Pada akhirnya, aku memilih untuk menjadi penjahat dalam cerita hidupku sendiri. Bukan karena aku ingin merusak segalanya, tetapi karena aku tahu ada hal-hal yang harus kuberikan, meskipun itu berarti menghancurkan diriku sendiri. Aku memilih untuk menyelamatkan dia, orang yang paling aku sayangi, dengan cara yang mungkin tidak akan pernah dimengerti oleh siapa pun, agar namanya tetap terjaga baik di mata dunia. Aku rela mengorbankan diriku, mengubur segala rasa sakit dalam diam, demi memastikan dia tetap dihormati, tetap dihargai.
Aku tahu, langkah ini akan membuatku terlihat sebagai orang jahat. Aku akan dibenci, dipandang rendah, bahkan mungkin dijauhi. Tapi tidak ada yang lebih penting bagiku selain melihat dia tetap utuh, tetap berdiri tegak, meski aku tahu, untuk itu, aku harus berjuang dalam kesendirian dan kehilangan. Aku menjadi penjahat dalam cerita ini, yang menanggung beban dunia tanpa pernah mengeluh, tanpa berharap dipahami, hanya berharap bahwa suatu hari nanti, dia akan tahu apa yang telah aku lakukan demi dia.
Tak ada yang lebih berat daripada menjadi bayangan yang tak terlihat, terhapus oleh kesalahan yang tak pernah aku buat. Tetapi aku rela, karena meski aku terjatuh, aku ingin melihat dia tetap kuat, tetap berjalan di jalannya tanpa beban.
















