May be, when you find yourself too lonely, it is because you ignored all the beauty surround you. Then you become a blinded man; did not see how they put lots of attention to you and want you in the middle of celebration.
i don't do bad sauce passes
wallacepolsom
will byers stan first human second
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
trying on a metaphor
AnasAbdin
Keni

Product Placement

shark vs the universe
Peter Solarz
🪼
cherry valley forever
Cosimo Galluzzi
he wasn't even looking at me and he found me
Jules of Nature

blake kathryn

titsay
Monterey Bay Aquarium
we're not kids anymore.

seen from Italy
seen from Brazil
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Switzerland

seen from United States

seen from France
seen from Ukraine

seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from Spain

seen from Poland

seen from Austria
seen from Singapore

seen from United States
seen from T1

seen from United Kingdom
@sesasite
May be, when you find yourself too lonely, it is because you ignored all the beauty surround you. Then you become a blinded man; did not see how they put lots of attention to you and want you in the middle of celebration.
My father was a very disciplined and punctual man; it was a prerequisite for his creativity. There was a time for everything: for work, for talk, for solitude, for rest. No matter what time you get out of bed, go for a walk and then work, he’d say, because the demons hate it when you get out of bed, demons hate fresh air. So when I make up excuses not to work, I hear his voice in my head: Get up, get out, go to your work.
Linn Ullmann on her father, Ingmar Bergman (via)
"Just like a candle in the middle of the dark, you light me up" #@@ #sesasite photo credit: Marsiliana
The world just focus on us. Pasti gara2 ada aq*a di meja kami :p #sundayevening #belovedteam #ducil
You do not need to be in a rush everyday. Take a moment you can embrace the surrounding, and relax. You may find them what you are searching for have been waiting for you
The project has been done but our friendship will stay forever. Thanks to organizer, and all participant, esspecially my team. we did such a great journey. We traveled around the town, get lost in creepy place (but so beautiful), were being starving just to find vegetarian food for me (huhuhu), prepared the presetation till almost morning (mostly laughing and sleepy, hahaha), and yeah, finally we made it. Still do not believe they choose this crazy team as the best one :D With: Trang, Amy, Huy, Cheng #Pandaradox – View on Path.
Baru sempet menyambangi toko buku lagi, dan langsung borong kosmik kesayangan ini!
Happiness is Skills. Happiness is the skill of thinking positively. Happiness is the skill of loving the real of you when no one does. Happiness is the skill of being honest with yourself. Happiness is the skill of managing expectation. Happiness is the skill of always being kind and never regret it. Happiness is the skill of standing as the waves roll on. Happiness is the skill of being thankful. You crave your own happiness; make it as beautiful as you can.
Crystal Alerta
Mereka Cari Jalan, Bukan Cari Uang
TL;DR alert.
Ok, mungkin tulisan ini kurang relevan untuk yang beranggapan, “Ah, omong kosong”, setelah selesai membaca judul di atas.
Tulisan dari Prof Renald yang cocok sekali dibaca di waktu pagi, ditemani secangkir kopi-susu dan beberapa potong pisang goreng. Seperti biasa, selalu berbobot dan mengajak kita untuk sedikit serius memandangi cermin.
Selamat menikmati suguhan inspirasi pagi dari Prof Renald, yang hadir di setiap tegukan kopi-susu buatan… ehm… sendiri.
