Jarang posting tapi suka banget buka tumblr

PR's Tumblrdome
KIROKAZE

No title available

#extradirty

Jar Jar Binks Fan Club

roma★
NASA
No title available
Fieri Frames

Love Begins
Monterey Bay Aquarium
macklin celebrini has autism
Fai_Ryy
hello vonnie
ojovivo
Color Me Curious
Sade Olutola
🩵 avery cochrane 🩵

Game Changer & Make Some Noise
occasionally subtle
seen from United States
seen from Bolivia

seen from Colombia

seen from United States

seen from United States
seen from T1

seen from Belarus

seen from Canada
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Venezuela

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Indonesia
seen from T1
seen from Germany
seen from United States
@suka-warnaorange
Jarang posting tapi suka banget buka tumblr
Jika manusia tidak menyukaimu, maka yang tidak menyukaimu hanyalah manusia; lalu apa yang membuatmu sengsara karenanya? Dan jika manusia mencintaimu, maka yang mencintaimu hanyalah manusia; lalu apa yang membuatmu lupa diri karenanya?
Sudah sangat kita ketahui bersama, soal mencari ridha manusia itu melelahkan, karena manusia yang memiliki sifat hati yang gambang berubah, sesuai pada mau dan nafsunya.
Semoga, sabda Nabi ini bisa menjadi acuan kita dalam menjalani kehidupan, bahwa Nabi mengatakan
من التمس رضا الله بسخط الناس رضي الله عنه وأرضى الناس عنه، ومن التمس رضا الناس بسخط الله سخط الله عليه وأسخط عليه الناس.
"Barang siapa mencari ridha Allah meskipun manusia tidak menyukainya, Allah akan meridhainya dan menjadikan manusia ridha kepadanya. Dan barang siapa mencari ridha manusia dengan membuat Allah murka, Allah akan murka kepadanya dan menjadikan manusia pun murka kepadanya." (HR. Tirmidzi)
Arsenal are 2025/2026 Premier League Champions!
Do'a part 2....
Seindah ini ciptaanNya. Lalu bagaimana dengan wajah-Nya? Aku pernah membaca bahwa salah satu nikmat yg paling luar biasa yg diperuntukkan bagi penduduk surga adalah melihat wajah-Nya tanpa perantara. Semoga kita menjadi bagian dari yg merasakan nikmat itu nanti nya. Aaaamiinn. Btw, ini salah satu pantai di Belitung. Tapi aku lupa namanya. Saat aku dan teman ku mencari penginapan bertepatan sekali dengan mentari yg bersiap tenggelam dibatas cakrawala menyisakan jingga yang sayang untuk dilewatkan
Perjalanan belajar menghapalkan do'a berbahasa Arab akhirnya membawa ku bertemu dengan do'a ini;
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Ya Allah, dengan rahmat-Mu aku berharap, janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau. (HR. Abu Daud)
Indah sekali bukan? Do'a itu penghubung yang membawa harapan, kekuatan dan ketenangan karena kita tahu dan sadar betul sudah bersandar kepada Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dzat yang hati kita ada dalam genggaman tangan Nya. Dzat yang tidak akan mendzolimi hamba-hambaNya
Aku teringat ayahku yg belum genap setahun berpulang kepangkuan Nya. Jika tidak ada do'a seperti apa aku akan melanjutkan bakti ku kepada beliau? Aku banyak kurangnya, aku bahkan belum sempat bertanya seperti apa anak yg beliau inginkan? Jika tidak ada do'a bagaimana jika sesekali aku rindu? Jika tak ada do'a bagaimana aku mengatakan bahwa aku selalu cinta walaupun raga kita tak mungkin berjumpa. Ayah memang sudah tiada, tubuhnya mungkin telah melebur bersama tanah tapi dengan do'a ayah selalu hidup dalam hati dan pikiranku. Ayah,...yang tenang ya disana. Semoga rumah ayah yang baru penuh dengan segala bentuk kenikmatan. Tidak ada lelah, tidak ada kesedihan, tidak ada kecewa. Semoga yg ada hanya bahagia. Aaamiin
