Di dunia tumblr, sebagian besar orang menyembunyikan identitas mereka, tapi apa yang mereka tulis, adalah yang paling jujur di antara semua media sosial.
(via duaapuluhtiga)
Cengengesan sendiri baca ini :D
(via febriantiambar)
we're not kids anymore.
YOU ARE THE REASON
🩵 avery cochrane 🩵

Discoholic 🪩
Monterey Bay Aquarium
Lint Roller? I Barely Know Her

Andulka
art blog(derogatory)
Today's Document
d e v o n
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

shark vs the universe
cherry valley forever
tumblr dot com

izzy's playlists!

Love Begins

oozey mess

if i look back, i am lost

tannertan36
Sweet Seals For You, Always

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Colombia

seen from United Kingdom

seen from Indonesia
seen from Singapore

seen from South Africa
seen from Italy
seen from Sweden

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Vietnam
seen from Saudi Arabia

seen from Malaysia

seen from Malaysia
@semestaberbisik
Di dunia tumblr, sebagian besar orang menyembunyikan identitas mereka, tapi apa yang mereka tulis, adalah yang paling jujur di antara semua media sosial.
(via duaapuluhtiga)
Cengengesan sendiri baca ini :D
(via febriantiambar)
Jangan Jadikan Aku Istrimu, Jika..
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain.
Kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas. Wajah laki-laki lain yang terlihat begitu sempurnapun tak mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam. Sedang selama sembilan bulan aku harus selalu membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak lagi bisa tidur sesukaku.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka dan sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. Kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi. Dan aku bukan hanya teman yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menjatuhkan talak padaku. Kamu tahu betul, kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen bersama.
Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dan setrikaan yang menumpuk dan aku tidak sempat bahkan untuk menyisir rambutku.
Anak dan rumah bukan hanya kewajibanku, karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu. Dan jika boleh memilih, aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu akan tahu bagaimana rasanya.
Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti kamu lebih sering di kantor dan berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.
Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup untuk hari ini saja.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu. Meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku.
Bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap dipandang mata. Tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu, dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku. Karena aku tidak lagi punya waktu untuk diriku, sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih belum bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Sedang seiring waktu, kekurangan bukan semakin tipis tapi tambah nyata di hadapanmu dan kelebihanku mungkin akan mengikis kepercayaan dirimu.
Kamu harus tahu perut buncitmu tak sedikitpun mengurangi rasa cintaku, dan prestasimu membuatku bangga bukan justru terluka.
Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.
Kamu harus tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku, untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon. Dan tak ingin apa yang disebut “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan, ketika aku semakin disibukkan dengan urusan rumah tangga.
Menikah bukan untuk menghapus identitas kita sebagai individu, tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.
Jangan buru-buru menikahiku, jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah hanya karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.
Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar di hidupku yang tidak ingin kusesali hanya karena terburu-buru.
