Mungking menjadi asing secara perlahan ialah caramu untuk pergi dengan bijak. Aku paham jika kau pergi begitu saja saat keadaanku tidak baik-baik saja maka dalam hidupku hanya tersisa gelap.

Andulka
Not today Justin
KIROKAZE

#extradirty
Today's Document
Mike Driver
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sade Olutola

titsay
ojovivo

PR's Tumblrdome

JVL
Lint Roller? I Barely Know Her

shark vs the universe

bliss lane

Love Begins
I'd rather be in outer space 🛸
Noah Kahan
Claire Keane
taylor price

seen from Netherlands
seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from Vietnam

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Japan

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
@rizqymthqien
Mungking menjadi asing secara perlahan ialah caramu untuk pergi dengan bijak. Aku paham jika kau pergi begitu saja saat keadaanku tidak baik-baik saja maka dalam hidupku hanya tersisa gelap.
siapa salah siapa benar
Bahkan diusia hubungan yang sudah sangat lama tidak akan menjamin pasangan akan menerima selalu ego tentang pasangannya. Ego yang dianggap paling benar dan dirasa ego tersebut adalah hal yang seharusnya terjadi.
Menunggu salah satu yang mengalah untuk menerima ego pasangan apakah merupakan jalan keluar yang tepat ? Nampaknya permasalahan itu akan terus terjadi dalam berpasangan.
Diam dan tidak berisyarat satu sama lain adalah jalan ambang pilu dalam berpasangan untuk memikirkan ego siapa yang paling benar dan masih bisa diterima. Sungguh keresahan yang membuat otak dan pikiran bekerja lebih untuk memikirkan awal apa atau akhir apa dalam sebuah keputusan.
Muthaqien.
Berharap secukupnya saja, karena hati manusia bisa berubah kapan saja.
Bianglala
Yang indah teramat sangat, aku ingin putar mundur pada saat itu. Jika tidak bisa, maka berputarlah secara perlahan. Aku belum siap melupakan (saat itu) tapi jangan berhenti saat di atas, aku tak mau jatuh ketika berharap tinggi.
Muthaqien.
Pada jogja aku titipkan hal manis dan kuleburkan rasa marah, kecewa serta khawatir didalamnya. Setiap langkah-langkah di sana ialah reka adegan sekaligus kuhapus luka dan rasa yang pernah ada. Kini tlah kulepas semuanya yang ada, terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan.
Kini
Lambat laun kusadari beberapa rindu memang harus sembunyi-sembunyi, bukan untuk disampaikan hanya untuk dikirimkan melalui doa.
Beberapa rasa memang harus dibiarkan menjadi rahasia, bukan diutarakan hanya untuk untuk disyukuri keberadaannya.
Ego..
Hai, saya kira pertemuan itu membuat hubungan kita kembali menjadi baik-baik saja. Hmmm.. iya sih awalnya baik-baik aja, tapi kenapa ya semakin lama semakin kita gak bisa kontrol ego masing-masing.
Gak ada yang salah kok, cuman ya emang aku belum bisa meredam ego kamu dan kamupun sebaliknya tidak bisa meredam egoku.
Pada akhirnya kita berjalan masing-masing lagi kan sesuai ego itu. Andai ego kita sama, mungkin ceritanya beda ya saat ini.
Perlukah sebuah pernyataan agar membuat kamu pergi ?. Jika perlu, maka aku tetap tidak bisa membuat pernyataan tersebut. Karena aku tau sakitnya akan kata-kata yang membuat perpisahan.
Tidak Seperti Pikiranmu
Kamu pikir semudah itu mengambil keputusan untuk mengakhiri ini?
Kamu pikir aku tidak merenungkan semuanya?, setelah kita bersama, setelah apa yang sudah di perjuangkan selama ini, apa itu mudah? Semudah kedua mata yang mengeluarkan air?, semudah ego kita yang mudah bergejolak hingga tak ada isyarat satupun yang mampu menenangkan.
Kamu pikir menenggelamkan semua janji yang pernah terucap itu mudah? Menghapus semua apa yang telah terjadi dalam ingatan, mengobati setiap goresan luka hati, dan menyesali waktu yang telah sia-sia.
Percayalah itu tak semudah yang kau kira, akan ada masa ketika kita sudah lelah dan harus mengakhirinya.
Muthaqien,
Bandung.
Setidaknya kita pernah berhenti dalam keadaan baik-baik saja,
Setidaknya diantara kita tak perlu menunggu jatuh ketika berlari,
tak harus perlu lelah ketika harus mengejar. Tak perlu ada air mata yang mengalir ketika gejolak itu tak bisa di bendung.
Dan yang terpenting, tak harus menunggu sakit dahulu ketika semuanya selesai.
Muthaqien.
Bandung.
Aku sedang mempelajari kembali pikiran ku sebelum beramsumsi betapa bodohnya aku pada waktu itu.
Mencoba memahami hati ini, mengapa bisa bisanya perasaan itu bisa hadir dan menerima setiap luka yang ia berikan.
Kau apakan pikiran dan hatiku pada saat itu ? hingga kau leluasa meng obrak-abrik, lalu keluar masuk hingga keduanya menjadi luka.
Muthaqien,
Bandung, 24 April 2020.
Entah sampai kapan diri ini membenci mu, jangankan memaafkan mu, menyebut namamu saja ku sudah muak, mendengar namamu seakan mendengar hal buruk yang aku rasakan. Teringat racun racun yang telah kau beri hingga membuat luka pikiran dan hati ini.
Tapi ku tak mau membuat luka lagi hati dan pikiran ini ketika ku mendegar nama dan mengingat mu. Ingin ku sudahi, agar luka itu tidak tiba tiba datang lagi,
Tolong kamu jangan hadir dulu, tolong jangan ada yang menyebut namanya dulu,ku sedang menemukan obatnya dulu.
Muthaqien,
22 April 2020.
Tentang Itu, harapan
Pernah terpikirkan tidak ada lagi harapan dalam gelap yang tak kunjung terang, pada doa yang tak kunjung di dengar, dan pada harapan dalam ketepurukan.
Memikirkannya begitu lelah, seakan titik harapan itu sudah memudar dan yang tersisa hanyalah jiwa jiwa yang kosong tanpa sebuah cahaya harapan.
Tak ada lagi kata kata yang bisa di sampaikan, bahkan isyarat apapaun takan sampai, jikapun sampai isyarat itu tak akan ada yang bisa memahami. Begitu berat sebuah isyarat itu di pahami, seberat ketepurukan yang terjadi pada manusia yang hilang harapan pada jiwanya.
Muthaqien,
Bandung, 22 April 2020
Jika pergimu baik untukmu, maka pergilah. Aku tetap rumah bagi pulang mu dan tempatmu berkeluh kesah.
Ibu, salah satu sumber segala inspirasi.
Jika pertemuan di rayakan dengan suka cita, maka perpisahan di rayakan dengan selayaknya. Selamat beranjak setelah memberi jejak, terimakasih. Aku merelakan mu.