Happiness, Fun, and Pleasure - Kesenangan yang Menipu
Tentang QS Al-Hadid(57):20
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
Ada 5 hal dalam kehidupan dunia yg disebutkan di sini:
lahwun: hal yang melalaikan (seperti hiburan yang bikin lalai)
ziinatun: hal2 yang indah & memperindah; beauty, beautification
tafakhurun bainakum: saling berbangga2 di antara kalian (dengan pencapaian masing2)
watakaatsurun fil amwali wal auladi: dan berbanyak2 harta dan anak
Seiring perkembangan manusia, kelima hal itu muncul berurutan. Awalnya manusia sebagai bayi hanya punya kebutuhan (minum, tidur, buang air, dll). Semakin besar dia punya keinginan untuk bermain. Makin besar lagi pengen hiburan. Saat remaja tertarik dgn hal2 yg indah, lawan jenis, mempercantik diri. Setelah kuliah & lulus bagus2an pekerjaan, rumah, mobil, anak2, dst.
Padahal, itu semua seumpama hujan yg menyuburkan tanaman, sehingga tanaman itu tumbuh subur, dan menyenangkan hati yg menanam. Namun kemudian tanaman itu jadi kering, kekuningan, kemudian jadi hancur sama sekali.
Seperti anak kecil yg sangaaat ingin mainan baru, kemudian dibelikan. Excited sekali bermain dengan mainan itu… seminggu kemudian mainannya dilupakan, rusak, atau hilang.
Seperti remaja yang menunggu film terbaru keluar, pengen banget nonton.. masuk ke antrian panjang demi untuk nonton premier. Selesai nonton… ah ternyata begitu doang.
Seperti anak muda yang jatuh cinta, mengejar2 si idaman hati.. begitu didapat, bersama sekian lama, kemudian bosan, atau bertengkar, atau udah gak cocok lagi.. lalu selesai.
Seperti pemuda yang menabung sekian lama utk beli gadget keren.. setelah beli kemudian disayang2, dipamer2.. Beberapa wkt kemudian keluar gadget seri terbaru.. dan gadget yang dimilikinya berasa kuno sekali.
Seperti tanaman yang dinanti2 tumbuhnya dengan sabar, senang kala hujan datang dan menyirami supaya tumbuh subur, namun kemudian kering, menguning, dan mati.
"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."