Sholawat serta salam kepada Rasulullah SAW manusia teragung sepanjang masa. Berkat perjuangan dan jerih payah mu wahai Rasulullah. Umat mu yang banyak lalai ini mengenal do'a. Allah humma sholli 'alaal Muhammad
⓿➐🅓🅩🅤🅛🅠🅐🅘🅓🅐🅗 ➊➍➍➐🅗
Kenapa kamu suka menulis?
Kadang kita gak bisa selalu cerita ke orang lain. Menulis jadi “tempat curhat” tanpa takut di-judge. Entah itu marah, sedih, atau kecewa. Semuanya bisa keluar tanpa disaring.
Akhir-akhir ini suka buka aplikasi lain dibanding Tumblr. Aaahhh kangen bangeett buka aplikasi iniiiii
Kadang suka kepikiran, orang lain enak banget bisa puasa dari awal Ramadhan. Aku? Hari pertama kehalang haid. Habis itu badan belum enak, sempat dehidrasi, kencing juga sakit karena masih pakai DJ stent. Hari ini coba lagi pelan-pelan. Semoga Allah mudahkan dan kasih aku kesehatan buat jalanin puasa dengan baik.
Aku membelakangimu..
Memantapkan diriku yang menyerah, lalu pergi meninggalkan semua yang pernah kita jalani.
Halo, mau sedikit cerita.. dan kalian boleh kasih aku saran jika diperlukan..
Begini, yg aku rasa... Anehnya aku pada saat ngekos, bertetangga itu sangat aku sukai. Tapiii ketika aku sudah jadi ibu rumah tangga, beda banget pada saat single dlu lho! Sama sekali malas buat keluar rumah untuk say hi sama ibu-ibu yg usianya 30-an. Walau beda 7-10 tahun jujur aja aku agak gimana gitu yaa.. apa karena mereka dari suku yg berbeda dgn ku? atau karena mereka buatku unrispect karena jumat malam selalu karaokean di depan rumah sampe jam 12 teng. Yaps... Aku membatasi diri dan aku hanya menyapa jika ia menyapa. Aku terlalu individual karena memang latar belakang hidupku sedari kecil jarang bergaul. Aku pun suka apa-apa sendiri dan gak mau merepotkan orang lain..
Jadi pernah suatu hari tiba-tiba dadaku sesak, aku chat tetanggaku 1 orang yg dekat dgn ku saat itu. Kubilang dadaku sesak dan terasa terikat, lalu tak lama ramai sudah di rumahku dihampiri banyak tetangga dan juga ketua RT. Speechless lho dan banyak yang peduli disini.. kata mereka "kalau kesulitan bilang aja sama kita, titip aja anak kamu sebentar ke kita kalau lagi repot". Well, mereka baik, tapi... Diriku gak mau merepotkan orang di sekitar. Aku bisa sendiri, Insyaallah bisa.
Setelah ditinggal ayah kandung, ditelantarkan, ibuku dikunci di kontrakannya pada saat mengandungku dan hanya disisakan mie instan 1 tanpa adanya gas elpiji. Rasanya sudah muak dengan ayah yang seperti itu.
Ibuku menikah lagi dengan duda tanpa anak, usianya jauh di atas ibuku. Namun mereka saling mencintai.
Aku saat TK sampai akhir hayat ayah sambungku, gak ada perbedaan antara anak kandung beliau dengan diriku.
Aku sangat di sayang dicintai, tanpa perbedaan.
Aku sangat merindukan alm. Ayah sambungku.
Jika aku mati dalam sujud,
jangan tangisi aku.
Tangisi hari-hariku yang dulu,
di mana aku hidup
tanpa benar-benar mengingat Allah.
Jika aku mati dalam sujud,
jangan tangisi aku.
Kuharap nanti akan kau temukan ia yang pandai berselancar di atas badai-badai isi kepalamu. Paham arus ombak dan arah mata hatinya yang akan selalu tertuju ke bahteramu.
Kuharap nanti akan kau temukan ia yang tau sisi tergelap hutan hujanmu, letak hewan buas berbahaya yang sering melahap kepercayaan dirimu, letak bunga-bunga langka yang cantik dan tidak bisa dilihat kecuali oleh ia yang tahu persis dimana kau menyembunyikannya.
