"Berkata dan menulis itu sebuah kalimat yang sedikit berbeda. jika berkata itu dengan lisan, maka tulisan ditulis dengan hati."

seen from Germany
seen from South Africa
seen from Singapore
seen from Germany
seen from Italy
seen from Hong Kong SAR China

seen from Singapore

seen from France

seen from United States
seen from South Africa

seen from Singapore
seen from China
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Germany

seen from Russia
seen from Singapore

seen from Germany
seen from United States
"Berkata dan menulis itu sebuah kalimat yang sedikit berbeda. jika berkata itu dengan lisan, maka tulisan ditulis dengan hati."
David Eko Basuki Di beberapa gereja yang mengundang dia berkhotbah ia dipanggil Pendeta. Namun ia selalu mengatakan "saya bukan Pendeta". Ia selalu diundang di gereja-gereja Pantekosta dan Karismatik meskipun ia adalah seorang diakon di gereja Baptis. Yang menarik adalah persyaratan untuk mengundang dia adalah tidak boleh memberi amplop yang berisi uang atau hadiah pengganti amplop. Sehingga ia selalu mendapatkan kesempatan berkhotbah secara rutin di beberapa gereja termasuk gereja saya dulu di Semarang. Namun bukan karena gratis sehingga beberapa (sebenarnya banyak) gereja mengundang dia tetapi karena khotbahnya mendarat dengan baik di hati Jemaat yang mendengarkan. Ia tidak belajar teologi dan tidak bergelar sarjana (yang jelas tidak pernah mencantumkan gelarnya) namun ia seorang pembelajar yang serius. Saya pernah bertanya bagaimana dia bisa menyampaikan khotbah yang sederhana dan Alkitabiah tanpa bertanya latar belakang gereja yang akan dilayani? Ia menjelaskan bahwa ia berdoa dan bertanya kepada Allah, karena Allah mengenal mereka dan mengerti apa yang harus disampaikan. Allah sanggup menjelaskan apa yang harus disampaikan kepada mereka. Salah satu khotbah beliau sangat memberkati saya, lalu saya melakukan daur ulang dan menjadi khotbah yang memberkati setiap kali saya sampaikan 🙏 Setelah saya mengakhiri pelayanan saya di Semarang ia menjadi pendoa bagi saya untuk memulai pelayanan yang baru di Medan. Ia adalah salah seorang mentor yang mempengaruhi pola pikir saya dalam melayani Tuhan. #melayani #denganhati #muridtanpagelar #kualitaslewatbuah #taat https://www.instagram.com/p/BtZ1nK-F-Yl/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1um9lm0k0cwfz
Dimanapun dan dengan siapapun saya berolaharaga selalu saya lakukan dengan senang hati. Karena semua keuntungan yang saya rasakan sekarang ini adalah semua berawal dari hati. Alhamdulillah Hasilnya adalah Kesehatan jasmani dan rohani yang jauh lebih baik darii 2tahun yang lalu. 😘😘😘 #photoftheday #ilovegym #gymaddict #puregym #tidakperlueksis #denganhati #feelhappiness #keephealthy #keepstrong #everydayigetbetter #celebrityfitnessindonesia #celebrityfitnessgandariacity #ilovecyling #iloveyoga #ilovecardio #ilovestreaching #etc (di Celebrity Fitness Gandaria City)
Merajut Keikhlasan-Bagian 1
Cerita ini udah tertinggal beberapa bulan lalu, terhitung saat aku pertama kali masuk IPB. tapi belum sempat aku ceritakan pada siapapun secara utuh. dan mungkin malam ini merupakan suasana yang pas buat cerita.
Saat sebelum pengumuman SBMPTN masih ada sisa-sisa kesedihan aku karena nggak keterima lewat jalur SNMPTN. Pilihan pertama aku yaitu Psikologi UNS. Entah kenapa, selalu suka sama dunia psikologi terutama klinisnya, membahas tentang emosi, kepribadian, tentang bagaimana kita membantu orang lain keluar dari masalah kejiwaanya, dan berhubungan dengan orang banyak yang nggak akan bikin bete, apalagi psikologi klinis itu kebanyakan belajar biologi, tentang saraf-saraf yang merupakan mata pelajaran yang aku suka. Semua psikotes yang pernah aku jalanin, dari mulai psikotes yang ada di internet, yang ada konselornya dan sampe psikotes yang bener-bener ada psikolognya hasilnya tetep nunjukin kalo aku cocok menjadi seorang psikolog.
Nah, kan cocok antara minat dan bakat.
-dan, aku baru tahu ternyata Ayah lulusan Psikologi.
Tapi, jurusan yang direkomendasiin lainnya adalah jurusan komunikasi, seni, teknik fisika, forensik, dll. jurusan-jurusan tersebut cocok banget dengan aku yang suka sains dan seni, yang nanti aplikasinya berhubungan dengan orang-orang.
Tapi yang membuat aku heran mengapa aku direkomendasikan ke jurusan komunikasi, yang jelas-jelas cara bicara aku saja masih berantakan jika aku berbicara dengan orang-orang yang belum aku kenal-lebih tepatnya orang-orang yang tidak membuat aku nyaman untuk bicara atau yang lebih baik cara bicaranya dibanding aku.
Dan itu mungkin salah satu dari banyak kekurangan aku. dan selama SMA aku berusaha memperbaiki cara bicara aku yang berantakan, bahkan sampai membeli buku mengenai cara bicara di depan umum, dan setelah membaca buku aku mengambil tema komunikasi dalam karya tulis ilmiahku, dan pidatoku.
“Bahwa komunikasi merupakan aset dan investasi yang penting” -meskipun dengan gaya bicara aku yang masih berantakan, tapi ada sedikit perbaikan.
Dengan mempertimbangkan itu semua, aku memutuskan untuk memiliki jurusan kedua di IPB, yakni komunikasi dan pengembangan masyarakat, setelah tergiur dengan brosur yang menjelaskan bahwa ada psikologi di jurusan itu, walaupun sebetulnya dengan pertimbangan yang berat karena aku juga pengen masuk IKK. tapi jurusan yang satu itu (IKK) tidak direkomendasikan oleh kakaku.
Dan sampai sekarang aku masih kepengen pindah jurusan ke IKK, karena cemburu ngeliat mereka dapet Interdep Penghantar Psikologi. Bisa sih, tapi belum ada nyali buat ngehadepin ‘apa kata orang.
Berpikir dengan Hati~
Kita sebagai manusia diciptakan dengan kelebihan.
Kelebihan yang dikaruniai Allah kepada kita adalah..
AKAL PIKIRANN..
Maka.. gunakanlah untuk berpikir
Berpikir dengan hati sehingga kita dapat melihatt..
Melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain