Maret: Bertambah
Akhir-akhir ini, aku membaca buku tentang Risalah Berkah. Salah satu makna dari berkah adalah bertambah dan berkelanjutan. Keberkahan hadir karena intervensi Allah di dalamnya sehingga sesuatu yang mungkin terlihat sedikit ternyata bisa cukup bahkan berlebih. Di bulan ini, usiaku bertambah dan doa yang aku amini paling serius adalah doa tentang keberkahan usia.
Panjang atau pendeknya usia seseorang, bagiku itu relatif. Yang usianya panjang belum tentu bermanfaat, membuatnya semakin banyak beribadah dan mewariskan kebaikan bagi orang lain, begitupun sebaliknya. Quality over quantity. Tetapi aku juga tidak mengabaikan bahwa waktu juga bisa menciptakan kualitasnya tersendiri.
Tentu saja aku bersyukur atas bertambahnya usia yang berarti sudah sekian purnama, ujian, suka, dan duka yang terlewati dan aku masih bertahan. Allah masih memberiku waktu dan kesempatan untuk semakin mencintai-Nya serta menjadi kebaikan bagi alam dan seisinya. Allah juga memberiku kesempatan untuk terus berusaha dan berdoa hingga nanti saat Allah memanggil, jiwaku dalam kondisi rida dan juga diridai-Nya. Jiwa-jiwa yang tenang.
Di bulan ini aku juga menyelesaikan beberapa hal, sebagiannya hanya perlu dilalui. Mulai dari menunaikan janji temu dengan beberapa teman lama, mengisi 10 malam terakhir Ramadhan dengan orang-orang terkasih, mengikuti beberapa kajian tentang hari akhir, malaikat, para nabi, dan tentu saja topik yang masih sama yaitu pra-nikah. Aku juga melalui lebaran no full team full team club dengan baik bersama adik-adik dan ayah. Ternyata aku bisa dan sama sekali tidak buruk seperti yang pernah kubayangkan.
Bertambah usia artinya bertambah yakin bahwa waktu pertemuan dengan Yang Maha Penyayang semakin dekat dan itu membuatku semakin giat bersiap. Aku kembali bekerja setelah hampir sebulan jeda dan aku kembali membuka pintu untuk opsi lain yang baru. Menariknya, mencari opsi baru adalah hal yang disarankan oleh Aksar Amad meskipun pada akhirnya dia selalu memastikan ulang satu hal tentang mengambil keputusan.
You can speak to him until I come to Indonesia. When I come then you should stop, it’s up to you to choose me or him which is better for you. You need to decide.
Sederhananya, yang dia mau adalah agar aku tidak bersedih. Kejadian yang terjadi di tempat tinggalnya menambah ketidakpastian atas proses yang sudah hampir genap setahun ini. Tapi satu hal yang pasti, dia sudah memiliki rencana dan aku sepakat dengan rencananya itu. Tidak ada paksaan, tidak ada prasangka, murni hanya rasa percaya yang semakin bertambah dan keyakinan atas skenario Allah yang pastinya terbaik.
Aku akan menunggu, bersiap, dan berdoa dengan lebih baik daripada biasanya. Insha Allah.












