Yang bikin rindu rumah itu, adalah ketika ngeliat si mama sering putar2 video dzikir, trus ngeliat beliau semangat shalat malam ny, semangat ibadahny, inilah membuat "ruh" itu melangit berkali kali lipat...

blake kathryn
official daine visual archive

tannertan36
🩵 avery cochrane 🩵
Lint Roller? I Barely Know Her

ellievsbear

Andulka

pixel skylines
$LAYYYTER

if i look back, i am lost

No title available
YOU ARE THE REASON

Origami Around
Noah Kahan
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
RMH
h

Kaledo Art
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

seen from United Kingdom

seen from Spain

seen from Philippines
seen from Venezuela
seen from Germany

seen from United States
seen from Colombia
seen from Colombia
seen from Canada
seen from Ukraine

seen from Ukraine

seen from Germany

seen from Germany

seen from Ukraine

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@smilegaza
Yang bikin rindu rumah itu, adalah ketika ngeliat si mama sering putar2 video dzikir, trus ngeliat beliau semangat shalat malam ny, semangat ibadahny, inilah membuat "ruh" itu melangit berkali kali lipat...
Seorang isteri jika mengemas rumah, walaupun itu bukan yang wajib dilakukan tetapi jika dilakukan diberi ganjaran sedekah. Begitu juga memasak, walaupun bukan wajib dilakukan diberi ganjaran sedekah. Apa saja yang baik dilakukan di dalam rumah oleh si isteri, walaupun daripada perkara yang tidak wajib tetap mendapat ganjaran sedekah.
♥️♥️
Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid
Masih banyak sekali kekurangan diri ini ..
Butuh semangat..
“Segala sesuatu yang ingin kau bawa ke akhirat, siapkan dari sekarang. Dan sesuatu yang tidak ingin kau bawa, tinggalkan dari sekarang.”
— Abu Hazim Salamah bin Dinar
Dan memang ketaatan itu mendatang kan keberkahan :)
Karena takdir tak mengenal perasaan, dia hadir untuk hal yang paling dirimu harapkan, atau hal yang membuatmu begitu sedih Tapi, jika dirimu menjadikannya sebagai hikmah, Dia akan membuat dirimu terus bertumbuh...
Trust Allah always
Sepatu
Kita tidak diciptakan untuk ukuran sepatu yang sama, setiap kita punya kelebihan dan kekurangan, setiap kita punya takaran dan ujian masing- masing, Ilmu Allah itu maha luas, terkadang kita suka belagu menggurui kehidupan orang, kita g tau setiap orang gimana kesulitan yang mereka hadapi.. Usahlah menggurui mari berempati..
Tetiba ingin menuliskannya dalam sebuah novel...
One day insyaAllah
Di zaman dimana seolah semua episode hidup harus selalu dibagikan dan diceritakan, kiranya kita bisa memilih sikap untuk berjuang, bertumbuh, dan belajar lebih banyak tanpa harus selalu mengabarkan setiap detailnya kepada orang lain. Kecuali, jika dan hanya jika kabar itu bisa menjadi kebaikan bagi mereka yang mengetahuinya.
(via novieocktavia)
Di zaman dimana seolah semua episode hidup harus selalu dibagikan dan diceritakan, kiranya kita bisa memilih sikap untuk berjuang, bertumbuh, dan belajar lebih banyak tanpa harus selalu mengabarkan setiap detailnya kepada orang lain. Kecuali, jika dan hanya jika kabar itu bisa menjadi kebaikan bagi mereka yang mengetahuinya.
(via novieocktavia)
Bahwa berbuat baik kepada orang tua bukanlah urusan balas budi atau hubungan timbal balik atas kebaikan yang mereka lakukan
Sungguh, kita tidak akan mampu membalasnya walau satu desahan nafas ibu kita ketika melahirkan.
Ini semua tentang kewajiban, yang tertulis indah di dalam Al-Quran.
(via creativemuslim)
Selesai
