Here’s what you need to know--right from the famous Youtuber itself--before you get your videos banned by Youtube by the new Youtube censorship policy of 2017.
(Sumber: Phillip DeFranco)
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Russia

seen from Angola

seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from Malaysia
seen from China

seen from T1
seen from China
seen from Germany
seen from United States
Here’s what you need to know--right from the famous Youtuber itself--before you get your videos banned by Youtube by the new Youtube censorship policy of 2017.
(Sumber: Phillip DeFranco)
Bagaimana pendapat anda mengenai fakta kebijakan baru President Trump yang mengizinkan perusahaan digital untuk menjual data Anda?
(Sumber: Technology Review)
Shame on you, Mr. President. Beberapa screenshot dari tweet Donald Trump di atas hanya merupakan segelintir contoh online misogyny yang diterima oleh kaum perempuan di dunia maya dewasa ini. Fenomena yang menggeramkan inilah yang kemudian mendorong masyarakat di berbagai negara di dunia, seperti Britania Raya melakukan gerakan untuk melawan oniline misogyny. politisi dari partai buruh, konservatif, dan liberal demokrat bersatu untuk membuat suatu kampanye nasional untuk melawan online misogyny di Britania Raya pada Mei 2016. Beberapa tokoh utama dari gerakan tersebut antara lain Yvette Cooper, Maria Miller, Jo Swinson, dan Jess Phillips. Mereka merupakan gabungan para aktivis dan politikus di bangku pemerintahan Britania Raya. Salah satu agenda dari kampanye nasional tersebut yaitu merilis hasil penelitian oleh Demos yang mengungkap besarnya jumlah tindakan online misogyny khususnya di negara tersebut. Demos telah mengkaji kuantitas penggunaan kata seperti "slut" dan "whore" oleh pengguna Twitter di Britania Raya selama 3 minggu berturut - turut hingga akhir April 2016. Hasil studi mengatakan bahwa sejumlah 6500 individu telah mengalami kekerasan online, melalui 10000 tweets yang bersifat agresif dan misogynystic. Sedangkan di seluruh dunia, sebanyak lebih dari 200000 tweets dilayangkan untuk menghujat sekitar 80000 individu dalam kurun waktu yang sama. Sumber terkait: https://www.theguardian.com/technology/2016/may/25/yvette-cooper-leads-cross-party-campaign-against-online-abuse
Glee merupakan salah satu TV Show yang paling memorable bagi saya. Walaupun sudah tamat sejak lama, akan tetapi seluruh tokoh, karakter, dan juga lagu - lagu cover yang mereka suguhkan dalam tiap episodenya tetap terus terekam di dalam ingatan saya. Salah satu hal yang paling saya sukai dari serial Glee adalah ketika para aktris dan/atau aktor menampilkan lagu - lagu yang mereka medley dan mash-up, salah satu contohnya yaitu video di atas yang dinyanyikan oleh Quinn Fabray dan Rachel Berry. Medley dan mash-ups tersebut kemudian memicu banyak sekali budaya remix dalam bentuk mash-ups, seperti yang dilakukan oleh Pentatonix dan para musisi lainnya. Budaya remix di tengah - tengah masyarakat kemudian mampu memicu kreativitas masyarakat itu sendiri. Dengan munculnya budaya remix, banyak sekali karya - karya baru yang dapat dinikmati oleh masyarakat lainnya. Masyarakat penikmat hasil dari budaya remix tersebut kemudian melakukan kegiatan share dan reworking, sehingga budaya remix menjadi suatu never ending loops.
One of my favorite youtubers!
“Open participation, communal evaluation: Produsage is based on the collaborative engagement of (ideally, large) communities of participants in a shared project. The community engages in a continuous peer review of all participants’ contributions.”
-Axel Bruns, in Distributed Creativity: Filesharing and Produsage
Barbie
Ketika berbicara mengenai transmedia storytelling, saya jadi teringat sewaktu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kira - kira sekitar tahun 2006 silam. Saya pada waktu itu merupakan pecinta Barbie. Kecintaan saya pada Barbie semakin besar ketika munculnya film “Barbie: The Princess and the Pauper” di saluran RCTI. Saya membeli semua merchandise yang berhubungan dengan Barbie, mulai dari bonekanya, tempat makan dan tempat minumnya, dan masih banyak lagi. Fenomena ini pun kemudian membuat saya menjadi yakin bahwa yang menjadi salah satu faktor kesuksesan Boneka Barbie yang paling utama adalah transmedia story telling. Dengan kesuksesan boneka Barbie, muncul berbagai film Barbie dengan berbagai kemasan berbeda seperti “Barbie in the Nutckrecker”, “Barbie as Rapunzel”, “Barbie of Swan Lake”, dan masih banyak lagi. Lebih jauh lagi, Barbie pun memiliki banyak seri video game yang dapat dimainkan baik di playstation maupun di PC. Bahkan sejak kemunculan internet, situs www.barbie.com kini menawarkan para pengguna website untuk menjadi part of Barbie’s world. Cukup dengan mendaftarkan diri pada website, kita dapat menjadi karakter Barbie sesuai yang kita inginkan. Hal tersebut merupakan salah satu fakta di mana Barbie kini menjadi obyek bisnis franchise yang sangat besar. Sumber terkait: www.barbie.com