Duduk di depan saya dua perempuan muda. Mereka sarjana hukum lulusan UI. Wajah dan penampilannya dari kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk “cepat kaya”, asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya. Namun, keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan presenter Najwa Shihab dalam program Mata Najwa, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura. Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua sampai tiga bulan ke depan. Mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar, bahkan mungkin dengan “tukang pukul” yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas. Uang atau meaning? Di luar sana, anak-anak muda lainnya setengah mati mencari kerja, ikut seleksi menjadi calon PNS, pegawai bank, konsultan IT, guru, dosen, dan seterusnya. Seperti kebanyakan kaum muda lainnya, mereka semua didesak keluarga agar cepat mendapat pekerjaan, membantu keuangan keluarga, dan menikah pada waktunya. Cepat lulus dan dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus. Tak sedikit di antara mereka yang beruntung bertemu orang-orang hebat, dari perusahaan terkemuka, mendapatkan pelatihan di luar negeri, atau penempatan di kota-kota besar dunia. Namun, semua itu akan berubah. Sebab, atasan yang menyenangkan tak selamanya duduk di sana. Kursi Anda bisa berpindah ke tangan orang lain. Kaum muda akan terus berdatangan dan ilmu-ilmu baru terus berkembang. Bulan madu karier pun akan berakhir. Mereka akan tampak tua di mata kaum muda yang belakangan hadir. Sebagian dari mereka juga ada yang menjadi wirausaha. Tidak sedikit yang tersihir oleh kode-kode yang dikirim sejumlah orang tentang jurus-jurus cara cepat menjadi kaya raya. Bisa saja mereka berhasil meraih banyak hal begitu cepat. Namun, benarkah mereka berhasil selama-lamanya? Pengalaman saya menemukan, orang-orang yang dulu begitu getol mencari uang kini justru tak mendapatkan uang. Pada usia menjelang pensiun, semakin banyak orang yang datang mengunjungi teman-teman lama sekadar untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian lagi hanya bisa sharing senandung duka. Kontrak rumah dan uang kuliah anak yang belum dibayar, pasangan yang pergi meninggalkan keluarga, dan serangan penyakit bertubi-tubi. Padahal, dulu mereka begitu getol mengejar gaji besar, berpindah-pindah kerja demi kenaikan pendapatan. Saya ingin memberi tahu Anda nasihat yang pernah disampaikan oleh Co-Founder Apple, Guy Kawasaki. Kepada kaum muda, ia pernah mengatakan begini: “Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab, kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’, maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.” Lantas apa itu meaning? Meaning itulah yang sedang dikerjakan anak-anak perempuan tadi yang saya temui dalam tapping program televisi Mata Najwaedisi hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei beberapa hari ke depan, menjadi relawan dalam tim pemberantas illegal fishing. Itu pulalah yang dulu dilakukan oleh para mahasiswa kedokteran di Stovia yang mendirikan Boedi Oetomo yang menandakan Kebangkitan Nasional Indonesia. Bahkan, itu pula yang dijalankan oleh seorang insinyur lulusan ITB yang merintis kemerdekaan Indonesia, Ir Soekarno. Itu pula yang dilakukan para CEO terkemuka saat mereka muda. Di seluruh dunia, para pemimpin itu lahir dari kegigihannya membangun meaning, bukan mencari kerja biasa. Dalam kehidupan modern, itu pulalah jalan yang ditempuh para miliarder dunia. Mereka bukanlah pengejar uang, melainkan pengejar mimpi-mimpi indah, seperti yang diceritakan oleh banyak eksekutif Jerman yang dulu menghabiskan waktu berbulan-bulan kerja sosial di Afrika. “Tidak saya duga, apa yang saya lakukan 20 tahun lalu itulah yang diperhatikan pemegang saham,” ujar mereka. Saya jadi ingat dengan beberapa orang yang mencari kerja di tempat saya, baik di UI maupun di berbagai aktivitas saya. Ada yang benar-benar realistis, datang dengan gagasan untuk membangun meaning, dan ada yang sudah tak sabaran mendapatkan gaji besar. Kelompok yang pertama, sekarang bisa saya sebutkan mereka berada di mana saja. Sebagian sudah menjadi CEO, pemimpin pada berbagai organisasi, dan tentu saja wirausaha yang hebat atau PhD lulusan universitas terkemuka. Namun, kelompok yang kedua, datang dengan tawaran yang tinggi. Ya, mereka menilai diri jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Tak jarang ada yang diminta berhenti oleh keluarganya hanya beberapa bulan setelah bekerja demi mencari pekerjaan yang gajinya lebih besar. Amatilah mereka yang baru menikah. Kalau bukan pasangannya, bisa jadi orangtua atau mertua ikut mengubah arah hidup dan mereka pun masuk dalam pusaran itu. Padahal, semua orang tahu orang yang mengejar meaning itu menjalankan sesuatu yang mereka cintai dan menimbulkan kebahagiaan. Bahagia itu benih untuk meraih keberhasilan. Orang