jiwa manusia selalu dipenuhi dengan harapan. harapan terbaik versi mereka, padahal definisi “terbaik” itu sendiri tidak pernah ada di kamus manapun kecuali kamusnya Alloh. harapan itu tidak cukup satu dua, tapi beberapa, bercabang, kemudian beranak pinak. itu baru harapan satu orang terhadap dirinya sendiri, belum lagi ketika harapan orang tua, keluarga, pasangan, sahabat, rekan kerja, tetangga ditumpukan pada satu bahu manusia. berat sekali pasti.
dalam perjalanan hidupku beberapa bulan terakhir, hanya sedikit harapanku tapi meskipun itu sedikit nyatanya beberapa belum dan bahkan tidak terwujud. apakah aku mengeluhkan semua ini? ooh tentu selama satu tahun ini ada puncak lembah puncak lembah syukurku. aku tipikal tidak pandai bercerita secara langsung tentang perasaanku, that i'm so broken. i am on my lowest point of my life. tapi ya gapapa, aku bersyukur masih ada diriku sendiri dan keluargaku yang sepenuh hati menyalakan harapan.
dari sedikit harapan yang tidak muluk muluk itu, bahkan hidup terus membredeli harapanku. bukankah hidup itu maha adil karena tidak adil pada semua orang? minggu depan adalah diklat angkatan kami, pto alias bela negara dan ptpd. benar-benar seangkatan d3 jurusanku. siapa yang tidak mau? bertemu dengan teman lama, menjalin silaturahmi, berbagi cerita, dan mengambil foto bersama. sangat menyenangkan pasti. semua lelah dari pto itu pasti akan terbayar. dan ternyata aku belum berkesempatan untuk mengikutinya.
dulu aku berdoa jadwal diklat yang rencananya di awal tahun untuk mundur, terus mundur. sampai mundurnya jauuh banget, ternyata aku tetap belum bisa ikut. harapan benar-benar menyebalkan terkadang. hahaha. dan Tuhan sepertinya menghiburku dengan ditiadakannya ptpd offline alias mereka akan ptpd online. aku tidak tau apakah aku harus senang atau sedih karena ptpd mereka online? kasian betul mereka, dan sekarang aku merasa aku sangat egois.
maafkan aku noor yang tidak membalas DMmu “Shintaaaaaa, kita sekelas waktu PTO”. aku tidak ingin kamu sedih dan mengetahui keadaanku yang tidak baik-baik saja ini. Semoga kalian semua lolos dan tidak ada yang dipulangkan.
barisan harapan akan terus berjajar bahkan meninggi seperti cita-cita. gagal dan berhasil adalah bagian wajar dalam kehidupan ini. bahagia, sedih, dan sakit hati adalah taburan-taburan untuk harapan ini.
tapi diantara banyaknya harapan yang roboh. aku bersyukur ketika istri seniorku dan sahabatku memberikan kabar kehamilannya beberapa hari lalu, aku senang sekali karena aku selalu menjumpai dia menyukai postingan anak-anak di instagramnya, tetapi sudah hampir satu setengah tahun belum dikarunia putra. aku tidak tahu apakah mereka sedih atau tetap biasa saja dalam menjalani kehidupan mereka. aku yakin mereka menginginkan penerus dakwah diantaranya.
aku juga senang sahabatku akan menikah bulan depan, yeay! aku senang semalam sahabatku yang satunya sudah ada yang deketin. thats enough to feel grateful for everything because too much hopes that Alloh granted.
aku akan terus memperpanjang barisan harapanku. entah barisan itu akan roboh atau tidak. ya gapapa, selama Tuhan menjadi pondasi atas barisan yang aku buat.
jikalau berkenan, jikalau, minta doanya ya untuk kesembuhan kakiku. aku sudah agak sangat lancar jalannya tapi belom bisa cepet, aku sudah bisa jalan di tempat, aku sudah bisa duduk bersila, aku bisa naek tangga secara normal meskipun turunnya masih gedandapan, aku hampir sudah tidak pernah merasakan sakit, sudah banyak hal, tetapi yang pasti aku belum bisa berlari. kalau teman-teman berkenan untuk diselipkan namaku dalam panjangnya harapan yang kalian panjatkan kepada Tuhan. terima kasih banyak.
semangat selalu untuk kalian. berbahagialah, karena ujian kita belom seberapa dibanding milyaran orang di dunia ini.