Tentang Evolusi dan Hal-hal yang Tak Selesai
Edan judulnya indie banget.
Tapi memang saya mau cerita tentang hal-hal yang tak selesai dan mengaitkannya dengan evolusi.
Baru saya tahu setelah baca buku anoa Pak Haris yang baru bahwa "evolusi" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Latin yang artinya "mengeluarkan dari lipatan". Awalnya kata ini digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana pelat tektonik berubah wujud secara perlahan dalam kurun waktu ribuan tahun. Mereka terlipat atau terurai dari lipatannya, tergantung bagaimana panas Bumi nun jauh di dalam sana berproses.
Sama seperti Bumi dan isinya, manusia adalah sebuah pekerjaan yang belum selesai. Karakter manusia bukan sesuatu yang final. Bahkan ada ungkapan bahwa selesainya manusia itu di liang lahat. Sebelum bendera kuning berkibar di depan rumah, kita masih bisa berubah.
Sama seperti Bumi, perubahan ini tak bisa cepat. Kamu harus mencoba langkah-langkah kecil yang paling efektif untuk hidupmu. Allah juga suka perubahan yang kecil tapi konsisten kan? Dan begitulah Yang Mahakuasa membuat alam bekerja: perubahan kecil yang sedikit demi sedikit terjadi secara konsisten.
Kapan semua ini selesai? Kapan alam, manusia, dan Bumi berhenti berubah?
Teman-teman di Fisika Teori dan Matematika berupaya menjawab hal ini dari sisi sains. Kata mereka, tak mungkin alam ini tidak berbatas. Terlalu banyak informasi yang harus disimpan dalam semesta jika waktu dan ruang tak memiliki batas.
Namun, ada kengerian tersendiri dari ketiadaan batas. Bagaimana otak manusia bisa bekerja tanpa konsep hidup dan mati, tanpa konsep Pengadilan Akhir dan gratifikasi yang tertunda?
Namun jembatan itu nanti dulu kita seberangi jika kita sudah tiba di sana. Saat ini, mari bersyukur kepada kenyataan bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini. Artinya, sama seperti halnya akan selalu ada derita, akan selalu ada harapan. Kita tak tahu kejutan apa atau bagaimana jalan hidup kita akan dibawa oleh proses berpikir kita dan lingkungan yang kita pilih.
Sebagai saintis, saya selalu berusaha mencari sejauh mana kita bisa memastikan sesuatu akan terjadi, tapi diam-diam saya selalu bersyukur setiap ada residu dan keacakan yang tak terjelaskan. Evolusi dan semua hal yang tak selesai dapat membuat upaya untuk hidup lebih berarti.