yang mengejar gaji berpikir sebaliknya, kaya dulu, baru bahagia. Ini tumbuh subur kala orang dituntut lingkungannya untuk mengonsumsi jauh lebih besar dari pendapatan. Sebaliknya, mereka yang membangun meaning, tahu persis, musuh utama mereka adalah konsumsi yang melebihi pendapatan. Potret diri Kalau saya merefleksikan ke belakang tentang hal-hal yang saya jalani dalam hidup saya, dapat saya katakan saya telah menjalani semua yang saya sebutkan di atas. Sementara itu, teman-teman yang 30 tahun lalu memamerkan kartu kreditnya (saat itu adalah hal baru bagi bangsa ini), pekerjaan dengan gaji besar, jabatan dan seterusnya, kini justru tengah mengalami masa-masa yang pahit. Seorang pengusaha besar mengatakan begini, “Uang itu memang tak punya mata, tetapi mempunyai penciuman. Ia tak bisa dikejar, tetapi datang tiada henti kepada mereka yang meaning-nya kuat.” Di dinding perpustakaan kampus Harvard, saya sering tertegun membaca esai-esai singkat yang ditulis oleh para aplikan yang lolos seleksi. Tahukah Anda, mereka semua menceritakan perjalanan membangun meaning. Maka, saya tak heran saat Madame Sofia Blake, istri Duta Besar Amerika Serikat, di sini berkunjung ke Rumah Perubahan minggu lalu, ia pun membahas hal yang sama untuk membantu 25 putra-putri terbaik Indonesia agar bisa tembus diterima di kampus utama dunia. Meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang, yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang Anda sebut sebagai branding. Anda bisa mendapatkannya bukan melalui jalan pintas atau lewat jalur cara cepat kaya. Meaning itu dibangun dengan cara yang berbeda dari yang ditempuh pekerja biasa, dari terobosan-terobosan baru. Kadang, dari bimbingan orang-orang besar yang memberikan contoh dan mainan baru. Ya, contoh dan mainan itulah yang perlu kita cari dan terobosan-terobosan yang kita lakukan kelak memberikan jalan terbuka. Selamat mencoba. Selamat hari Kebangkitan Nasional. Jangan lupa pemuda yang dulu membangkitkan kesadaran berbangsa di negeri ini adalah juga para pembangun meaning.
sumber
Listening to stories widens the imagination; telling them lets us leap over cultural walls, embrace different experiences, feel what others feel. Elif Shafak builds on this simple idea to argue that fiction can overcome identity politics.
“...but we should also see how the world of identity politics affects the way stories are being articulated, read, and reviewed... writers are not seen as a creative individual on their own but of the representative of their respective cultures. When identity politics tries to put label on us it is our freedom of imagination that is in danger”
Don’t Give Up on Kindness
I was thinking about what had happened in my life, but it ended up with a series of bad experiences. Even it still feel bad, all those memories actually make me learn better about the good things. From them, I can learn that kindness is sometimes lying in the dark side.
Maybe it's just me who used to be too naïve with the idea that kindness only belongs to the kind people. I was too credulous and accept taken for granted that good people will never hurt others. The kind people will say so nice words for motivation. The kind people will lend their hands to support others, and teach how to give and accept something with love. The kind people will make you live in peace.
As time make me understand better, I know that I was not completely right. The nice person is not always kind. The kind person is not always trustworthy.
It was ironic. I did believe that kindness derived from the pure honesty, but then I found out that anyone can even use it for manipulation. When I believed that kindness can protect me, I revealed that it can be a dangerous weapon to deceive people. Those things are let me down.
I have thought the ideal kindness might never happen in real life. Therefore, it made sense when the eldest said that the real life could be so damn complicated, and frightened. Kindness was not something that everyone are going to take care of all the time.
However, as time let me understand better than better, I know I should never give up on kindness. I met monsters who give me a little hope. At first, I thought they were the worse. They were used to push me so badly until I felt like I was going to die, every day, in the day and night. That monsters has ruined my morning, hit my day into the darkest cave, and then threw me away in the middle of the sea at the rainstorm night. Honestly, I still feel bad as if all those things has happened just a few minutes ago. However, compared to the nice person who deceive people with “kindness” things, they remain better. I can see now, that the day when they were shouting at me is the day that they cared so much about me. At least, the monsters show a sincere and warm heart to love other people in their own way.