Kuharap nanti lembutmu tidak lagi takut-takut untuk memperlihatkan diri, sebab telah kau temukan ia yang gagah dalam mengambil peran. Melindungimu, memeluk erat ringkihmu.
Kuharap nanti kau tidak perlu berlelah untuk menyembunyikan rintik di ujung matamu, sebab telah kau temukan ia yang paham bahasa matamu, mana rintik sendu, mana rintik haru.
Kuharap nanti akan kau temukan penulis sajak-sajak ini, meskipun entah nanti ia telah usang dan layu, melebur dengan waktu.
-@ceritadear
Suka banget tulisan ini
Beberapa hari lalu aku dan suami ngobrol soal gas yang bertuliskan hanya untuk masyarakat miskin. aku bilang, " gimana ya kita bukan orang miskin dan kita juga orang kaya, kita hidup pas-pasan.. baiknya apa kita ganti aja ke bright gas seperti sebelumnya?", suamiku jawab, "iya boleh.. kita balik lagi aja ke gas pink, selain itu irit juga."
Kriteria miskin di gambar, sama sekali tidak ada di keluarga yang kami rasakan. Keluargamu bagaimana?
Dahhh...
Aku mungkin perlu sedikit waktu. Tapi bagimu, sehari seperti seumur hidup. Aku bahkan tidak meminta kamu untuk menunggu. Tapi kamu justru berkata, "Kenapa tidak diperjuangkan?" Aku pikir maksud "diperjuangkan" bagimu adalah mempersiapkan diriku sebaik-baiknya, sebaik mungkin. Tapi ternyata perjuangan bagimu adalah hal-hal yang tidak bisa kupenuhi sekarang. Seperti waktu, keberadaan, jalan-jalan, dan segala kesenangan yang selama ini sedang kutunda untuk masa depan. Bahkan aku ingin memelihara perasaan ini dengan baik, kamu anggap sebagai sebuah definisi dari kata "menyerah".
Kalau demikian, aku mau berjuang untuk diriku sendiri dulu saja. Dahh..
i may look like i don’t care, but i cry about it
Jadi Orang Tua Itu Harus Komit Sama Prioritas Pengasuhan dan Jangan Gampang Nyerah
Jadi orang tua itu harus bisa nerima realita bahwa jadi orang tua itu pasti capek.
Prioritas dalam mengasuh seorang anak itu harus menyeluruh. Gak bisa cuma fokus di salah satu aspek kayak cuma yang penting menyediakan makanan, pakaian, dan sekolah yang baik, tapi abai dengan aspek-aspek lain kayak disiplin jam tidur dan pola hidup anak di dalam rumah.
Prioritas orang tua dalam membesarkan anak itu harus seimbang dalam semua aspeknya. Kalau cuma beberapa aspek saja yang jadi prioritas kita, kasihan si anak nanti karena si anak itu butuh SEMUANYA, bukan cuma butuh pakaian saja, makanan saja, atau sekolah saja.
Semua aspek hidup anak kita harus diperhatikan. Jam tidurnya, jam bangunnya, jam makannya, jam mainnya, jam belajarnya, jam ibadahnya, juga kapan dia harus disapih—jika anaknya di umur 2 tahun, orang tua harus punya komitmen di sini. Gak bisa asal jalan saja dan terus nyerah kalau anaknya ‘susah’ diarahkan.
Misal, kalau dari awal jam tidurnya gak disiplin, ke depan ya bakal susah buat bikin anak punya jam tidur yang disiplin, tidur lebih awal, dan bangun lebih pagi. Saat anak sudah terbiasa tidur larut malam, orang tua yang baik harusnya ‘alarm’-nya nyala kalau ini tuh gak baik, gak baik buat pertumbuhannya dan gak baik buat habitnya karena pagi-pagi harus dibiasakan shalat subuh dan persiapan sekolah. Morning person itu dibentuk dari kecil.
Orang tua harus mengerti bahwa yang namanya mengubah kebiasaan buruk ya dengan membangun kebiasaan baru yang baik. Gak instan. Pelan-pelan tapi kontinyu. Misal buat memperbaiki jam tidur anak jadi lebih awal, ya orang tuanya harus konsisten setiap hari mempersiapkan anak agar tidur lebih cepat. Mulai dari sikat gigi anak, ganti pampers, sampai waktu skin care-an orang tua ya juga harus lebih cepat. Kalau orang tuanya gak disiplin, mau ngandelin siapa lagi? Anaknya kan belum bisa mengurus dirinya sendiri.