Sekumpulan video amatir tersebut merupakan cuplikan - cuplikan peristiwa menegangkan bom di wilayah Sarinah, Jakarta Selatan. Seperti yang telah kita ketahui bersama, video - video tersebut merupakan hasil rekaman oleh para saksi mata yang terjebak di dalam gedung kantor di wilayah tersebut. Pada saat peristiwa seperti bencana alam maupun bencana nasional, kini penggunaan ponsel selular menjadi sangat memengaruhi masyarakat. Ponsel selular dapat berfungsi sebagai sarana untuk mendokumentasikan serta melaporkan berita/peristiwa langsung melalui saksi mata atau warga sekitar yang terlibat secara dekat dengan peristiwa yang tengah berada di tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian, eksistensi dan penggunaan ponsel selular membuat para masyarakat dengan mudah menjadi para "citizen journalism". Ponsel selular memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh mainstream media yang ada; mampu menyediakan bukti - bukti berharga terkait apa yang sebetulnya terjadi pada saat musibah serta mampu menyebarkan bukti-bukti tersebut (video, gambar, dan sebagainya) dengan cepat. Kelebihan ini tentunya mampu menyaingi eksistensi media konvensional dan sumber informasi resmi yang ada. Selanjutnya, sejumlah mainstream media tersebut mengambil keuntungan dari para citizen journalists tersebut. Mereka menjadi media untuk menyebarluaskan bukti - bukti dari citizen journalists tersebut dan kemudian masyarakat luas dapat mengetahui kebenaran informasi yang sebenarnya secara utuh. Kasus peristiwa bom Sarinah ini merupakan salah satu bukti konkret bagaimana besarnya pengaruh ponsel selular dalam kehidupan masyarakat. Sumber terkait: Gordon, Janey. The Mobile Phone And the Public Sphere: Mobile Phone Uses in Three Critical Situations. 2007. Sage Publications.
Apakah iPhone Benar - Benar Bebas Virus?
Sekitar 40 tahun yang lalu, Jobs menciptakan Apple II, salah satu komputer 8bit paling sukses kala itu. Seperti yang telah dibahas oleh Zitrain dalam The Future of Internet, Apple II merupakan generative technology, yaitu penjelmaan teknologi sebagai sebuah platform di mana users-lah yang mengambil peran penting terhadap cara kerja teknologi itu sendiri. Ada campur tangan third parties di dalamnya (software businessmen, hobbyists, dan sebagainya).
Lain halnya dengan iPhone. Ponsel canggih satu ini disebut memiliki keunggulan dari smartphone lainnya, yaitu wujud dirinya sebagai sterile technology. Dari istilahnya saja, kita sudah dapat menilai bahwa yang dimaksud dengan sterile di sini merupakan teknologi yang terlindungi dari campur tangan third parties. Users tidak bisa sembarangan mendownload dan meng-install aplikasi sembarangan, tanpa dikendalikan oleh sistem iPhone itu sendiri. Hal ini bertujuan agar users tetap merasakan stabilitas keamanan terhadap data. Users tidak perlu lagi berurusan dengan virus, malware, dan semacamnya yang berpotensi menganggu dan bahkan mampu mencuri data dan identitas users. Namun, apakah sterile technology selamanya steril?
Trend Micro menyatakan bahwa iPhone tidak kebal terhadap virus, terlebih lagi jika users nekat men-jailbreak iPhonenya. “Ransomeware” sendiri merupakan salah satu contoh bukti serangan terhadap iPhone yang sudah di-jailbreak. Malware ini heboh terjadi di Australia pada tahun 2011, dengan jumlah korban kurang lebih 21 ribu users. “Waktu itu pelaku minta USD 5 agar korbannya bisa dibebaskan,” papar Aulia Huriadi, Senior Technical Consultant Trend Micro Indonesia.
Trend Micro akhirnya menyimpulkan bahwa tidak ada sistem smartphone yang benar - benar aman. Users tetap tidak boleh mengabaikan perhatian mereka terkait keamanan penggunaan information appliances yang mereka gunakan.
Sumber terkait: http://m.detik.com/inet/security/d-1928015/iphone-bebas-dari-virus-belum-tentu