Beberapa kali ibu saya pernah bertanya, mengapa cerpen yang saya tulis ceritanya tragis sekali. Apalagi yang mengangkat tema berkaitan dengan keluarga. Saya bingung mau jawab apa. Rasanya kalau dibilang itu hanyalah fiksi, jawaban tersebut tetap tidak menuntaskan rasa penasaran ibu saya. Guru matematika seperti ibu saya itu tidak akan pernah puas jika hanya diberi jawaban yang singkat, padat dan tepat. Seperti halnya menjawab soal matematika yang banyak rumus, jawaban yang ibu saya butuhkan juga seperti itu. Harus detail dari akar sampai pangkat lalu dibagi dan dikali kemudian ditambah dan dikali lagi sampai bertemu sama dengan. Barulah ibu saya bisa puas dan tidak bertanya lagi apa alasan saya menulis cerita tragis yang berkaitan dengan tema keluarga. Ini buku kumcer pertama saya. Cerpen-cerpen di dalamnya saya tulis dari tahun 2009-2016. Cerpen-cerpen tersebut diam-diam saya anggap sebagai bayi. Yang sudah saya timang dan besarkan. Dan sekarang "bayi-bayi" itu siap tumbuh di lingkungan yang lebih luas. Saya sangat berharap "mereka" bisa berkembang dengan baik. Terima kasih buat #penerbitbasabasi pak @edi_ah_iyubenu dan pak @gunawanatmodjo sebagai editor, tanpa bantuan mereka, "bayi-bayi" ini mungkin tidak akan bertemu dunia luar. Dan juga kepada semua orang yang tak hentinya percaya dan memberi saya semangat untuk terus dan tetap berkarya. #Repost @basabasistore (@get_repost) ・・・ OPEN PO BULAN OKTOBER! Seseorang yang Keluar dari Perutnya karya : Jeni Fitriasha harga : Rp 55.000,- diskon : 25% sampai akhir Oktober WA : 081316320671 LINE : @zog5070k FB : Wawan Esideika #basabasistore #bookaddict #kumcer #goodreads #bookstagram #bookstore #books📚