Thus, if you find out that kindness is not as easy as what it seems, a piece of my advice is to don't give up looking at it. You will find a moment when your kindness matters for a better life. You will find a moment when kindness sometimes grows inside of the monster heart. You will see kindness in unimagined places, only if you keep belief it. There is always pure heart that doesn't stop hold the kindness. If it is not everyone heart, someone is.
My opinion about "kindness is not something that everyone are going to take care of" has not changed. However, now I have a strength, and hope, to don't give up on kindness; to don't regret the kindness when it hurt me instead of protecting me. There is always a place I can find the beauty of kindness.
The logo for “Fantastic Beasts and Where to Find Them” has been revealed! http://pottermo.re/NuPt3Q
Don’t forget to check the official Tumblr page for “Fantastic Beasts and Where to Find Them”
DevFest 2015: Perayaan Kreativitas di Industri Teknologi dan Game
Kalau googling dan cek tentang kondisi perkembangan industri kreatif dan teknologi kita, kita pasti dibuai oleh beragam informasi tentang besarnya “potensi” yang kita punya dan kesempatan untuk jadi “target pasar”. Emangnya kita cuma bisa jadi potensi dan target pasar aja yah? Ternyata gak loh, banyak anak muda Indonesia yang bekerja keras bikin karya konkret. Mereka gak mabuk oleh sebuah potensi. DevFest punya tujuan untuk membagikan inspirasi berkarya ini ke lebih banyak anak muda. Patutnya Indonesia sudah mulai siap-siap memanfaatkan peluang untuk berkarya di bidang teknologi dan industri kreatif.
Undang para praktisi dibidang teknologi dan industri kreatif, acara ini berusaha gali lebih dalam mengenai kesempatan yang bisa diciptakan anak muda jaman sekarang untuk bikin karya kreatif pake teknologi.
Gak hanya diisi dengan seminar dan talk, acara ini juga menyediakan kesempatan untuk belajar ngoding melalui workshop Virtual Reality dan Firebase (lihat juga ini)
Acaranya terselenggara di lima kota di Indonesia: Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, dan Surabaya. Semuanya menghadirkan local creative talent di industri game dan teknologi.
Dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari pelajar, developer, tech enthusiast, acara ini alhamdulillah berhasil rame. Setelah selesai acara, aku nyempetin ngobrol sama beberapa peserta yang bilang bahwa acaranya inspiring banget. Beberapa terus terang bilang awalnya gak tahu kalau Indonesia punya anak muda kreatif yang berkarya lewat teknologi. Di acara ini mereka bisa ketemu dan ngobrol langsung sama para pelaku industri kreatif dan teknologi ini. Gak cuma belajar tips dan triknya, mereka juga bisa kenal lebih deket dengan para speakernya.
Check This!
Touch another perspective and reality!
Sesi VR Codelabs ini kamu bisa belajar untuk bikin game apps pakai Virtual Reality mode, menggunakan Google Cardboard VR Unity. *Cuma developer sejati yang memahami indahnya benda-benda ini: laptop, cardboard, dan smartphone. (Bandung, 3 Oktober)
Selfie dulu dong! Cheeeees (Jogja, 10 Oktober 2015)
Bawa pulang oleh-oleh ini setelah pendaratan di Creative Galaxy
Popcon Asia adalah pameran budaya popular di Indonesia. Gak cuma nampilin karya-karya keren dari negara lain, Popcon Asia juga jadi wadah bagi creative talent Indonesia. Sebelumnya dunia ini sama sekali gak kebayang dalam benakku. Iya tahu sih, tapi tahunya dari buku atau pemberitaan media. Ada kesempatan rasain langsung dunia kreatif ternyata seru banget!
