TEMPAT TERINDAH UNTUK KEMBALI (2)
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan SABAR dan SHALAT, dan (shalat) itu sungguh BERAT kecuali bagi orang-orang yang KHUSYUK ; (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya (Q.S. Al-Baqarah : 45 – 46).
Pernahkah kita memperhatikan dan berpikir saat di tepi pantai atau di tengah laut, apa yang membuatnya menjadi begitu indah ketika dipandang ?. Mungkin ada yang beranggapan warna birunya atau mungkin karena luasnya yang tak nampak ujungnya oleh mata, yang membuat laut itu menjadi tempat yang pas untuk menumpahkan segala permasalahan yang menghinggapi kita hingga terbawa bersama derasnya arus lautan. Ternyata bukan itu kawan. Yang membuat ia mampu menenangkan pikiran kita sejenak adalah karena ombaknya, entah seberapa besar ia berdesir pasti mampu membuat pikiran ini menjadi jernih karena suara yang dihasilkan begitu menenangkan dan membuat kita tersenyum kagum terhadapNya. Begitulah Allah membuat laut menjadi indah karena pergerakan arus laut yang dinamis hingga senantiasa menghasilkan suara desiran ombak yang syahdu.
Dari sanalah, kita bisa mengambil ilmu kehidupan darinya. Dalam hidup ini, tentu kita mengharapkan kebahagiaan. Dari kebahagian itulah muncul kehidupan yang indah untuk dinikmati. Ibarat keindahan laut akibat dari pergerakan arus laut yang dinamis, hidup ini pun bisa indah karena adanya dinamika. Setiap orang tentu bisa membayangkan bagaimana hambarnya perjalanan hidup yang berjalan statis, begitu-begitu saja. Setiap orang yang kini hidupnya “sukses” dalam artian menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tentu telah melewati berbagai fase dalam perjalanan metamorfosa hidupnya hingga bisa menjadi seperti sekarang. Lalu, dinamika seperti apa yang dimaksud ?. Ia adalah masalah. Ya, dia adalah penyebab dari timbulnya dinamika kehidupan. Karena dari masalah, kita bisa belajar ; oleh masalah, pribadi kita dibentuk ; dan untuk menghadapi masalah inilah, kita diciptakan olehNya. 3 statement inilah (from matter, by matter and to matter) yang harus dimiliki oleh umat muslim khususnya.
Ketika setiap orang yang mengaku berserah diri dan beriman kepadaNya bisa menempatkan statement tersebut di dalam hatinya, maka sudah bisa dipastikan bahwa tempat yang pertama kali didatangi saat masalah menghampirinya adalah rumah Allah SWT. Ia bertamu kepadaNya, curhat tentang berbagai masalah yang sedang dihadapi serta meminta kekuatan untuk bersabar dan memohon pertolongan untuk dicarikan jalan keluarnya. Tempat itu tiada lain dan tiada bukan adalah masjid. Tempat yang dibangun dengan berfondasikan keyakinan terhadap dekatnya sang ilahi pada hambaNya, beratapkan keyakinan terhadap perlindungan dan janjiNya untuk menghendaki kemudahan bagi hambaNya.
“Kebahagiaan hidup itu datangnya karena hati yang bahagia. Hati yang bahagia itu yang selalu bergetar dan imannya bertambah saat namaNya disebut. Karena hidup di dunia hanya sekali, maka bahagiakanlah hatimu. Karena hatimu hanya satu, maka berikanlah untuk Dia yang senantiasa setia mendampingimu dikala susah ataupun senang. Ini terbatas, untuk dia yang hatinya tertaut pada masjid. “