut saya memilih fokus membahas masalah dibidang education dan since). Ibu itu bertanya, bagaimana ya biar anak saya rajin sholat?
Semoga Allaah selalu memberikan kebahagiaan kepada ibu tersebut, sebagai seorang anak hal yang paling buat bahagia ketika ibuku bilang, "tinggalin kerjaannya, sudah adzan sholat dulu".
Ungkapan Cinta yang paling sempurna.. Menurutku
Jangankan anak-anak orang yang dewasa pun masih banyak yang lalai. Emm kita tak usah naif, akui saja terlebih lagi perkara dunia yang katanya "menyibukkan" padahal dalam satu hari ada 24 jam. Cukup luangkan sekitar 15-20 menit untuk satu waktu, tapi apa yang membuat manusia tak sempat? Atau tak mau. Allahu yahdik..
Baiklah terkait pertanyaan ibu tersebut, saya mencari sumber yang dirasa baik untuk diterapkan. Dari beberapa banyak metode ada point inti dalam upaya orang tua untuk membiasakan anak sholat, diantaranya
Keikhlasan dalam membiasakan anak untuk melaksanakan sholat, niat kita sebagai orang tua untuk mengharap wajah Allah sehingga akan memancarkan kekuatan orang tua agar tidak goyah oleh terpaan angin dan perubahan iklim sang anak.
Tumbuhkah rasa takut terhadap su'ul khatimah (kesudahan yang buruk) dan tanamkan rasa khusnul khatimah pada diri mereka.
Dahulukan masalah akhirat daripada dunia dalam segala kondisi dan kesempatan agar anak terbiasa tidak ada persaingan antara keduanya. Misal, menunaikan sholat pada waktunya lebih penting daripada melaksanakan tugas sekolah dll.
Merangkul, memeluk dan mengusap punggung /kontak batin serta berbicara dengan lembut yang diberikan kepada anak sebagai motivasi untuk melaksanakan sholat.
Kaitkan hati anak dengan Allaah azza wa jal caranya menamankan prinsip tauhid dalam diri anak; Cinta Allah dan RasulNya, taat kepada Allah dan RasulNya. Takut, berharap dan iman. Hal ini dapat diterapkan dengan berbincang santuy dengan bahasa perasaan diwaktu renggang.
Tanaman ayat ini pada anak anda, Allah berfirman " Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" ( Al-Alaq 14). Maksudnya meskipun orang tua sedang tidak ada didekatnya maka dia akan tetap sholat. Hal ini berarti bahwa sbg orang harus menumbuhkan pengawasan Allaah terhadap dirinya serta keikhlasan ibadah hanya untuk Allah semata. Sehingga ia sholat karena Cinta, mengagungkan dan takut karena Allah bukan karena orang tua.
Jelaskan kepada anak tentang nikmat-nikmat Allaah. Sampaikan sesering mungkin secara detail. Usahakan untuk menarik perhatian mereka pada nikmat-nikmat yang biasa nya tidak disadari manusia. Jelaskan bahwa nikmat yang diberikan Allaah harus kita syukuri dengan menyembah Dzat yang memeberikan nikmat tersebut.
Tulislah hukuman berkenaan dengan orang yang meninggalkan sholat di atas selembar kertas yang menarik dengan huruf yang besar dan jelas. Tempelkan ditempat yang mudah terlihat, jika anak belum bisa membaca ceritakan tentang kisah orng yang meninggalkan sholat.
Berikan pujian objektif untuk anak, tunjukkan rasa Cinta mu jika ia telah melaksanakan sholat.
Biasakanlah untuk anak laki-laki sholat dimasjid. Ayah memiliki tanggung jawab besar untuk memerintahkan anak-anak sholat serta menanamkan kepada anak laki-laki untuk selalu sholat dimasjid awal waktu. Namun bila ayah tak dirumah, maka ibu tidak boleh menganggap remeh dan malas untuk memerintahkan. (Harus ada kerja sama antara sumtri)
Dari beberapa metode diatas tetaplah sebagai orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Jika anak ingin rajin sholat maka sebagai orangtua pun harus demikian. Harus memiliki tekad bulat untuk selalu mengingat anak, semua keletihan dan kesusahan yang dihadapi akan berbuah manis. ان شاءالله oleh karena itu jangan berputus asa sebab semua orang tua harus berjihad dalam mendidik anak.
Maka dari itu sangat penting; untuk memilih istri shalihah atau suami shalih, agar pernikahan yang diberkahi mendatangkan keturunan yg baik dengan izin Allaah azza wa jalla.
Semoga dari tulisan ini dapat dipetik manfaatnya, dan semoga Allaah senantiasa menjadikan kita orang tua yang dapat membawa anaknya kesyurga, serta diberikan keturunan yang shalih/hah. Aamiin...
Hanya berbagai dari apa yang dipelajari:)