Fokus
Hari ini, dari sejak masuk ke ruangan, seketika diri fokus pada laporan akhir bulan. Iya, begitu duduk di kursi, menyalakan pc, buka semua file laporan, fikiran terkondisikan untuk fokus dengan sendirinya. Dalam fikiran seolah terukir tulisan, pokoknya harus beres, harus selesai tepat waktu. Terus begitu sejak pagi, hingga tak terasa adzan dzuhur berkumandang, aku pun lekas menghentikan pekerjaanku, dan bergegas untuk menuju mushola kantor.
Selesai melaksanakan sholat dzuhur, entah mengapa seperti ada yang membisikkan ku sesuatu, “kamu, kerja khusyu banget, kalau sholat udah khusyu belum ? Kalau lagi hafalan bisa fokus kaya gitu engga ?” Kemudian seketika badan rasanya lemas, air mata ternyata sudah tumpah sejak tadi.
Ya Allah, iya, nyatanya diri jauh lebih patuh, jauh lebih bisa menghadirkan diri sepenuh hati, meluangkan waktu sebegitunya untuk dunia, tapi ketika untuk menghadap Mu, untuk akhirat, begitu sulitnya diri untuk menghadirkan kekhusyuan dalam pengerjaannya.
Bukan berarti dalam melakukan pekerjaan dunia tak boleh fokus, itupun juga perlu fokus, karena itu adalah bagian dari pemenuhan tanggung jawab kita sebagai pekerja. Tapi disini, coba kita menggali makna, renungkan. Kalau untuk dunia saja, untuk tugas-tugas dunia kita bisa sampai seperti itu, masa iya untuk akhirat ga bisa. Bagaimana pertanggungjawaban kita dihadapan Allah, jika kewajiban-kewajiban itu kita penuhi, namun dengan asal-asalan, bagaimana ?
***
Allah, tak apa, tegurlah saja aku, bila dihatiku terdapat kesombongan, karena tak kunjung dapatkan khusyu dalam setiap sholat yang ku tegakkan. Ya Rabb, aku tlah mendzalimi diriku sendiri. Ingatkan aku selalu Ya Allah, lewat apapun yang aku dapat rasakan. Jangan Engkau serahkan segala urusanku pada diriku sendiri, karena aku lemah, hina, tak dapat berbuat apa-apa, melainkan atas bantuan, pertolongan dan kebaikanMu. Engkau Maha mengetahui, apa yang tidak aku ketahui Ya Allah. Tetapkan, teguhkan iman dan Islam selalu dalam hatiku.
***
Aku lanjutkan dengan tilawah setelahnya, menunggu hingga jam istirahat selesai. Memang betul salah satu cara meraih ketenangan adalah dengan sholat dan tilawah. Tapi, kita lebih sering mencari hal lain, untuk dapatkan ketenangan.
Hari ini, adalah momentum berharga, aku akan coba untuk mengingat-ngingatnya terus dalam memoriku, karena ia pasti harus diputar ulang dalam memoriku terus menerus. Semoga tidak hanya sekedar diingat tapi juga diamalkan, Untukmu jiwa yang sedang mencari ketenangan...
Bandung, 31 Mei 2017

















