My Suit
Aku punya sebuah sebuah cerita tentang sebuah jas yang aku punya. Jasku ini, aku peruntukkan laki-laki. Aku ingin memberikan itu pada laki-laki nanti mungkin aku rasa sesuai.
laki-laki pertama.
saat aku berikan jasku padanya, ukurannya sangat sesuai dengan badannya. dan dari segi bentuk jas dan badannya, sangat sesuai. menurutnya, dia nyaman menggunakan jas itu, dan dia gunakan dalam beberapa waktu. hingga pada suatu ketika, seseorang mengatakan padanya, bahwa antara warnanya dan warna jasnya tidak sesuai. kritikan itu terus-menerus menggema di sekitar lingkungannya, hingga akhirnya aku mendengarkan gunjingan itu. dia, berusaha menjaga dan menghormati aku sebagai pemilik jas itu. dia merasa tidak enak hati sehingga membuka jas itu dan mengembalikan padaku dan berkata bahwa sebaiknya itu bukan untuknya karena warnanya tidak untuknya, walaupun ukuran sesuai tetapi warna tidak, mungkin nantinya akan menimbulkan ketidaknyamanan, sehingga aku menerima kembali jas yang sudah dia kenakan itu.
laki-laki kedua.
kini aku merasa bahwa ada laki-laki lagi yang sesuai dengan jas yang aku punya ini. aku berikan jas itu padanya, dan dia sangat senang menerima dan mengenakannya. tetapi... aku menyadari bahwa jas itu ukurannya kebesaran buat dia. tetapi dia sangat optimis akan menjadikan jas ini suatu hari nanti akan sesuai dengannya. sehingga aku mulai memberikannya waktu. setahun, dua tahun, tiga tahun, 4 tahun, dan 5 tahun berlalu. banyak hal yang sudah terjadi. banyak hal yang terlalu dipaksakan. mulai dari dia berusaha memantaskan diri, dan mulai dari ukuran jas itu yang diubah-ubah agar sesuai dengan ukuran si pemakai saat itu. tapi apapun usahanya, bila jas itu memang tidak untuknya, jas itu tetap tidak akan pernah bisa baik untuknya. seberapa keraspun usahanya. yang ada hanyalah kerusakan-kerusakan kecil atau besar pada jas itu karena terlalu dipaksakan. hingga akhirnya aku sedih melihat jasku yang saat ini sudah tampak lusuh, dan sedikit rusak. hingga akhirnya, laki-laki ini menyerah, dan mengembalikannya padaku lagi.
laki-laki ketiga.
ketika aku sudah mulai meyerah, dan mulai memperbaiki kembali jasku yang sudah rusak sempurna, aku menambal semua bagian yang robek, memperbaiki tiap kancing yang rusak, dan mencuci jas itu sehingga warnanya akan kembali seperti semula, hingga ada seorang laki-laki yang tertarik melihat jasku, dan menawarkan diri untuk mencobanya. awalnya aku tidak yakin ini pantas untuknya, karena beberapa hal nampak jelas tidak sesuai dengan jas ini, hingga akhirnta usahanya untuk meyakinkan aku membuatku ingin memberikannya kesempatan. dan akhirnya aku memberikan dia kesempatan itu. apa yang aku duga pun terjadi. jas itu terlalu kekecilan untuknya. tidak muat, hanya muat untuk lengannya, tapi yang lainnya tidak bisa masuk. sampai akhirnya dipaksakan dengan sedikit keras, dan akhirnya jasku kini robek. benar-benar robek melebihi sebelumnya. sudah hampir tidak bisa digunakan lagi. seperti sampah yang sudah tidak layak digunakan. aku benar-benar hancur saat itu. marah, sedih, kecewa. berharap laki-laki ini mau membantuku untuk memperbaiki jasku ini lagi. tapi nyatanya? dia pergi dan mencari jas lain yang katanya lebih pantas untuk dirinya. hal menjijikkan apa lagi yang aku harus hadapi.
laki-laki keempat.
semua teman-teman kini membantuku untuk memperbaiki jasku ini. dalam kekecewaan dan putus asa aku memperbaikinya. sebenarnya sudah tidak berharap ini akan jadi lebih baik atau akan kembali baik dan layak digunakan lagi. tapi, banyak hal yang menharuskan aku segera menyelesaikan jas ku ini, setidaknya kondisinya harus sama seperti sebelum laki-laki pertama memakainya. hingga aku bertemu pada laki-laki yang keempat. ketika aku membawa jas ini, aku tidak mengukur dirinya pantas atau tidak menggunakan jasku nanti. aku hanya menunjukkan jasku , dan menceritakan cerita-cerita tentang jasku padanya. dan dia juga menunjukkan gaunnya kepadaku dan menceritakan tentang gaun-gaunnya padaku. pertukaran cerita kami terus berlangsung. kami melakukan hal yang sama pada satu sma lain, dia berusaha membantuku menyempurnakan kondisi jasku, dan aku berusaha membantunya memperbaiki kondisi gaunnya. hingga pada suatu masa, kami menyadari satu sama lain untuk memberikan salah satu dari kami mencoba jas dan gaun yang kami punya. aku memberikan jasku padanya, dia memberikan gaunnya padaku. aku tidak tau penilaiannya tentang aku yang menggunakan gaunnya, karena ini adalah cerita tentang jasku. jadi aku akan ceritakan penilaianku tentang jasku yang ia kenakan. kali ini, jasku menemukan pemiliknya. dia pantas dan sesuai. warnanya pun sesuai, ukuran sesuai. semoga dia selalu nyaman menggunakan jasku ini. karena mungkin, aku akan memberikan jas itu seutuhnya untuknya. hingga tanggung jawabku tidak lagi menjaga jasku tapi menjaga gaunnya.