Gak cuma nambah temen, event ini juga nambah wawasan. Ketemu banyak orang hebat dan punya kesempatan ngobrol sama mereka langsung tuh ngebuka mata banget. berasa kayak habis namatin ber-sks sks mata kuliah dan namatin berlembar-lembar jurnal! haha
Ketemu dan foto bareng well known public figure gak seberapa bangganya dibanding dengan bisa merasakan spirit berkarya mereka. Kayak misalnya ketika ketemu Wulan Guritno yang akan launching film barunya “I am Hope”. Saat itu jadi sadar, kalau film gak cuma untuk hiburan, tapi juga menjadi movement untuk sebuah misi sosial (Sorry kalau fotonya gak relevan)
Lalu, bisa kenal lebih jauh dengan Bu Risma itu sesuatu yah. Bu Risma hadir untuk mendeklarasikan kota surabaya sebagai kota kreatif. Bu Risma selama ini emang udah dikenal dengan komitmennya untuk membangun ekonomi kreatif surabaya, salah satunya melalui program Tata Rupa yang terbukti perlahan-lahan sukses merevitalisasi produk UKM supaya jadi produk world class. Cuma di Popcon Asia, kamu bisa ngerti bahwa beliau itu se-”normal” kita: suka ngegame dan baca komik! Hayo, tebak game dan komik favorit Bu Risma apa?
Oh ya, ketemu dan foto bareng orang beken itu gak gitu penting, itu bener. Kecuali moment disalah satu press conference yang digelar, ketika aku diminta bantuin jadi LO mas Rio Dewanto, terus disapa langsung dari belakang, “Sesa ya?” Itu jadi penting sih, sampe bikin kaki langsung lemes (Haha, maaf norak!).
Intinya, kebanggan terbesar bukan saja bisa hangout bareng sama orang-orang yang selama ini hanya ada di layar kaca. Kebanggan sesungguhnya adalah bisa melihat karya mereka dan semua kreator Indonesia yang bikin nama Indonesia harum dimana-mana.
Rasanya jadi semakin semangat tuh ketika interview para kreator dan nemu kisah-kisah inspiratif. Diantaranya ada Mas Isa, kreator Khsatriyasaga, adalah anak muda asal Bogor yang tahun-tahun sebelumnya dateng ke Popcon Asia jadi pengunjung, tahun ini buka booth dan karyanya ditawari kerjasama oleh publisher dari Inggris dan Malaysia. Karyanya juga sempet dilirik perusahaan rekaman di Jerman untuk dijadikan logo band mereka. Lalu ada Lolo Biru, kreator dari Solo yang akhirnya nemu wadah untuk memperkenalkan karyanya. (Selengkapnya baca disini)
Sunny Gho, CEO KOSMIK, akhirnya merilis KOSMIK MOOK, majalah komik pertama yang akan menerbitkan komik-komik dengan konten lokal. Majalah ini langsung ludes kurang dari dua hari di Popcon Asia. Ini adalah bukti apresiasi tinggi masyarakat Indonesia terhadap konten kreatif Indonesia. Ini adalah peluang! (Baca selengkapnya disini dan disini)
Kemudian ada Kendy Tandiono yang menciptakan mainan sebagai karya seni. Beberapa jenis Karakter mainan yang ia namai “Boron” itu, sold out bahkan sebelum hari pertama Popcon Asia berakhir! (selengkapnya baca disini)
Tidak hanya dari Indonesia, banyak exhibitor dari negara lain yang datang ke Popcon Asia 2015. Mereka umumnya berniat memperluas jaringan dengan berbagai kreator Indonesia. (Selengkapnya baca: disini).
Kehadiran Indozu bikin makin spesial. Indozu adalah menciptakan karakter-karakter lucu dengan hewan asli Indonesia sebagai inspirasinya. Foundernya adalah Brandon, ekspatriat konsultan hukum PBB asal New Zaeland yang bekerjasama dengan desainer Gunawan Lo. Ia mengenalkan hewan-hewan asli Indonesia seperti tapir, kura-kura, garuda, dan hanoman dengan bentuk yang gemesin.
Selain itu, yang menarik dari Popcon Asia tahun ini adalah dengan adanya Portfolio Review, sebuah kesempatan bagi kreator baru untuk melakukan spread dating dengan berbagai publisher, produser, dan distributor terkenal dari dalam dan luar negeri.
