Hingga pada akhirnya, kita adalah manusia yang dipertemukan hanya sekadar menyapa dan bertukar cerita. Tapi, setidaknya kita pernah saling menguatkan di masa sulit.
seen from United States
seen from France
seen from India
seen from Lithuania
seen from Türkiye
seen from Japan

seen from United States

seen from United States
seen from Belgium
seen from China
seen from Singapore

seen from Greece
seen from United States
seen from China
seen from France
seen from United States

seen from United States
seen from Japan

seen from Singapore

seen from United States
Hingga pada akhirnya, kita adalah manusia yang dipertemukan hanya sekadar menyapa dan bertukar cerita. Tapi, setidaknya kita pernah saling menguatkan di masa sulit.
Tak usah bertanya perihal kisahku. Lambat laun waktu akan menjelaskannya padamu. Biar kamu sendiri saja yang mengetahuinya, tanpa bumbu tambahan dari orang lain. Biar kamu sendiri yang melihatnya, sehingga tak ada yang perlu aku tutupi. Dan biar kamu sendiri yang mengartikannya, sehingga aku tak perlu mengada-ada, apalagi membohongimu
selalu saja seperti itu. Ya, itulah pernyataan yang kerap kau berikan padaku, setiap kali aku balik bertanya mengenai kisahmu dengannya. Kau perlu tahu satu hal, selalu saja pertanyaanku dibalas pernyataan menggantung darimu. Masih belum lelah juga, tuan?
Tentang 'Beda' yang Kita Punya
Maaf aku yang juga baru sempat membalasmu wiwidmrn . Seharian ini aku mengistirahatkan sejenak tubuhnya yang rindu wangi kasur disiang hari. Hey kau sakit? Lekaslah membaik. Kau harus sehat agar rindu itu kembali melunak, ya? Iyakah begitu? Aku pun pernah sesekali mencecap getirnya cinta diatas sebuah pijakan yang takberpijak dan sulit berjalan. Rasanya nyeri sekali. Terimakasih untuk doamu. Ketahuilah, itu cukup menguatkanku. Semoga kau pun begitu. Menemui kebahagiaanmu yang taklagi semu, mencapai cita cinta yang utuh. Namun, sungguh, aku tidak semulia itu. Kau tahu hati, kan? Ia suka bertindak egois. Aku bahkan pernah berdoa pada Tuhan, agar mereka segera terlerai dalam ikatan itu. Biar aku tidak perlu terkatung-katung dalam sakit yang menelisik walau sekalipun aku tidak pernah memilikinya. Tolong jangan kau tiru hatiku, ya? Ia memang nakal sekali. Tidak mampu aku utarakan beberapa kalimat lagi untuk menyahuti ceritamu. Sungguh, aku kehilangan kemampuanku untuk berbicara atau sekedar menghibur. Kau terlalu rapuh, sedangkan aku sudah terlanjur patah. Kumohon, jangan kau tenggelamkan dirimu dalam genangan pahit yang sekarang ada didepan matamu. Jangan pula kau lelapkan hatimu dalam mimpi buruk itu. Bukalah matamu, sayang. Tuhan lebih suka kau tersenyum. Percayalah, kita akan bahagia kelak dalam akhir cerita yang manis seperti pada novel-novel yang sering kita baca. Tidak ada lagi kelanjutan ceritaku. Kisah cintaku seperti kertas putih yang terkena tumpahan tinta pena. Hitam dan berantakan. Aku belum sempat menuliskan kalimat apapun disana. Jadi, jangan tunggu cerita. Lanjutkan sajalah kisahmu. Siapa tahu, setelah ini aku mampu membayar hutang kekuatan yang belum kuberikan padamu.
Berbagi Kekuatan (9)
Maaf juga aku baru sempat membalasnya hujanmimpi . Sedari tadi aku mengalirkan waktuku kepada hujan dan penyesalan. Aku baru saja membaca tulisanmu dan aku sangat kecewa mendapati tidak ada senyum yang biasa kau sematkan dalam setiap tulisanmu padaku. Rupanya sahabatku sedang rapuh saat ini. Apa yang tuan sok tampan itu lakukan hingga kamu tidak mampu membujuk senyummu ikut serta? Ingat? Kita harus saling menguatkan. Ingat? Telinga dan jemariku akan segera bekerja untukmu. Jadi, katakan apa yang ingin hatimu sampaikan. Kita punya harapan yang sama. Mendengar kabarmu seperti ini. Rasanya aku ingin beranjak dari dudukku, menghampirimu dan menahan bahumu yang sedang goyah. Ah tapi aku yakin kau ini kuat. Tidak akan mudah dipatahkan siapapun. Kabar lelaki-ku? Dia bukan lelaki-ku. Dia adalah harapanku. Tidak. Kami tidak bertemu jika libur sedang bertamu. Kita akan bertemu senin nanti. Senin sampai juma't adalah waktunya bersamamu. Sedang hari libur adalah milik gadis itu sepenuhnya. Miris sekali, ya? Ya, sudah banyak cerita yang membuku disini. Sempat ada kekhawatiran yang tersibak salam benakku, takut para pembaca mulai bosan dan jengah dengan pembicaraan dimana hanya kita berdua saja yang dapat mengerti. Namun, aku tidak peduli. Sungguh. Kau adalah candu, kekuatanmu seperti air jernih yang mampu memuaskan dahagaku.