seen from United States
seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Australia
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Canada

seen from Malaysia
25 how odd to be
oh. Things ..do seem so real and yet make-believe at the age of 25 ..what to do, what to see, what to make of my self ,what to believe ,life full of what's and if's an how's ...how odd to be 25 and feel as if time is standing still while my dreams and aspirations fly by me and I'm thinking of what to make for diner for this week while next to me my boyfriend and our two cats sit relaxing in our apartment ...25 is so odd ...
Me In 2007 & 2017: Then-&-Now: No Mean Comments Allowed On This. #collage #thenandnow #red #collage #tramsformers #autobot #insignia #him #heartagram #gray #hoodie #october #2007 #age15 #september #2017 #age25 #ladiesguy1122
Learning how to bike at the age 25 is not something you would be ashamed of, but something you must be proud of. Many would stop living at this age. You can start a new one; Life is learning, learning is life. Don't forget to see my photos with my dear tutor Ms. Azizi after the video 😉 #biking #age25 #bicycle #WePersisit #women #learning (at Tehran, Iran)
1. YOU DON’T NEED ANYONE’S APPROVAL ANYMORE, you can decide on your own.
2. Income - Savings = Expenses; learn budgeting too.
3. Continue doing what you love
4. Not everybody will support your dreams and it’s okay
5. More time reading and less time on social media
6. Spend more time with family
7. Plan for the future
8. Keep FAITH stronger; Pray more often and thank God
9. 80% of what I learned in school was not applied in my everyday life.
10. I am not getting any younger
11. Travel
12. Friends will only be there if they need something or kung kelan nalang free dahil sa kanya kanyang duties and responsibilities.
13. HEALTH is WEALTH
14. Differentiating contentment and having big dreams
15. Making mistakes is okay
16. Never give up easily
17. If you’re not happy, then don’t do it
18. Do not compromise
19. Exercise regularly
20. Spend time wisely, make every second count
21. Learn about SSS, PhilHealth, Pag-ibig, etc (Seryoso!) haha
22. Do not forget to always reach out to others who are in need
23. Invest
24. Know what you are fighting for
25. Adulting is really hard and super fun at the same time 😉
25 dan Masa Depan
Kita sering dengar ungkapan "kehidupan dimulai sejak usia 40 tahun". Bukan tanpa alasan, ungkapan ini konon diamini oleh banyak orang karena di usia ini (katanya) hampir semua orang sudah menginjak masa mapannya. Tidak cuma mapan secara materi tapi juga lahiriyah. Di usia ini banyak yang sudah jadi direktur, ada yang sudah punya rumah yang besar, mobil yang banyak, dan keluarga yang bahagia. Nah, kalau merujuk pada ungkapan ini berarti 'hidup' bisa dimaknai sebagai sebuah waktu di mana kita sudah mendapatkan semuanya.
Tapi rasanya kalau kita lihat sekarang--merujuk pada definisi hidup di atas--agaknya ukuran usia mapan itu sudah bergeser. Coba tengok feed Instagrammu. Di sana kita lihat ada banyak sekali anak-anak muda yang sudah meraih kesuksesan. Kebanyakan dari mereka berada di usia 25-30 tahun.
Walau demikian, melihat kesuksesan-kesuksesan nyata itu seharusnya menyadarkan kita bahwa sebenarnya kita benar-benar hidup itu bukan ketika sudah mapan dan punya semuanya. Hidup adalah ketika kita sudah memulai hal yang kita sukai dan membuatnya menjadi bermanfaat. Hidup dimulai ketika kita sudah menjejaki apa yang sebenarnya kita kehendaki demi mewujudkan masa depan yang bahagia.
"Even if I don't succeed, I'm going to just go for it!" -Ko Dong Man, Fight for My Way
Buat teman-teman yang sekarang ada di usia 23-25 tahun, pernahkah kalian bertanya pada diri sendiri "Apa, sih yang ingin aku dapat dalam hidup ini? Aku ingin jadi apa? Bagaimana cara aku benar-benar bahagia?"
Kebanyakan dari kita di usia tersebut, saat ini tengah menggeluti pekerjaan pertama kita. Lulus kuliah, tentu kita tidak mau berlama-lama menganggur. Inginnya segera dapat kerja. Apapun, yang penting bisa cari uang sendiri tanpa perlu bergantung lagi pada orang tua. Ya, kita ingin benar-benar menjadi mandiri setelah sebelumnya di masa kuliah kita sudah belajar tentang itu (khususnya kamu yang merantau).
Setelah dapat pekerjaan, ada yang sedih, kecewa, ada juga yang langsung 'klik' dengan pekerjaan itu. Tapi berdasarkan pengalamanku dan obrolan dengan beberapa sahabat, kebanyakan dari kami ternyata tidak mendapat pekerjaan yang kami sukai. Beberapa juga ada yang kesulitan mendapat lapangan kerja karena tidak kunjung menemukan pekerjaan yang cocok dengan dirinya dan dia suka.
