Merah Jingga Kuning Hijau Biru Nila Ungu.
Aku yakin sekali dalam hidupmu pernah melihat pelangi ini.
Aku baru kemarin saja melihat.
Sore itu saat aku berlari ditemani dengan gerimis kecil, aku hampir saja menyerah dan memutuskan untuk berhenti dan pulang.
Dan aku tertegun melihat pelangi yang muncul di ufuk timur.
Pelangi ini menegur aku tentang 2 hal.
Seringkali ketika aku mendapat permasalahan yang bertubi-tubi aku ingin menyerah.
Atau lebih sering aku ingin melarikan diri. Menghilang dan berharap masalah itu akan pergi.
Aku lupa di ujung sana ada 'pelangi' indah yang akan muncul.
Hanya jika aku mau menghadapi masalah itu dengan berani dan maju terus.
Saat berlari di sore itu, aku ingin berhenti. Entah kenapa nafas ku tidak sebanyak biasanya ditambah dengan hujan gerimis yang membuat niatku untuk berhenti semakin besar.
Tapi aku bilang berulang kali dalam hati 'Kamu memasang target 5km, 5km lah yang harus kamu tempuh.'
Tapi niat untuk berhenti tidak hilang.
Namun aku tetap berlari dan menguatkan tekad.
Dan di saat itu aku melihat ke ufuk timur, dimana pelangi membentuk busur setengah lingkaran, membentang memperlihatkan keindahannya.
Seandainya aku berhenti di tengah jalan, aku tidak akan melihat pelangi ini, karena pelangi hanya akan muncul setelah hujan.
Seringkali aku menjalani hidup ini dengan mode autopilot, artinya aku menjalaninya seperti rutinitas tanpa henti.
Bangun tidur, mandi, makan, bekerja, bekerja, bekerja, mandi, makan, tidur.
Dan begitu seterusnya aku ulangi setiap hari.
Aku lupa menyapa awan yang menari, matahari yang tersenyum, bunga-bunga yang bernyanyi, burung-burung yang bersenda gurau, dan pelangi yang menunggu ramah.
Sore itu aku mengabadikan pelangi ini, karena belum tentu aku akan menyaksikan dia lagi.
Aku bagikan ke beberapa sahabat, supaya mereka pun bisa menikmati keindahan Tuhan ini.
Beberapa sahabat tinggal di kota yang sama dengan ku, namun mereka tidak menikmati hal yang sama.
Seseorang berkata dia sudah lama tidak melihat pelangi, karena dia tidak perhatikan ada pelangi atau tidak.
Ya, aku tepat seperti dia yang terkadang tidak memperdulikan apa yang ada disekitar.
Padahal keindahan itu bertaburan disekitar, menunggu untuk dinikmati.
Pelangi sore itu bisa membuat aku tersenyum.
Pelangi sore itu menunggu untuk aku nikmati.
Pagi ini langit begitu biru nya. Aku berhenti sejenak dari rutinitas ku, aku berdiri menghadap jendela, menarik napas panjang, menikmati langit biru itu dan berterimakasih dalam hati atas kesempatan menikmati keindahan ini.
Sore ini pun aku menyempatkan diri melihat langit sore yang indah, dengan matahari yang melambaikan tangan nya untuk berpamitan pulang.
Pelangi, terimakasih mengingatkan aku 2 hal ini.
Ketemu lagi di lain kesempatan.