Dzolim terhadap Diri Sendiri
Kalau hidup kita biasa-biasa saja. Nampaknya ada yang bermasalah dengan diri kita. Begitu salah seorang ulama bertutur. Sebab rezeki orang yang beriman itu tidak diduga-duga.
Jalan yang tak diduga, adalah jalan penuh keajaiban. Syaratnya hanya satu. Langitkan ketaqwaan kita.
Kutipan yang aku ambil dari buku quranic Motivation karya Wildan Nugraha. Kuncinya bertaqwa, dan Allah akan menunjukan jalan yang tidak di duga-duga.
Semalam aku menangis tidak henti kalau mengingat betapa aku tidak beruntung dengan masa lalu yang pernah aku lalui, dengan keputusan yang aku ambil. Aku sadari bahwa memang harus seperti itulah jalan takdirku.
Laillahailla anta, Allahuma quntu mina dzolimini
Aku sadari semua pilihan dan apa yang terjadi padaku dulu adalah dzolim ku pada diriku sendiri. Teramat jelas itu adalah salah diriku sendiri dalam mengambil keputusan yang berdasarkan ego, nafsu dan kebodohan. Satu lagi kebodohan yang paling bodoh. Ketauhidan minus yang aku pakai sebagai dasar mengambil keputusan. Aku dulu tidak percaya Allah akan bisa menolongku, aku percaya manusia lah yang bisa menolongku. Masih saja aku bergantung kepada manusia, entah itu orang lain ataupun diri sendiri.
Kecewa tidak pernah salah bertemu dengan pengharapan pada manusia yang lebih banyak rapuhnya. Rapuh yang bersandar pada yang rapuh. Jatuh kemalangan merupakan suatu hal yang tidak dihindari.
Tidak ada awal terbaik untuk memulai hidup ini kecuali dengan istighfar, taubat nasuha dan memohon ampun.
Yaa Allah aku mengaku kalah dan berserah padaMu.