Jika kau merasa iri saat melihat foto temanmu yang baru promosi jabatan, atau menikah, atau punya anak, atau jalan-jalan ke luar negeri, atau punya mobil baru, yang salah bukan temanmu. Apakah ia merugikan waktumu? Apakah ia menghabiskan tenagamu? Apakah ia menggunakan sepeser uangmu? Tidak, kan? Jangan menambah kotor hati dengan berprasangka buruk soal niat temanmu. Kau kira ia riya’, kau anggap dia pencitraan, kau bilang ia pamer.
Periksa hatimu, mungkin hatimu belum selesai memaknai syukur.
Jika kau merasa marah saat orang lain berbeda pendapat denganmu, memilih pilihan yang berlainan denganmu, yang patut dimarahi bukan dia. Apakah ia menghalangimu untuk berpendapat? Apakah ia memaksamu mengikuti pilihannya? Jangan menambah kotor hati dengan menciptakan jarak kebencian dengannya. Kau labeli ia sebagai musuh, kau sebut ia bukan saudara.
Periksa hatimu, mungkin hatimu belum selesai memaknai toleransi.
Jika kau merasa kecewa saat tidak ada yang memuji amalmu, menghargai kebaikanmu, yang menurutmu sudah benar, yang salah bukan mereka. Apakah mereka mencegahmu berbuat baik? Jangan menambah kotor hati dengan menyemai benih harapan pada balasan manusia.
Periksa hatimu, mungkin hatimu belum selesai memaknai ketulusan.
Semakin ku merenungi, semakin aku menyadari. Bahwa kebanyakan–hampir seluruhnya–dari penyakit hati, sumbernya adalah masalah diri yang belum menyelesaikan urusannya dengan ego pribadi. Belum bisa meredakan ‘keakuan.’ Yang darinya lahir sebuah dunia tak kasat mata, di dalamnya si ‘aku’ menjadi sentral, yang harus diutamakan, yang harus didahulukan, yang harus diistimewakan. Membuat diri seolah-olah kuat di luar, padahal rapuh di dalamnya.
Maha Suci Allah, yang suci dari kelemahan hamba-Nya.
Pesan ini pertama sekali kutujukan untuk diriku sendiri
Day 4: Sepatu
Kita ga akan bisa memaksa untuk memasukkan kaki kita di sepatu orang lain yang ukurannya ga sama kan? Klo kita paksain ya mungkin akhirnya akan kekecilan atau malah kebesaran. Ukuran setiap orang memang berbeda beda, pun klo ada yang ukurannya sama, mungkin bisa jadi seleranya berbeda.
Itu artinya, kita baru akan bisa merasakan menjadi orang lain, memahami kesakitan orang lain, mengetahui kesulitannya, sampai kita bisa meletakkan kaki kita di dalam sepatunya. Sampai kita benar-benar menjadi dirinya. Ga mungkin kan? Tapi mungkin kita masih bisa mencoba membayangkannya sampai kita benar-benar berempati dengannya.
Meskipun terkadang, rasanya sulit untuk memahami hal-hal yang tidak sesuai dengan ukuran kita, sulit menerima bahwa orang lain cenderung melakukan hal yang lebih mudah untuk mendapatkan suatu hal yang sama dengan kita, sulit untuk menerima keadaan bahwa kita lah yang harus berkorban lebih banyak dibanding orang lain. Rasanya sulit.
Maybe something is getting harder intentionally, because we’re the one who can do it. Mungkin emang kita yang bisa pakai sepatu itu, bukan orang lain. Atau mungkin sepatu itu suatu hari akan berubah jadi sepatu kaca yang sangat berharga ketika kita bisa ikhlas menerimanya. Mungkin.
Taat itu…
Nggak pernah mudah, selalu aja ada rintangan untuk menujunya. Tapi ia akan sangat bisa diusahakan.
Maka, orang-orang yang sanggup taat kepadaNya adalah orang-orang yang punya nilai lebih lagi mahal.
Taat itu, terkadang diuji di saat ia sedang bertanpa kawan, tapi ada juga yang diuji taatnya saat bersama kawan.
Sedabg bagiku, sungguh beruntunglah orang-orang yang punya kawan untuk bisa diajak berjalan bersama menuju ketaatan.
(via asqinajah)
Sebab tidak ada gunanya memperjuangkan seseorang yang tidak mau diperjuangkan. Sebab cinta itu tidak hanya sehari-sebulan. Butuh dua pihak yang sama-sama yakin sejak awal.
