30 Hari Bercerita #Day07
Katanya, setiap kisah asmara akan menemui bagian sulitnya move on dari satu nama.
Agaknya, kata-kata tersebut benar.
Pernah nggak sih, merasakan sayang sekaligus kecewa yang sama besarnya? Di satu sisi mau membenci tapi hal-hal baik yang dia lakukan memang nggak pernah bisa hilang gitu aja.
Sebaliknya, mau terus sayang tapi kenyataan bilang dia sudah mengecewakan.
Itu asli sih rasanya nggak enak sama sekali. Jalan buat keluar dari perasaan itu juga panjang dan terlalu terjal. Mungkin beberapa orang akan dengan mudah bilang “Udahlah, orang kayak gitu aja kamu pikirin terus.”
Tapi memang kenyataannya terus kepikiran aja, yang nggak tau kapan berakhirnya.
Padahal bisa jadi orang itu juga udah nggak mikirin kita.
Benar ya, akan selalu ada masa lalu yang nggak pernah bisa dilupain dan kita memang sengaja sediakan satu tempat khusus buat itu. Kita kasih bagian buat masa lalu itu hadir untuk kita bawa seterusnya. Tanpa berniat melukai orang baru yang nantinya akan datang tentu saja.
Mungkin itu juga kenapa ada yang istilah mantan terindah, yang biasanya dijawab asal dengan “kalau indah nggak jadi mantan.”
Tapi rasanya istilah mantan terindah itu tepat aja sih. Ya waktu-waktu sama dia kala itu memang jadi hal indah, meski akhirnya nggak bisa sama-sama.
Ah, kalau ngomongin masa lalu memang bisa selalu panjang. Rasanya pengin diceritakan semua hal yang pernah membahagiakan. Sampai lupa kalau sebenarnya dan seharusnya bikin kita bahagia ya diri kita sendiri. Jadi meski sulit, tetap harus bangkit.













