Bahaya dari Phthalates yang dikemukakan oleh Dr. Shanna H. Swan adalah berhubungan dengan sistem reproduksi. Dalam penelitiannya, diidentifikasi terdapat perkembangan abnormal pada bayi laki-laki yang ada dalam kandungan ibu yang memiliki level Phthalates lebih banyak. Ketidaknormalan itu berhubungan dengan hormon testosteron pada bayi laki-laki. Salah satu indikasinya dapat menyebabkan bayi laki-laki ini memiliki postur tubuh atau sedikitnya satu atau beberapa bagian tubuh seperti wanita karena kekurangan hormon testosteron dan kelebih hormon estrogen yang biasa dimiliki oleh perempuan. Selain itu, banyak yang menyebutkan bahwa Phthalates ini dapat menyebabkan pubertas dini pada anak perempuan, kanker payudara, penurunan jumlah sperma, dll.
Sebentar.. Jadi sebenernya Phthalates itu apa sih?
Jadi...
Phthalates adalah zat kimia yang dikategorikan sebagai plasticizer yg biasa digunakan dalam produk kosmetik seperti lotion, nail polish (kutek), parfum, hair sprays, dll. Contoh penggunaan phthalates pada kosmetik, antara lain:
Dibutyl phthalate (DBP) - Pada kutek digunakan untuk membuat produk tidak mudah rapuh atau tahan lama.
Dimethyl phthalate (DMP) - Pada hair sprays untuk membuat rambut lebih feksible dan tidak kaku.
Diethyl phthalate (DEP) - Sebagai pelarut dan membuat parfume lebih tahan lama.
Phthalates pun terdapat pada mainan anak-anak yang biasa terbuat dari plastik loh, St. Ylers! Seperti bebek-bebekan dan mainan lainnya yang terbuat dari plastik. Sebab phthalates ini berguna untuk membuat plastik yang semula tidak lentur dan empuk menjadi lebih fleksibel teksturnya. Itu sebabnya, tidak jarang kita menemukan mainan anak, atau benda plastik lainnya yang semula sangan lentur setelah sekian lama digunakan menjadi lebih mengeras atau kaku. Hal tersebut dikaranekan zat Phthalates yang ada pada barang tersebut sudah mulai hilang karena kembali terlepas ke udara.
Jadi, untuk St.Ylers yg sedang hamil, menyusui, ataupun sudah memiliki anak, lebih waspada yaa dengan Phthalates ini. Mulai sekarang, hindari anak agar tidak lagi menggigit-gigit mainannya yah, Bunda.. Selain mainan yang digigit terdapat banyak kuman, Phthalates pun bisa mengancam kesehatan dan kestabilan hormonnya. Dan untuk women of child-bearing age, hindari dulu deh penggunaan kosmetik yang mengandung Phthalates ini. Sayang anak… sayang anak…
Hihihi ;)
Ref:
http://shswan.com/tag/phthalates/
http://www.ibupedia.com/artikel/balita/waspada-bahaya-phthalates-untuk-bumil-dan-anak
http://kurogakure.blogspot.com/2014/08/bahaya-produk-plastik-mengandung.html
http://www.fda.gov/Cosmetics/ProductsIngredients/Ingredients/ucm128250.htm
http://www.huffingtonpost.com/quora/how-dangerous-are-paraben_b_3932609.html
http://www.teruskan.com/6000/phthalate-dan-bahayanya.html
https://noharm-uscanada.org/issues/us-canada/phthalates-and-dehp
https://www.lamav.com/phthalates-in-cosmetics-putting-risk/