Jangan buru-buru menikahiku, jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan. Aku tak akan keberatan membetulkan genting rumah, dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir mempunyai lebih dari satu istri tidak menyalahi ajaran agama. Agama memang tidak melarangnya, tapi aku melarangmu menikahiku jika ternyata kamu hanya mengikuti egomu sebagai laki-laki yang tak bisa hidup dengan satu perempuan saja.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu. Kamu harus tahu meski cintamu sudah kuperjuangkan, aku tidak akan ragu untuk meninggalkanmu.
Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir menikahiku akan menyempurnakan separuh akidahmu sedang kamu enggan menimba ilmu untuk itu. Ilmuku tak banyak untuk itu dan aku ingin kamu jadi imamku, seorang pemimpin yang tahu kemana membawa pengikutnya.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir bisa menduakan cinta. Kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta, tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang kupilih ternyata mengkhianatiku.
Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan. Aku bukan gadis naif yang menunggu sang pangeran datang dan membawaku ke istana.
Mimpi seperti itu terlalu menyesatkan, karena sempurna tidak akan pernah ada dalam kamus manusia dan aku bukan lagi seorang gadis yang mudah terpesona.
Jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu, jika kamu belum tahu satu saja alasan kenapa aku harus menerimamu sebagai suamiku.
Sebab aku pernah terluka, maka dari itu aku tak mudah percaya. Kendati setiap orang berbeda, Tetapi aku hanya ingin menjaga.
Terima kasih jika kau tak berhenti usaha untuk meyakinkanku. (via rantingkecil)
Beri aku pendapatmu;
Apa yang akan kau lakukan jika masa lalu terbaikmu datang kembali lagi lalu mengajakmu memperbaiki hal yang dulu? Menawarkan untuk memberi jawaban perihal pertanyaan-pertanyaan yang selalu jadi tanda tanya besar di kepalamu selama ini? And give me your reason why you do that?
Tanda tanya besar di kepalaku sudah berganti menjadi titik sejak dia pergi. Bukan lagi koma ataupun tanda tanya yang kau bilang. Aku tak lagi berteman dengan penasaran sejak aku kehilangannya. Kurasa sudah cukup jelas. Karena apapun alasannya, intinya tetap satu ‘dia pergi meninggalkanku, entah untuk alasan apapun.’
Apa jadinya kalau ternyata di mata dia, kamulah yang menyuruhnya pergi?
are you kidding?
Pergi lama, menyibukkan diri hingga tidak lagi peduli, besar kemungkinan melupa. Datang tanpa kabar, mengingat sesaat lalu pergi lagi tanpa pamit.
Hilang..
Kau tentu tahu, rasaku tak sebercanda itu.
Setiap perempuan berpotensi untuk menjadi seorang istri yang baik -bahkan teramat sangat baik-, sepanjang ia tidak salah dalam memilih lelakinya.
Begitu juga sebaliknya.
Kalimat ini dibuat demikian karena keputusan untuk menerima/menolak laki-laki ada ditangan perempuan. Maka, libatkanlah segala hal yang di imani dalam menentukan pilihan tersebut. Semoga Allah senantiasa membimbing.
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
Tidak Akan Berjanji
Seperti roda, kau dan aku terus bergerak maju. Melintasi masa, mengumpulkan pundi-pundi peluh. Menjaga harapan agar tetap menyala, sembari merawat masa depan yang sepertinya masih bersikeras menjadi abu-abu.
Kini, aku menggenggam tanganmu erat-erat. Tapi siapa yang berani menjamin genggamanku akan tetap seperti itu, kuat dan tidak akan memudar? ; Tidak ada, Sayang.
Di depan sana, di perjalanan yang panjang dan melelahkan ini, kita akan bertemu dengan sekawanan kerikil tajam. Ujian demi ujian akan kita temui di depan sana. Tidak mudah memang. Dan terkadang, rencana-rencana yang sudah kita susun jauh-jauh hari akan tumbang ditelan kenyataan. Kecewa? Pasti. Itu wajar, kita manusia, bukan malaikat.
