Pernikahan
Aku mau cerita. Hari ini beranda tiktok ku dipenuhi dengan berita perceraian ria ricis. Akhir tahun kemarin jujur aku cukup mengikuti, tapi masuk tahun ini jadi males, kayak yaudah lah males berpihak atau bertanya tanya siapa salah siapa benar. Tapi hari ini, aku jadi salah satu orang yang sibuk meratapi perasaan seorang wanita ini. Ah, aku tau mungkin ya rasanya seperti membuang waktu, menghabiskan hal tidak penting atau semacamnya, tapi hanya karena satu. Entah aku seperti ikut merasakan perasaannya, karena aku juga seorang perempuan.
Kalau kita bahas siapa salah siapa benar mungkin tidak ada habisnya. Aku pernah dengar perkataan kalau "perceraian itu bukan kesalahan satu pihak, tapi ada kesalahan di kedua belah pihak"
Kalian tau? putusan sidang perceraian mereka yang berjumlah 87 halaman, yang ternyata berhasil membuatku ikut tersayat, ikut terluka. sepertinya kalau aku jadi ria ricis belum tentu sekuat itu. Yang awalnya berawal dari masalah mertua, sampai merambat masalah nafkah batin, dan merambat lah ke masalah sepele yang akhirnya jadi besar. Beberapa lart cukup membuat aku menangis, termasuk sesederhana soal cerita. Apalagi aku suka banget cerita. Ya allah memang manusia ga ada yang sempurna, tapi tolong jauhkan hamba dan orang orang yang hamba sayang dari sifat pasangan yang melukai kami..
Takut nikah
Dan pada akhirnya kalimat kalimat inilah yang muncul dibenak banyak perempuan. Bagaimana kalau kita dapat suami yang tidak support kita? yang merendahkan bentuk tubuh kita? atau dapat mertua yang jahat dengan kita? bagaimana kalau ternyata tidak cocok? dan banyak pertanyaan lainnya.
Aku jadi takut mendefinisikan pernikahan
Sepertinya aku pernah bahas tentang pernikahan beberapa kali, dan selalu berusaha mendefinisikan pernikahan dengan baik. Entah aku lelah sendiri mendefinisikan pernikahan baiknya begini begitu dan sebagainya, saat ini doaku, harapan ku
aku menikah di waktu yang tepat, dengan mental yang cukup kuat, agama yang baik dan segala kepantasan yang tepat sehingga apapun ujian yang nanti dihadapi semua dipercayakan pada Allah dengan ikhtiar yang kita punya. Suami yang selalu memegang taqwanya, imannya, pokonya Allah itu udah finalnya apapun yang terjadi.
untuk ria ricis, dan selalu wanita kuat diluar sana yang mungkin punya nasib yang sama
terima kasih sudah bertahan untuk diri sendiri, semoga Allah selalu bersama kita..
















