Ketika Jiwa Suami Istri Tidak Sejenis
Oleh: Nia Nuraeni Gustini Lc., MA (Umm Marwan)
Sering terjadi seorang istri yang baik dan setia, namun suaminya justru memilih menceraikannya dan menikah dengan wanita lain yang wajahnya biasa-biasa saja dan akhlaknya bahkan kurang baik.
Mengapa seorang lelaki memilih wanita kedua dan meninggalkan istri yang cantik dan setia?
Banyak alasan yang dapat menjelaskan hal ini.
Di antara yang utama adalah kecocokan ruh atau jiwa antara lelaki tersebut dengan wanita kedua.
الأرواحُ جنودٌ مجنَّدةٌ، فما تعارف منها ائتلف، وما تناكر منها اختلف
“Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang dihimpun dalam kesatuan. Jika saling mengenal di antara mereka maka akan bersatu. Dan yang saling merasa asing di antara mereka maka akan berpisah.”
Kecantikan wanita memang merupakan salah satu daya tarik utama. Namun banyak hal lain yang juga dilihat seorang lelaki pada wanita, di antaranya:
nyambung ketika berbicara
pandai membahagiakan suami
Dan yang terpenting adalah memiliki jenis jiwa (nafs) yang sejenis.
Perbedaan Ruh dan Jiwa dalam Islam
Apa bedanya ruh dan jiwa (nafs) menurut Islam?
Ruh adalah inti kehidupan, sedangkan jiwa (nafs) merupakan bagian yang terkait dengan kecenderungan, dorongan, dan keadaan batin manusia.
Al-Qur’an menyebutkan beberapa jenis jiwa. Setidaknya tiga ayat ini menjelaskan tentang nafs:
QS. Yusuf ayat 53 – tentang nafs ammarah (jiwa yang cenderung mengajak kepada kejahatan).
QS. Al-Qiyamah ayat 2 – tentang nafs lawwamah (jiwa yang sering menyesali diri).
QS. Al-Fajr ayat 27–30 – tentang nafs muthmainnah (jiwa yang tenang).
Sering kali seseorang tertarik kepada pasangan yang jenis jiwanya serupa:
Suami yang berjiwa amarah cenderung mencari istri yang sejenis.
Suami yang berjiwa lawwamah cenderung mencari istri yang sejenis.
Suami yang berjiwa muthmainnah cenderung mencari istri yang sejenis.
Karena itu tidak heran jika kadang kita mendengar pasangan suami istri terlibat bersama dalam suatu kejahatan. Jiwa yang buruk saling mendukung dan membantu satu sama lain.
Jodoh adalah Cerminan Diri
Allah Ta’ala berfirman dalam QS. An-Nur ayat 26:
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula).
Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula).”
Perceraian kadang terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah ketika jiwa suami dan istri tidak sejenis.
Kadang Allah memberikan ujian kepada seseorang dengan pasangan yang berlawanan dengan jiwanya.
Suami berjiwa muthmainnah (tenang dan baik) mendapatkan istri berjiwa ammarah.
Istri berjiwa muthmainnah mendapatkan suami berjiwa ammarah.
Semoga Allah memberikan kemudahan bagi para muslimah yang masih sendiri untuk mendapatkan pasangan muslim yang sejenis jiwanya, yang dapat membawa mereka menuju kebaikan dunia dan akhirat.