Uninstall Instagram (?)
Sudah hampir satu pekan ini, aku tak membuka aplikasi Instagramku, sejak aku memutuskan untuk meng-uninstall-nya beberapa hari yang lalu. Sebenarnya wacana ini sudah sering mampir di kepalaku. Tapi dahulu, banyak pertimbangan yang menahanku untuk tetap menggunakan Instagram. Salah satunya adalah, Instagram adalah salah satu media dakwah yang sangat efektif. Terbukti beberapa kali ku membuat konten di Instagram history, PM masuk bertubi-tubi entah berupa pertanyaan ataupun masukan. Dan, karena konten yang ku buat di Instagram pula, teman-temanku yang dulu kurang terbuka tentang masalahnya, sedikit-sedikit bercerita tentang kisahnya masing-masing dan ku berikan saran yang sesuai dengan tuntunan Islam semampuku.
Lalu, kenapa di-Uninstall ?
Mungkin ini adalah alasan yang egois.
Aku hanya ingin terapi mata.
Aku hanya ingin menjaga hafalanku.
Aku hanya ingin menutup celah untuk setan menghasutku.
Kok bisa ? Memangnya ngeliatin aurat orang lain di Instagram ?
Nope. Aku tidak sedang membicarakan perempuan-perempuan yang berduit tapi tak sanggup membeli kain. Aku membicarakan tentang perempuan-perempuan berpakaian syar’i, yang memposting foto-foto dirinya.
Seriously..
Seluruh laki-laki yang menjadi followers-nya akan dapat melihat dirinya, wajahnya, untuk waktu yang lama. Apalagi jika tidak di private, seluruh laki-laki penghuni Instagram di dunia akan dapat melihat wajah kalian seharian. Karena perempuan yang di foto ngga bisa menutupi wajahnya sendiri jika malu dilihat banyak laki-laki, right ?
Sejujurnya, aku belum terlalu paham bahasan mengenai hukum posting diri bagi perempuan untuk urusan bisnis dan hukum-hukum lainnya yang terkait dengan tema ini. Jadi aku hanya menyoroti postingan-postingan yang “gemas-gemas manja”. Apalagi yang postingan wajahnya segede gaban sampe nutupin layar Instagram. Itu postingan atau adegan kaget di sinetron ? ._. Sampe di zoom in-zoom in.
Yasudah, kalau gitu ngga usah lihat explore kan ?
Explore bisa kita kendalikan gengs. Karena dia akan menampilkan foto-foto yang ada kaitannya dengan aktivitas kita di Instagram. Lagipula, memang benar, jika masalahnya memang ada di explore, maka cukup tidak membuka explore.
Yasudah, tinggal unfollow orangnya kan ? atau kalau perlu di block ?
Mungkin itu benar. Dan itu adalah cara yang paling efektif. Tapi, belum tentu efisien.
Alasannya ?
Tidak tahu :D. Bantu aku kalau kamu punya jawabannya hehe. Karena feeling ku selalu mengatakan itu bukan cara yang tepat.
Yasudah, tinggal nggak usah melihat foto-foto perempuannya kan ?
Nah, itulah yang sampai detik ini aku membuat postingan ini, belum dapat aku kendalikan. Terlalu banyak foto yang bertebaran. Aku tidak berbicara tentang explore, hal ini sudah aku bahas sebelumnya. Yang aku ingin sampaikan adalah tentang foto-foto yang ada di Timeline. Yang ketika aku membuka Instagram, seketika muncul foto perempuan dengan wajah menutupi layar, seakan seperti pop up kartu undangan yang siap muncul keluar.
Aku tidak mengatakan bahwa Instagram itu haram. Poin yang ingin aku sampaikan adalah kebijaksanaan dalam menggunakannya. Aku salut dengan akhwat yang mempunyai 2 akun. Satu akun untuk dakwah, dan satu akun lagi untuk postingan foto-foto dirinya, dimana akun itu hanya meng-accept perempuan untuk menjadi followers-nya. Ini lebih aman menurutku.
Jadi, akan selamanya tidak menggunakan Instagram ?
Entahlah. Aku masih berfikir bahwa Instagram adalah salah satu media yang sangat efektif untuk berdakwah. Mungkin jika aku sudah yakin, aku akan kembali menggunakan Instagram. (Ngomong udah kek selebgram ae wkwk).
Terima Kasih! :D














