Perkecewaan
Pada siapa aku harus bercerita, tentang banyaknya pilihan hidup dan masa depan, hanya karena cinta semata aku mengiyakan sebuah keputusan masa depan tanpa tahu seluk beluknya, itu masa lalu yang penuh tragedi, yang kini masa depanku diambang kehancuran. Ketika kenyamana tergerogoti, hanya sedikit keinginan kerja keras yang tersisa, selalu ingin hari itu tiba, hari kesudahan semua ini, tanpa pengaharapan baru dan motivasi, aku telah takluk akan kekecewaan ini, tak berguna dan tak bergengsi lagi, jika tetap disini aku tak yakin masa2 ini berakhir. Ternyata kedewasaanku terlambat, jati diriku muncul setelah kekecewaan, pelajaran baru didapat setelah ujian, segalanya akan diulang kembali, sesegera mungkin setelah aku siap bangkit. Susah menutupi malu ku kepada teman - temanku, sedih dengan kecewanya ibuku, menangis untuk kemurkaan ayahku, pedih akan ucapan keluargaku, malu, kecewa, tangis, sedih, hal yang seharusnya tidak ditanggung orangtuaku, aku telah menjadi virus dikeluargaku, virus yang lebih buruk untuk tetangga sekitar. Lalu apa yang seharusnya ku lakukan, maju atau berbalik, aku nyaman di satu sisi, tapi gerah disisi lain, apakah aku memang pemalas yang penuh khianat ? Aku ingin segera usai, tapi kepada siapa aku menuju. Ayah maafkan aku yang bodoh ini, tidak mengikuti nasehatmu, egois dalam egoisme sendiri, dan tidak memikirkan kematangan langkahku. Tapi tenang saja Ayah, aku jadi tahu merah dan hitam hidupku sendiri, aku jadi tahu potensi akan kenyamananku sendiri, sebagai diri sendiri tanpa gengsi, dengan perjuangan khas diriku, dan pelajaran hidupku. Bahwa pahit selalu ada setelah manis atau sebaliknya. Ayah kau telah memberiku kasih sayang, aku janji takan menyia-nyiakannya lagi dan aku janji akan menepatinya. Zona kebebasanku harus segera jadi, sesegera mungkin aku keluar dari kolam yang tidak semestinya, menapaki jalan baru menuju tempat yang seharusnya dipilih dari dahulu, bergerak sesuai takdirku, memang susah tapi perjuanganku diumur sekarang ini baru dimulai. Semoga semangatku tumbuh lebih rindang di air yang dingin, yang bening dan bersih. Untuk mengobati ranting-ranting dan batang-batang yang pernah patah menyangga bunganya yang segera berubah berbuah agar perjuangan orangtuaku mengahsilkan hasilnya untuk manfaat orang lainnya. Terimakasih untuk semua yang sudah mendukungku agar bisa lebih baik dan lebih bermanfaat lagi untuk kalian yang hidup ataupun yang mati, dan aku akan selalu berusaha menjaga tanah matiku agar selalu hidup. -Awan S-