Dan bersedia memperjuangkan bersama-sama, tidak hanya salah satu.
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
Day 2: Jeda
Bagaimana memaknai sekumpulan kata jika tak ada spasi, koma, titik, atau tanda tanya? Maka sekali kali kita mungkin memang butuh jeda agar kamu tahu bahwa kamu adalah definisi rindu. Meski kita masih tak kunjung terdefinisi.
Bagi ku jeda selalu menjadi ruang untuk bertanya-tanya tentang rasa yang tak tersampaikan, tentang surat-surat yang tak terkirim, tentang rindu yang tak tahu apakah ada balasnya. Jeda selalu membuat ku kembali menyusun agenda untuk membunuh waktu agar aku tak kembali mengingatmu.
kata - katanya......
Wanita & Emosi
Jangan main2 dengan emosi wanita.
Kes ibu kelar anak. Kes ibu campak bayi dari rumah flat tingkat atas. Kes meroyan. Kes isteri lari dari rumah. Kes ummul mukminin cemburu hingga pecahkan mangkuk di depan Rasulullah.
Semua kerana emosi seorang wanita.
Saya mohon, Masyarakat - khususnya suami dan keluarga terdekat jgn pandang remeh bila seorang wanita kelihatan sudah mula beremosi.
Bantu wanita anda. Caranya mudah : Ratibkan zikir dan doa di dlm hati kita. Peluk. Pujuk. Peluk. Pujuk.
Wanita ketika sedang penat atau tidak sihat sangat mudah beremosi. Wanita yg sedang beremosi sangat perlukan perhatian. Jangan ditinggalkan. Kalau dia mahu luah perasaan, biar dia luahkan. Dengar saja. Jangan dibalas dengan diam membatu apalagi bantah apa-apa. Lagi sekali, peluk dan pujuk.
Wanita ketika sedang beremosi hanya perlu melepaskan apa yg terbuku di dadanya. Dia ingin keluarkan rasa sesak yg mengganggu. Ketika ini, otaknya tepu. Jiwanya beku!
Maka jangan masukkan apa-apa lagi. Ini bukanlah masa yang tepat untuk memberikan nasihat, apatah lagi berdebat.
Waktu seorg wanita sedang diamuk perasaan, syaitan berkerumun di sekelilingnya.
Waktu ini, Setinggi mana pun ilmunya, Mungkin terbang entah ke mana. Sekukuh mana pun imannya, Mungkin dia akan tewas juga.
Jadi elakkan marah seorang wanita ketika dia sedang marah. Bantu dia melepasi saat sukarnya. Usah di umpan lagi kemarahannya hingga dia buat kesilapan yg akhirnya dia sendiri sesali. Tenangkan saja seorg wanita yang sedang dirasuk emosi. Peluk. Pujuk.
Nanti bila dia sudah tenang, bila fikirannya sudah kembali rasional, bila apa yg tersumbat di dadanya sudah keluar, sudah lega.. Nasihatilah dia. In ShaaAllah ketika ini, nasihat kita masuk seperti air. Cair dan mengalir.
Seorg wanita itu dianugerahi Allah sifat yg sangat teliti. Kerana teliti, dia boleh menguruskan banyak hal-hal rumahtangga secara terperinci. Namun kerana teliti juga, adakalanya dia menyusahkan diri sendiri. Hal2 yg kecil bagi seorg lelaki mungkin dianggap besar baginya.
Tegurlah jika dia tersalah. Tapi tegurlah pada masa yg betul dengan cara yang betul, dengan nada yg betul.
Sungguh sifat seorg wanita dan lelaki tidak sama. Kemampuan mengawal emosi juga tidak sama. Maka cubalah fahami perbezaan ini. In Shaa Allah, banyak masalah dan musibah dapat dijauhi.
“Wanita itu dijadikan dari tulang yg bengkok. Kalau dibengkokkan, Semakin bengkok. Kalau diluruskan, ia patah. Kalau dibiarkan, ia terus bengkok. Maka nasihati nya dgn kata2 yg baik.”
Ini Rasulullah yg pesan.
Pesanan yg sudah cukup menggambarkan betapa tidak mudahnya mengendalikan emosi seorang wanita. Justeru, berhikmahlah.
Lelaki, Jangan cuma mahu terima seorang wanita dalam keadaan cantik manisnya saja. Belajar lah juga menerima ketika ribut melanda jiwa rapuhnya.
Terima org lain seadanya seperti mana dia juga menerima kita seadanya kita. In Shaa Allah, mudah melentur bahagia.