Di sini aku tidak akan akan mengobral janji akan tetap bersamamu selama-lamanya. Itu bukan urusanku, itu urusan Tuhan. Tapi kau perlu tahu satu hal. Pertemuan, selamanya akan berpasangan dengan perpisahan. Sekarang, kita berada di antara keduanya. Sedang menyusun satu demi satu batu bata yang kian hari kian meninggi. Di sanalah kita nanti tinggal, di bawah atap-atap pelukan yang enggan untuk dilepaskan.
Sekali lagi, aku tidak akan berjanji selamanya berada di sisimu. Tapi aku akan berusaha, menjadikan proses ini sebagai perjalanan yang menyenangkan dan membahagiakan;
Antara kita saja, kau dan aku. Tidak ada yang lain.
|| Ruang, 28 Februari 2017, 20.22 ||
Tidak Akan Berjanji
Seperti roda, kau dan aku terus bergerak maju. Melintasi masa, mengumpulkan pundi-pundi peluh. Menjaga harapan agar tetap menyala, sembari merawat masa depan yang sepertinya masih bersikeras menjadi abu-abu.
Kini, aku menggenggam tanganmu erat-erat. Tapi siapa yang berani menjamin genggamanku akan tetap seperti itu, kuat dan tidak akan memudar? ; Tidak ada, Sayang.
Di depan sana, di perjalanan yang panjang dan melelahkan ini, kita akan bertemu dengan sekawanan kerikil tajam. Ujian demi ujian akan kita temui di depan sana. Tidak mudah memang. Dan terkadang, rencana-rencana yang sudah kita susun jauh-jauh hari akan tumbang ditelan kenyataan. Kecewa? Pasti. Itu wajar, kita manusia, bukan malaikat.
Di sini aku tidak akan akan mengobral janji akan tetap bersamamu selama-lamanya. Itu bukan urusanku, itu urusan Tuhan. Tapi kau perlu tahu satu hal. Pertemuan, selamanya akan berpasangan dengan perpisahan. Sekarang, kita berada di antara keduanya. Sedang menyusun satu demi satu batu bata yang kian hari kian meninggi. Di sanalah kita nanti tinggal, di bawah atap-atap pelukan yang enggan untuk dilepaskan.
Sekali lagi, aku tidak akan berjanji selamanya berada di sisimu. Tapi aku akan berusaha, menjadikan proses ini sebagai perjalanan yang menyenangkan dan membahagiakan;
Antara kita saja, kau dan aku. Tidak ada yang lain.
|| Ruang, 28 Februari 2017, 20.22 ||
Ada banyak hal yang sedang aku takuti kejadiannya. Banyak hal yang membuatku selalu bahagia menyendiri dan mengasingkan diri. Banyak hal yang memusingkan kepala, cemas di dada dan akhirnya aku tak mampu berkata apa-apa. Dan di penghujung hari aku hanya bisa meneteskan air mata.
Berbahagialah karena aku masih mengusahakan senyum di depan kalian, dan maaf jika aku selalu berusaha pulang dan tak ikut kalian kemana-mana. Bukan ingin menjauhi, hanya menjaga diri lebih berhati-hati akan tangis ini. Maaf untuk kalian yang menjadi santapan emosi setiap saatnya. Sejatinya aku hanya tidak tahu harus berbuat apa. (via hobingetik)
Senja, hujan, dan kita.
Kemarin
Kadang manusia hidup dengan praduga-praduga yang salah. Maka, persiapkanlah segala kemungkinan terparah.
Pengalaman.
Aku lebih percaya pada mimpi-mimpiku, aku lebih percaya pada diriku sendiri. Walau banyak sekali yang mentertawakan mimpiku, dan menghujat diriku.
Aku tidak perduli!
Rindu belum tentu mati ditikam temu. Sebab ia bisa serupa pupuk yang tertabur di antara pertemuan. Lalu terurai oleh waktu di antara perpisahan. sebab ia laiknya air yang menghidupkan apapun di sekitarnya. Menyuburkan tanah yang tandus. Menumbuhkan kehidupan baru lalu meramaikan senyap. . .
📷 by si itu
#nature #flowers #love #poem (di Curug Slawe Magelang)
Siapa lagi yang akan percaya pada mimpi-mimpimu, jika bukan dirimu sendiri.
Jangan menyerah. (via rantingkecil)
👍
Bahkan hal-hal sepele yang sering kita lakukan dulu, tak pernah dapat benar-benar terkikis dari ingatanku. Kadang rindu semenyebalkan itu.
SEMESTA BERBISIK
Ada sedikit rasa iri, yang tertuju pada semilir angin di langit sore. Betapa tidak, ia begitu bebas terhembus menyentuh dedaunan yang jatuh, menyentuh air yang mengalir, menyentuh tubuh yang kering. tanpa beban, tanpa paksaan begitu damai dan menyejukan. wahai kebebasan.
Sayangnya kau tak tahu, masalah sebesar apa yang tengah dihadapi orang-orang yang kauanggap hidupnya selalu bahagia.
(via hujanberteduh)