Kini kami baru bisa merasakan apa yang kalian rasa; maafkan kami selama ini tidak peka tidak peduli :')
Ampuni kami ya Rabbi.

bliss lane
d e v o n
Cosmic Funnies

Jar Jar Binks Fan Club
KIROKAZE

No title available
cherry valley forever

izzy's playlists!
Doug Jones
ojovivo
todays bird
Interview Vampire Daily

No title available

blake kathryn
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
YOU ARE THE REASON

❣ Chile in a Photography ❣
Color Me Curious

#extradirty

PR's Tumblrdome

seen from Philippines
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Romania
seen from United States
seen from Colombia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Morocco

seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United States
seen from Germany
@sitiarofah
Kini kami baru bisa merasakan apa yang kalian rasa; maafkan kami selama ini tidak peka tidak peduli :')
Ampuni kami ya Rabbi.
“Jika kata memang tak lagi mampu menggapai rasa, maka biarlah doa yang menyampaikannya. Walau itu berarti ketidakpastian akan semakin nyata, dan biarlah Dia yang nanti menggapaikannya.”
— Mushonnifun Faiz Sugihartanto, 2019
Perasaan mencintai itu, jika diberi harga, maka tentu akan sangatlah mahal.
Tapi banyak dari kita, yang kadang memberi secara cuma-cuma, kepada orang yang belum pasti akan berakad dengan kita atau tidak.
Sudahlah, Ning, Tepiskan Saja Gusar Itu Perlahan
Bukankah memang seharusnya begitu Ning, buat apa kita terlalu mengkhawatirkan perasaan pada seseorang yang kita sendiri tak tahu dia jodohnya siapa.
Sudahlah Ning, bukankah memang semestinya begitu, kita simpan baik-baik perasaan yang kita punya, kita tahan khawatir yang kita punya, kita sisihkan rindu yang kita punya, kita genggam itu semua hanya untuk seseorang yang ketika kita melakukannya kita akan mendapat lebih banyak pahala.
Sudahlah Ning, selesaikan saja dulu Tugas Kuliahmu, atau pekerjaanmu, atau sudahkah kau buatkan teh manis untuk ayahmu, atau sudahkah kau bantu ibumu membersihkan perabotan kotor yang menumpuk di dapur itu.
Ning, yang jelas-jelas sumber pahala saja ada di depan mata, kenapa pula kita memikirkan yang belum semestinya?
Dear..
Sejenak saja.. coba luangkan hati, luangkan waktu mendengarkan dan mentadabburi sekali lagi surat ini. Surat yang full berisi kisah tentang orang orang shaleh dan shalihah.. semoga Allah melembutkan hatimu untuk menangkap pesannya. :) Ini salah satu channel favorit saya kalau ingin tadabbur qur'an..
Harta
Dulu waktu awal baru nikah. Pernah dalam kehidupan rumah tangga kami ketika uang kami cuma tinggal 1 juta. Secara kami nikah benar benar pure dari tabungan sendiri sendiri. Ga mau ngerepotin orang tua, jadi ketika memutuskan untuk menikah bahkan resepsi adalah tanggung jawab berdua. Uang dari angpao nikahan udah buat beli ini itu, maklum baru nikah banyak pengennya. Saya yang biasanya terencana juga kayak pengen aja gitu merayakan kehidupan awal awal pernikahan.
Sudah mana kami berdua suka sama buku, uang 250 ribu sambil nunggu gajian bulan tersebut bukannya dihemat hemat malah justru kami beliin buku tentang start up yang tebelnya udah kayak kitab apaan, dengan mengucap bismillah insya Allah besok rejekinya ditambah haha.
Sampai di eskalator saya ngomong sama suami, “bang gimana nih tabungan tinggal segini.” Dia maklum istrinya perencana jauh jauh hari, jadi suka mengalami kritis sebelum kejadian kritis itu terjadi. Jadi sudah prepare.
Tau ga jawab dia dengan santainya apa,
“Seorang abu bakar aja yang sekaliber itu. Pernah miskin semiskin miskinnya, sampai yang dia punya cuma Allah dan rasulnya.” Katanya nyengir. Saya jadi teringat kisahnya yang saat itu menyumbangkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga baginya cukup Allah dan rasul untuk keluarganya.