Waktu diminta terjemahin proposal portfolio review untuk dikirim ke stakeholder industri kreatif potensial, seketika langsung teriak excited. Ini kesempatan langka sekaligus gila! Di kepala langsung kebayang muka temen-temen yang punya mimpi buat orbitin komik, ilustrasi, naskah, dan karakter cipataan mereka. Gak pake mikir, saat itu langsung kontak mereka semua. Salah satu temen yang super semangat itu Ade Aqsho, malem itu juga langsung daftar dan booking tiket dari semarang ke jakarta padahal pengumuman lolosnya masih dua atau tiga hari lagi. Terharu banget!
Lalu, di Industri film, aku sempat tercengang sama semangat beragam komunitas yang pengen film Indonesia semakin berkualitas. Diantaranya komunitas Ayo! nonton film Indonesia yang merayakan Hari Film Nasional di Popcon Asia (Baca selengkapnya disini).
Ini belum singgung soal game yang disini banyak banget mejeng di Popcon asia. Mereka gak cuma seru tapi juga edukatif. Beberapa game yang dipamerkan di Popcon Asia ada OWN GAME, Cardboard Game, dan game dengan teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality yang diproduksi OCTAGON Studio asal bandung. Hanya di Popcon Asia, Ubisoft memperkenalkan lebih jauh tentang game Assasin Creed Syndicate yang bahkan belum resmi rilis. Pokoknya banyak banget game yang dipajang di acara ini. Penggemar game udah pasti gak sabar ngulik habis-habisan seluruh update game disini.
Kayaknya, kalau diceritakan lebih lanjut bakal setebel dan seberat skripsi kali yah! hahaha... Intinya Popcon Asia menginspirasi untuk sudah seharusnya malu ketika protes sana sini tentang konten kreatif Industri kreatif lokal, tapi gak juga kunjung punya karya yang bisa banggain Indonesia. So thank you, galaxy, for the this awesome experience.
Inovasi Bu Risma bikin Surabaya jadi Creative Hub
Mimpi bikin Surabaya jadi Creative Hub, Ini langkah Bu Risma
Program Kota Kreatif
“Kreativitas adalah bahan bakar perubahan, jodoh mutlak bagi inovasi.”--Sesa
sumber: http://www.apartmenttherapy.com/
Tulisan ini adalah bentuk kecil dari luapan rasa bangga seorang--ya, apalah aku ini--terhadap prestasi yang ditorehkan Sang Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini. Banyak banget kebijakan beliau yang bikin banyak orang jadi punya harapan lagi. Secara ya, hidup di negeri bernama Indonesia itu kan gak gampang yah. Kita terlalu kaya, itu masalahnya. Hahaha... Anyway.
Ada banyak banget alasan kenapa Indonesia sudah seharusnya bangga sama Bu Risma. Menurut aku. Mimpi menjadikan Surabaya sebagai creative hub tampaknya makin kentara jelas bakal segera terwujud (Aamiiin). Sudah beragam lompatan besar yang diciptakan Bu Risma untuk Surabaya sehingga anak muda disana juga makin semangat berkarya. Surabaya as creative hub bisa dibilang jadi cita-cita bersama.
Salah satu langkah Surabaya untuk jadi kota kreatif yang menurutku keren abis itu adalah program Tata Rupa Surabaya. Harusnya setahun lagi bisa diadopsi jadi program nasional sih. KALAU semua pemimpin daerahnya open minded kayak Bu Risma :D.
Bagi yang belum tahu, Tata Rupa adalah program yang digagas Bu Risma untuk memajukan UKM Surabaya. Melalui Tata Rupa, Bu Risma mendidik UKM di Surabaya untuk bisa jualan produk lokal yang berkualitas tapi juga punya kemasan keren, sehingga bisa bersanding dengan aneka produk di pasar Internasional. Branding jadi urusan penting disini. Makanya, untuk membuat produk UKM di Surabaya naik level jadi world class, Bu Risma ajak anak muda berkolaborasi bikin branding buat produk dari UKM Surabaya. Kelihatannya sederhana yah, cuma soal kolaborasi antara anak muda kreatif yang ngerti branding sama pelaku UKM kreatif yang punya produk berkualitas super. Tapi, hal sederhana kayak gini aja, gak banyak yang kepikiran. kalaupun kepikiran, sedikit yang mau merealisasikannya.
