Kemudian secangkir teh hangat itu menjadi dingin, mungkin karena terlalu lama menunggu untuk di nikmati. Atau mungkin lebih nikmat pahitnya secangkir kopi.
sheepfilms
Jules of Nature
cherry valley forever
macklin celebrini has autism

JVL
Monterey Bay Aquarium
todays bird
No title available
official daine visual archive
he wasn't even looking at me and he found me
𓃗

No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Cosimo Galluzzi
No title available
Sweet Seals For You, Always

Kaledo Art

No title available

❣ Chile in a Photography ❣
Noah Kahan

seen from Kenya
seen from United States
seen from Uruguay
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Serbia
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@senjadilaut-blog
Kemudian secangkir teh hangat itu menjadi dingin, mungkin karena terlalu lama menunggu untuk di nikmati. Atau mungkin lebih nikmat pahitnya secangkir kopi.
Tuhan memberikan kita hidup hanya sementara, oleh karena sementara itu hidup seharusnya menjadi spesial. Karena yang selamanya tentu akan membosankan.
Yang banyak menerima akan selalu merasa kurang, maka belajarlah memberi. Yang banyak bicara sejatinya masih kosong, maka belajarlah mendengar.
(via tandatanya)
Kau tahu apa yang lebih menyakitkan daripada sebuah kehilangan? Menyangka bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi, tetapi akhirnya tiba-tiba saja itu terjadi padamu. Tanpa pertanda. Tanpa peringatan. Tanpa sebuah aba-aba dan petunjuk bahwa kau sesaat lagi akan ditinggalkan.
Cinta. (Bernard Batubara, 2013)
Untuk kamu, yang berani meninggalkan bekas memar itu.
Bekas itu terlihat lagi, sudah lama tak ku lihat bekas itu. Entah sudah lama tak ku lihat, atau mungkin aku baru mengetahui bekas itu muncul kembali.
Mata air yang sudah lama kering nampaknya kini kembali mengalir. Langit yang tadinya cerah nampaknya kini menjadi gelap diikuti dentuman guntur. Gunung yang tadinya tidak aktif nampaknya kini kembali memuntahkan abu vulkaniknya.
Tak kuasa melihat bekas memar tergambar jelas itu, hati ku merasa bergetar, mata ku gelap, emosi ku tidak dapat ku kendalikan dan tubuh ini seketika tegang bingung apa yang harus ia lakukan untuk sekedar meredakan suasana yang terjadi.
Hati ini mengutuk siapa saja yang meninggalkan bekas memar itu, dan seandainya kamu yang membaca tulisan ini yang meninggalkan bekas memar tersebut.. Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa selamanya aku tidak akan memaafkan mu. Dan selamanya kamu akan menjadi musuh terbesarku.
Tertanda aku, yang membencimu sepenuh hati ku.
Ikan terbang, burung berenang.
Burung terlahir dengan sayap, sedangkan ikan terlahir dengan sirip. Fungsinya sama, hanya berbeda alam. Kalau mereka tidak bisa menerimamu, maka mereka tidak pantas untuk mendapatkanmu. Tidak perlu merubah dirimu agar dapat di terima oleh orang lain, selama yang kamu lakukan itu benar tak ada yang perlu kau rubah dari dirimu. Burung tidak pernah memaksakan dirinya berenang untuk hidup bersama ikan, dan ikan pun tidak pernah memaksakan dirinya terbang untuk hidup dengan burung.
Setelah mendapatkanmu aku baru menyadari ketakutanku yang sebenarnya. Apa itu? Kehilanganmu.
Manifestasi Kecewa
Kita harus sangat berhati-hati atas rasa kecewa seseorang. Sepertinya tidak apa-apa, padahal ada apa-apa. Seperti yang baik-baik saja, padahal tidak sedang baik. Sepertinya senang-senang saja, padahal terluka. Seperti yang bahagia, padahal menahan nelangsa. Sepertinya tertawa, padahal tersakiti oleh kata-kata.
Manifestasi kecewa itu menakutkan. Jika ia pandai menutupinya akan nampak seperti gunung di lautan. Kita tidak tahu gunung itu sebesar apa di dasar sana, yang kita tahu hanya puncaknya saja, yang bisa dikatakan kecil jika kita melihatnya dari daratan. Kaki gunung, badan gunung sebesar apa, tidak kita ketahui sebelum kita mencoba menyelam lalu melihatnya sendiri. Barangkali setelah berenang ke dasar, kita akan tercengang mendapati gunung tidak sekecil yang terlihat di atas sana.
Manifestasi kecewa itu menakutkan. Bagaikan dedaunan yang jatuh, jika tidak disapukan akan menggunung dengan sendirinya. Tidak bagaikan daun yang jatuh ke tanah, lambat laun mungkin berbulan atau bertahun dedaunan itu akan menghilang karena diuraikan oleh bakteri-bakteri pengurai. Begitu pula dengan rasa kecewa. Jika sudah bertumpuk tidak terselesaikan, bisa jadi kecewa yang menggunung. Jika tidak termaafkan dan tidak termaklumkan, tidak akan hilang dengan sendirinya.