Kemudian kami tertawa berdua. “Iya juga ya bang.”
Yah sejak saat itu, bagi kami (semoga akan terus begitu aamiin) harta bukanlah perkara yang bagaimana bagaimana. Mengikut prinsip abang, biarlah harta yang ngejar kita. Kitanya jangan ngejar harta. Kita cukup berusaha dan bertawakkal. Jangan sampai kayak orang ga beriman yang takut ini itu, padahal Allah sudah menjamin rejeki kita. Kalau memang rejekinya ya dapat. Kalau engga ya sudah. Dan alhamdulillah, hidup jadi mudah terasa. Ga pernah merasa kekurangan, berkurang satu kekhawatiran. Masya Allah begitulah kemudian yang terjadi harta dan rejeki itu yang mengalir mendatangi kami bahkan saat tidak dicari :)
Bila datang fase kita tak mempunya apa yang diinginkan saat itu diminta bersabar. Bila datang fase kita dilimpahi hal yang tak kita minta saat itu diminta bersyukur. Hidup seorang mukmin seharusnya memang tidak rumit bukan? Karena ia percaya hidupnya terjamin oleh yang Maha Memiliki Segala.
Wallahu'alam..
Alizeti, Jakarta
Membahagiakan Orang Lain
Saat kita melihat seseorang tertawa karena kita, seketika kita juga merasa senang. Termasuk ketika orang lain merasa senang atau lega dengan apa yang kita lakukan.
Pada kenyataannya, Tuhan selalu berencana untuk kebahagiaan kita, meski dengan mengirim orang yang sedang butuh untuk dihibur, ditenangkan hatinya, atau barangkali hanya untuk sekadar didengar ceritanya.
Dengan mengirim orang lain, Tuhan menunjukkan bahwa kita tidak sendirian mengalami sesuatu yang berat. Bahkan, orang yang Dia kirimkan sedang mengalami masalah yang lebih pelik.
Kita bisa duduk, berbicara, tenang, lalu berputar-putar membicarakannya kembali, namun tetap saja Tuhan punya caranya sendiri. Meski terkadang cara tersebut tidak dirasa benar oleh manusia. Sebab dengan mencintai diri sendiri terlebih dulu, maka segala hal lainnya akan sejalan. Benar-benar harus mencintai diri sendiri untuk menyelesaikan urusan apapun di dunia ini.
Mungkin kita akan menyadari dan memahaminya sedikit terlambat. Kadang, untuk berbahagia bisa dengan cara membahagiakan orang lain. Untuk tertawa lega, bisa dengan membantu orang lain agar bisa tertawa lega juga. Sesederhana hukum timbal balik, bahwa apa yang akan kita beri, kita akan selalu menerima lebih.
Demikian, boleh jadi untuk bahagia, kita bisa mulai dengan mencoba membahagiakan orang lain. Setiap orang yang bahagia selalu mirip satu sama lain. Tetapi orang yang tidak bahagia, merasa tidak bahagia karena alasannya sendiri.
Bogor, 23 Juni 2019 | Seto Wibowo
Hai there
Ada sesuatu yang Allah biarkan kita tidak mengetahuinya, sebab jika kita tahu maka kita akan terluka. Ada juga pertanyaan-pertanyaan yang menurut garis takdir-Nya lebih baik jika tidak terjawab, sebab tidak semua jawaban akan siap kita terima. Semua telah diatur-Nya untuk kebaikan kita, maka tugas kita adalah berbaik sangka; kepada-Nya, keadaan, diri sendiri, dan juga sesama manusia.
Kalau kamu bingung bagaimana memperjuangkannya, mulailah dengan melibatkan Allah, memperbaiki sholat, menguatkan ikhtiar, melewati sabar, lalu tutup dengan sebenar-benarnya berserah.
Danny Dzul Fikri
noted!
Kali Ini