Gak berhenti disitu, untuk bikin surabaya makin keren, Bu Risma juga bikin sebuah gerakan sosial untuk merevolusi maskot kota surabaya, namanya KINETIC. Program ini kolaborasi sama Kreavi dan Pionicon. Kalian yang suka gambar dan punya ide kreatif untuk bikin maskot kota Surabaya lebih keren mendingan daftar deh. Bayangin aja kalau sampai karakter Si Sura dan Baya bisa go internasional jadi bagian dari branding produk lokal surabaya, berapa banyak pengusaha lokal kita yang jadi punya peluang bisnis. Gimana bangganya kamu coba yang bantu Surabaya merevolusi Si Sura dan Si Baya yang selama ini cuma terkenal sebagai patung! Buruan chek yah sebelum pendaftarannya tutup. Secara kan aku gak bisa gambar jadi berkontribusi menyebarkan informasi saja :D
[Cie, sok-sok pake quotes sendiri :P]
Digital Ramadhan: Aplikasi dari Badr Interactive Untuk Memaksimalkan Ibadah Ramadhan
Sebagai generasi digital yang sudah memanfaatkan smartphone dan internet untuk semua urusan, rasanya aneh jika kita justru tidak menggunakannya untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Badr Interactive yang digawangi Andreas senjaya, adalah salah satu perusahaan digital yang konsisten menciptakan tools berupa apps maupun website untuk meningkatkan kapasitas ibadah muslim.
Di salah satu grup whatsapp di mana saya menjadi penghuni bareng dengannya, Bang Jay - begitu doi biasa disapa - membagikan empat aplikasi Badr untuk membantu kita menjalani Ramadhan dengan lebih produktif. Berikut adalah empat aplikasi terbaru persembahan Badr Interactive:
1. Dua In Quran
Kamu tahu, ada beberapa doa yang Allah tempatkan dalam Al-Qur’an? Pasti ada alasan mengapa doa-doa itu disimpan di Al Qur'an, bukan? Badr Interactive mengumpulkan dan menyajikannya dalam aplikasi ini, yang bisa kamu hafalkan dan baca setiap hari.
Grab it on Playstore: bit.ly/DuaInQuran
2. Learn Qur'an
Belajar membaca Al-Qur'an dari nol hingga mahir, sesuai kaidah tajwid yang benar. Aplikasi ini dilengkapi dengan banyak fitur yang akan membantumu belajar membaca Al-Qur'an hingga fasih. Yang sudah mahir membaca Al-Qur’an pun bisa memeriksa kembali kualitas bacaannya dengan aplikasi ini.
Playstore: bit.ly/LearnQuranApp
3. Quran Prize
Dengan aplikasi berbasis web ini, kamu bisa mengukur kualitas hafalan Qur’an-mu dan mendapatkan skor yang terstandarisasi dengan baik, layaknya skor TOEFL atau IELTS. Banyak fitur yang bisa digunakan untuk melatih dan mengevaluasi hafalan Qur’an-mu dan kelompokmu.
Web app: quranprize.com
4. Masjeed
Sosial media baru yang berbasis masjid, menyajikan sebuah pengalaman baru dalam berinteraksi dengan aktivitas dan program di berbagai masjid, juga para jama’ahnya. Masjeed bukan hanya berbeda dari social media lainnya, tetapi juga lebih bernilai.
Grab it on Playstore: bit.ly/Masjeed
Internet dan gadget adalah alat; ibarat pisau yang bisa menjadi baik jika digunakan untuk menyembelih hewan kurban, dan bisa menjadi buruk jika digunakan untuk menyakiti orang lain. Pastikan bahwa kita menggunakan gadget kita sebaik-baiknya; jangan hanya diisi Instagram & Let’s Get Rich, tapi isi juga dengan aplikasi lain yang bermanfaat. Bukan hanya manfaat untuk di dunia, tapi juga di akhirat.
Salam ramadhan kreatif!
There is one thing that makes your brain and soul can work together to break your limit: LOVE. There is one thing that makes your brain and soul falling in love that deep: ART. Then they (your brain and soul) will do very well communication in the name of CREATIVITY.