Meski hanya berbeda satu huruf, dua kata hiburan dan liburan bisa memiliki makna yang berjauhan dan tidak terhubung sama sekali. Seperti anak kembar yang secara fisik tampak mirip, tapi sebenarnya sifat dan kepribadiannya berbeda 180 derajat. Adakalanya hiburan bisa didapatkan tanpa perlu berlibur atau bisa juga seseorang yang sedang liburan tapi tidak merasa terhibur.
Bagiku, di usia yang mendekati kepala tiga ini, hiburan yang dipilih semakin sederhana saja. Dulu, hampir setiap akhir pekan selalu dihabiskan untuk jalan-jalan ke tempat wisata atau sekadar belanja bulanan bersama keluarga. Saat itu anak ayah ibuk masih kecil-kecil, jadi mudah saja mengumpulkannya.
Sekarang, hanya makan di luar dengan full-team saja sudah jadi barang mewah karena sulit sekali mencocokkan jadwal masing-masing. Pun di saat hari libur nasional, tidak menjamin kita bisa serentak punya waktu luang yang sama berhari-hari. Memang harus ada yang 'dikorbankan', tidak ikut liburan.
Tidak hanya itu, bagiku di usia yang mendekati kepala tiga ini, hiburanku cukup tidur sepanjang hari, mendengar musik yang diulang-ulang seperti kaset rusak, nonton film detektif bersama ibuk, browsing internet mencari apapun informasi yang aku inginkan, dan lain sebagainya. Yang kalau dilihat lagi, semua aktivitas itu bisa dilakukan hanya dengan berdiam di rumah.
Apalagi di masa penantian seperti saat ini, aku seperti liburan setiap hari. Lucunya, layaknya hari kebalikan, ketika aku mencicil beberapa pekerjaan seperti membuat materi untuk bahan ajar malah terasa seperti berlibur. Kegiatan utamaku saat ini adalah berlibur, jadi ketika ada kegiatan di luar itu, rasanya seperti sedang berlibur. Dalam kata lain aku libur dari liburan.
Sebenarnya apapun state yang ada dalam hidup, bisa kita lihat sebagai hiburan. Maksudnya, bisa saja aku tertekan karena yang awalnya sibuk luar biasa menjadi tidak ada pekerjaan alias pengangguran. Bagi kebanyakan orang, menanggur itu tidak menyenangkan. Tapi mari lihat dari sisi positifnya, jika tidak mengalami fase ini, aku tidak akan pernah merasakan bekerja menjadi sebuah hiburan -berlibur dari masa liburan-.
Manusia memang seringkali membingungkan, sulit dipahami, dan maunya berubah-ubah. Tapi di situlah letak menariknya karena kita akan terus belajar dan beradaptasi menerima apapun yang terjadi dalam hidup. Toh dunia ini hanya permainan dan senda gurau, bukan?
Jadi, menurutmu hiburan dan liburan itu anak kembar yang seperti apa?