Baru-baru ini jagad per-drama-an Korea sedang dibuat galau karena salah satu drama keren baru saja rampung. Judulnya Fight for My Way, dibintangi oleh Park Seo Joon, Kim Ji Won, Ahn Jae Hong, dan Song Ha Yoon. Kisah kehidupan dalam drama ini menurutku cukup related dengan anak-anak muda di usia 25 tahun ke atas.
Cerita utama dari drama ini sebenarnya menyoroti kehidupan Park Seo Joon sebagai Ko Dong Man dan Kim Ji Won sebagai Choi Ae Ra. Jadi, ceritanya mereka berdua berusia sekitar 29 tahun, tapi sampai pada usia itu mereka tidak kunjung meraih cita-cita yang mereka dambakan sejak kecil. Dong Man dulu adalah jagoan Tae Kwon Do di sekolahnya dan dia sangat menyukai olah raga itu hingga ingin menggelutinya sepanjang hayat.
Sayangnya, karena ada satu kejadian yang membuatnya trauma, Dong Man terpaksa meninggalkan dunia martial arts itu dan menjalani pekerjaan yang sama sekali tidak sesuai dengan keahlian dan kesukaannya: pembasmi serangga rumah.
Sementara itu, Choi Ae Ra diceritakan sebagai seorang perempuan yang tergila-gila pada mikrofon. Sejak SMA ia bahagia sekali kalau sudah disodori mikrofon. Bukan, bukan sebagai penyanyi. Impian Ae Ra adalah menjadi penyiar atau pewarta. Namun, sampai di usianya yang semakin dewasa itu Ae Ra malah bekerja sebagai resepsionis sebuah gerai aksesoris mahal. Hingga pada akhirnya kedua sahabat ini memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan mereka dan mulai berusaha mengejar impian mereka lagi.
Dari drama ini kita bisa belajar soal impian. Memang saat ini ada banyak sekali teman-teman kita di usia 25-29 tahun yang tampaknya sudah sukses dengan usaha mereka masing-masing. Namun, buat kita yang sampai saat ini belum mendapatkan apa yang sebenarnya kita inginkan, jangan berkecil hati.
Sebenarnya tidak ada kata terlambat untuk mulai mengejar impianmu. Seperti yang terjadi pada Ae Ra dan Dong Man, mereka baru mulai menggeluti kesukaan mereka di usia menjelang 30 tahun. Walaupun pada akhirnya mereka tidak menjadi bersinar, yang penting adalah mereka berhasil menggeluti passion-nya.
Usia 25 tahun adalah soal passion dan masa depan. Usia ini katanya masih usia muda. Masih semangat-semangatnya untuk belajar dan berusaha. Energinya sangat besar untuk bergerak cepat sehingga seharusnya kita tidak menyia-nyiakan usia ini. Dan yang terpenting adalah bersabar.
Melihat kawan-kawan seusia kita yang tampaknya sudah sukses, punya banyak uang dan tampil di panggung mana-mana, pasti kita juga ingin mengalaminya. Siapa, sih yang tidak ingin bersinar di usia mudanya? Tapi kalau saat ini kita baru memulai, harus kita akui bahwa untuk menuju kesana jalan kita masih cukup jauh. Yang penting adalah MULAI SEKARANG JUGA APA YANG KAMU CITA-CITAKAN.
Waktu terus berjalan, kita juga harus tetap berlari. Kalau kita berhenti, dunia tidak ikut-ikut berhenti. Ketika orang lain tengah berjalan santai, seharusnya kita mengencangkan tali sepatu dan berlari sekencnag-kencangnya. Awalnya memang mendebarkan, melepas semua kenyamanan yang tengah kita jalani sekarang dan memutuskan untuk memasuki pintu kehidupan yang kita sukai. Tapi, itu adalah tantangan yang menyenangkan.
Tentu kita juga takut membuat kesalahan dalam perjalanan mencapai impian itu. Akan ada banyak sekali masalah yang kita timbulkan juga. Percayalah, semua itu cuma batu kerikil yang sebenarnya tidak terlalu melukai sampai menghalangi gerak langkah kita untuk terus berlari.
It's not "Youth is for being in pain," it's "Youth is for making trouble."- Choi Ae Ra, Fight for My Way.
Urusan apakah kamu akan bersinar nantinya, kita sendiri yang berhak mengukur seberapa terang sinar itu.
Usia 25 tahun adalah kick off menuju kehidupan yang sebenarnya. Hidup yang akan benar-benar kita jalani sendiri. Kehidupan masa depan kita ditentukan sejak usia ini, tepatnya ketika kita masih muda dan sudah mandiri. Jadi, jangan sia-siakan waktu ini. Buat masa muda ini begitu berkesan, seru, dan menyenangkan agar kelak di usia 40 tahun kita bisa bilang "I really live my life and I'm happy."
Kalau kamu berdebar-debar memulai hal yang kamu sukai, boleh jadi itu pertanda kamu akan berhasil kelak. Jangan berhenti, teruslah berlari!