Masih soal contoh memperbaiki jam tidur anak, di malam pertama anak masih susah tidurnya, orang tua nunggu lama sekali sampai anak tertidur. Ya jangan nyerah. Hari kedua coba lagi. Ketiga coba lagi. Keempat coba lagi. Sampai jam tidurnya bener. Kalau nyerah sekali saja, ya gak akan bener tuh jam tidurnya.
Soal menyapih juga sama. Anak tuh kalau gak dikasih nyusu sama ibunya pasti nangis ngerengek minta nyusu. Kalau gak disetop ya bakal gitu terus. Nah ada orang yang mudah menyerah, bukannya gak tega, tapi gak tahan ngadepin anak rewel. Alhasil dikasihlah terus anaknya nyusu. Gagal terus menyapihnya.
Lihat apa penyebabnya? Orang tuanya gak komit dan gampang nyerah.
Kalau di dua contoh ini saja orang tua gagal membangun habit anaknya, apa gunanya hal-hal lain yang diprioritaskan kayak makanan dan sekolah yang baik tadi? Jadi gak optimal.
Orang tua itu harus menyeluh prioritasnya. Ibu adalah madrasah pertama seorang anak, maka jadilah sekolah yang mengajarkan nilai, akhlak, adab, habit, pengetahuan dan pemahaman. Ayah juga sama. Saling melengkapi.
Baik ibu dan ayah jangan sampai absen dalam membesarkan anak di semua aspek tadi. Prioritasnya juga sama. Jangan cuma fokus ke beberapa aspek saja. Bagi tugas dan jangan buang-buang waktu di dalam rumah.
Orang tua yang bekerja pasti capek. Makanya atur prioritas dan komitmen di situ. Pulang kerja sampai rumah JANGAN LANGSUNG TIDURAN SAMBIL MAIN HAPE. Kerjakan dulu sesuai prioritas ini.
Segera bersih-bersih diri.
Tunaikan dulu ibadah wajib seperti shalat di awal waktu. Jangan di akhir.
Urus kebutuhan anak seperti makan dan tidur tepat waktu.
Kerjakan tugas-tugas pokok di dalam rumah.
Sediakan waktu untuk ngobrol, bermain, atau mengajari anak sesuatu.
Baru istirahat, tidur, atau main hape.
Sebenarnya tidak masalah jika kita orang tua menyempatkan istirahat atau membuka hape di sela-sela aktivitas 1-5, hanya saja harus sadar diri untuk punya batas seperti maksimal 5 menit saja rebahan sambil buka hape, jangan sampai kebablasan. Kalau molor, dampaknya ke anak kita.
Anak itu sejatinya menunggu orang tua akan ‘meng-apakan’ dirinya. Jadi ya jangan ditunda-tunda atau diabaikan anaknya.
Hal yang sifatnya kebutuhan pribadi orang tua seperti istirahat, entertain, atau skin care bisa dikerjakan setelah anak tidur dan tertunaikan haknya. Jangan kebalik, bahkan jika beralasan: kalau saya nidurin anak dulu nanti saya ikut ketiduran jadi gak bisa skin care-an.
Ya salah sendiri ketiduran. Sebenarnya bisa saja dikerjakan di sela-sela aktivitas tadi, tapi jangan lelet.
Yakin deh, kalau disiplin mengerjakan poin 1 sampai 6 di atas tanpa buang-buang waktu di sela-selanya, orang tua akan punya banyak waktu setelahnya (baca: setelah anak tertidur).
Yang jadi masalah itu kalau habit orang tuanya gak disiplin, pulang kerja sampe rumah langsung rebahan sambil main hape 30 menit, sholat maghrib sengaja diakhirkan biar wudhunya bisa sekalian buat sholat isya, di sela-sela semuanya terus buka hape scroll sosmed dan bales-bales WA, gak sempet tilawah apalagi ngajarin anak sesuatu. Problem utamanya: orang tua yang procrastination dan gak disiplin sama prioritas pengasuhan.
Jadi orang tua itu memang capek. Jangan cengeng dan gampang nyerah. Gak usah banyak alasan. Perkara prioritas pengasuhan ini bukan hal yang butuh uang banyak, cuma butuh kemauan aja.
@taufikaulia