Kali ini aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memperjuangkanmu dalam diam. Dia menerbitkan cahaya rindu setiap pagi, untuk memastikan tak ada sisi yang termakan oleh gelapnya sepi. Dan senyummu, adalah penggerak romansa hatinya, tanpa perlu tambahan kafein untuk meningkatkan detak pada tiap detiknya. Apakah kau menyadari? Aku yakin tidak. Kali ini aku juga akan bercerita, mengenai seseorang yang merawat rasa untukmu sendirian. Dia merangkai simfoni rindu setiap siang, untuk mengalahkan nada sumbang hampanya hari. Dan tawamu, adalah nyanyian terindah yang pernah didengarnya, tak bisa ia hentikan karena terus terngiang pada relungnya. Apakah kau mengetahui? Sepertinya tidak. Kali ini pun aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memelihara asa padamu dalam kelam. Dia menyatukan kepingan angan setiap malam, untuk menerangi tiap sudut kisah yang olehmu tak pernah terfikirkan. Dan tatapmu, adalah refleksi terbaik dari sebuah harapan, tak pernah ia lupa akan rasa dari dua bola teduh yang menyamankan. Apakah kau memahami? Aku rasa tidak. Kali ini, apakah aku masih boleh bercerita? Apakah aku masih dapat tempat untuk didengarkan? Apakah kau percaya bahwa dia itu adalah aku? Jawabannya, tentu saja, tidak. Karena kau tak ingat di mana menaruh peduli, kau pun lupa untuk menghargai, kau bahkan tak tahu sudah berapa lama aku di sini. Jadi, bagaimana jika aku bertanya apakah aku boleh pergi? Aku harap jawabanmu tetap tidak, karena dengan senang hati aku akan bertahan di sini. Lagi.
Kaulah Yang Beruntung
Kaulah yang beruntung. Kau dapatkan sepenuh hatinya tanpa lebih dulu menjadi sepertiku. Ialah, menakar-nakar dan berhati-hati akan banyak hal buruk yang mungkin terjadi. Hingga, dayaku merapuh sendiri dan cintaku ditinggal pergi.
Kaulah yang beruntung. Kau menggenggam kesetiaannya tanpa lebih dulu menjadi sepertiku. Ialah, tak membagi kesepianku dengan yang selain dia. Hingga, sunyi membadan di diri; menjelma sebagai kawan hidup dan matiku dalam menyayangi.
Kaulah yang beruntung. Kau dihujani rayu dan harapan sucinya setiap waktu tanpa lebih dulu menjadi sepertiku. Ialah, menahun mengucap munajat rinduku padanya di hadapan kekuatan yang Maha. Hingga, yang terbaik untukku bagi-Nya adalah tidak dikabulkannya seluruh doa.
Kaulah yang beruntung. Semoga kau paham cara bersyukur.
Kaulah yang beruntung. Sementara, aku diajarkan cara merela.
Kaulah yang beruntung. Tetapi, aku juga.
Sudahlah, Ning, Tepiskan Saja Gusar Itu Perlahan
Bukankah memang seharusnya begitu Ning, buat apa kita terlalu mengkhawatirkan perasaan pada seseorang yang kita sendiri tak tahu dia jodohnya siapa.
Sudahlah Ning, bukankah memang semestinya begitu, kita simpan baik-baik perasaan yang kita punya, kita tahan khawatir yang kita punya, kita sisihkan rindu yang kita punya, kita genggam itu semua hanya untuk seseorang yang ketika kita melakukannya kita akan mendapat lebih banyak pahala.
Sudahlah Ning, selesaikan saja dulu Tugas Kuliahmu, atau pekerjaanmu, atau sudahkah kau buatkan teh manis untuk ayahmu, atau sudahkah kau bantu ibumu membersihkan perabotan kotor yang menumpuk di dapur itu.
Ning, yang jelas-jelas sumber pahala saja ada di depan mata, kenapa pula kita memikirkan yang belum semestinya?
orang-orang yang bertumbuh
ciri-ciri orang yang bertumbuh: 1. bangun pagi, sebab dia memiliki cita-cita untuk dicapai setiap hari. 2. fokus pada tujuan hidupnya, bukan pada jalannya, melainkan pada bagaimana cara menjalaninya. 3. tidak iri dengan pertumbuhan hidup orang lain. alih-alih, ikut senang dan bahagia apabila ada orang lain yang meraih keberhasilan (dan justru terinspirasi untuk menjadi versi diri yang lebih baik). 4. banyak bersedekah, sebab semakin menyadari bahwa apa yang dimiliki (harta, waktu, energi) bukan milik sendiri. 5. semakin bertambah keimanan, ketakwaan, dan semakin bersyukur.
Rindu. Lagi.
Selalu ada alasan untuk ‘cinta tanpa alasan’. Juga jika hal itu menghasilkan cinta tanpa balasan.
Erdian Aji, 2012 (via albertashendy)
A sad thing about being me.