Kita seringkali tidak menyadari sudah melukai. Kita acapkali menganggap orang lain sudah memaafkan kesalahan-kesalahan kita yang tidak kita sadari. Kita tidak tahu, seringan apa bercanda sedalam itulah orang lain tersakiti. Kita tidak pernah bisa menerka apa yang ada di hati seseorang. Maka, mulai dari hari ini cobalah lebih berhati-hati atas segala tindak, atas segala ucap. Manifestasi kecewa itu benar-benar menakutkan.
Ketika senja tenggelam ternyata ada yang tidak ikut terbenam, rasa. Terima kasih Tuhan telah mempertemukan dua kata sehingga tercipta sebuah kalimat, doa ku semoga kalimat ini bisa menciptakan barisan paragraf, hingga titik terakhir cerita.
Lebih tepatnya aku takut. Iya takut, antara dia menjauh atau kehilangan kesempatan untuk membahagiakan dia. Mengerikan bukan?
Lelah dengan terjaga di malam hari, ku paksa menutup mata pun tak ada guna. Terlalu banyak pertanyaan dan pernyataan di dalam pikiran ku. Badan seakan berkata ‘hei aku sudah bekerja cukup hari ini, tega sekali kau!’.
Kehidupan di dalam pikiran.
Tahu diri adalah cara mencegah patah hati.
(Cerita Laut, 2016) senjadilaut
Cerita Laut
'pranggg!!' Suara benturan antara gelas dan lantai akibat gravitasi membangunkanku dari perjalanan singkatku pada cuplikan masa lalu. Lamunan tadi benar-benar membuatku merasa lelah, ya padahal bergerak dari posisi duduk ku se-senti pun tidak. Laut, begitulah aku akan menyebutnya dalam sedikit ringkasan cerita yang ku tulis malam ini. Gadis berumur kepala dua ini ku kenal secara tidak sengaja ketika akan mengisi tenaga di tengah kesibukan perkuliahan dengan semangkuk soto ayam dan segelas minuman dingin berasa jeruk. Aku melihatnya secara tidak sengaja, mataku menangkap tubuh mungilnya dengan rambut panjang yang bergelombang dengan sedikit warna coklat yang terlihat sedikit memudar. Tidak, aku tidak berani untuk beranjak dan mengenalnya secara langsung. Keberanianku tidak sejantan itu, tentu saja tidak. Remaja dengan bentuk seperti buah semangka brazil macam diriku pasti tahu diri untuk menyapa gadis seperti dia. Pasti kalian pikir aku akan berlanjut mengenal dirinya seperti cerita cinta yang biasa kalian baca, kalian salah. Pertemuan singkat dan proses jatuh cinta sederhana ini mengajarkanku bahwa terkadang semua lebih baik jika hanya dibiarkan terpendam begitu saja. Laut, iya nama yang sangat jarang ku dengar. Laut mengajarkanku bahwa tahu diri adalah cara terbaik untuk mencegah patah hati. Terimakasih Laut, terimakasih sudah mengajarkanku pelajaran ini. Tidak, cerita diatas tidak nyata. Hanya cerita fiksi yang ku buat untuk menyalurkan keluhan di hati. Maaf mengecewakan, hanya saja aku tidak punya pilihan.
Pertengahan bulan Juli, memang tidak ada yang spesial dari pertengahan bulan Juli. Namun kali ini entah mengapa angin berhembus lebih kencang dari biasanya, hujan turun lebih lama dari biasanya, dan malam terasa lebih panjang dari biasanya.
Seakan tak mau kalah, sepi ini pun terus merayapi tubuh. Seperti bumbu pelengkap, sepi ini melengkapi atmosfir pertengahan bulan Juli. Mungkin Juli sedih karena kemarau tak kunjung datang, ya seharusnya kemarau sudah datang. Bukan aku berharap kekeringan, hanya saja aku tahu pasti Juli lelah terus menerus merasakan hujan. Hujan sepanjang bulan Juli.
Apakah Juli sedang sedih? Tenang Juli, aku yakin tidak hanya kau yang lelah dengan kesedihan. Ya, aku tahu benar rasa itu.
"Aku percaya putihmu dan hitamku dapat melebur menciptakan kombinasi yang indah. Aku akan menjaga putihmu, dan kau akan mengawasi hitamku." - senjadilaut #Bogorpisan from @audiscf at The Highland Park Resort, Bogor. #welovebogor #explorebogor
Terserah apa katamu tentang Bogor, aku nyaman disini. #Bogorpisan from @aidhadiwidya at Telaga Warna, Bogor. #welovebogor #explorebogor
Ketika kamu menyerah sampai-sampai intelektualitas tidak bisa diandalkan, aku sepakat menyebutnya cinta. Inframe: @andiadiaa #alahkencingajebelomlurus #katanenekguabegitu #daripadekencingditempelinketembok #kocarkacir #kemanemane #salamsekut