Ingatlah 2 nasihat Ummar Bin Khatab berikut ini saat hendak bermaksiat / berbuat dosa.
“Jikalau kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan buah kebaikannya akan kekal. Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosanya akan kekal.” (Umar bin Khattab)
"Sunggug Menjauhi dosa itu lebih ringan daripada menanggung rasa sakit dari sebuah penyesalan." (Umar bin Khattab)
ISLAM adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.
— Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab رحمه الله
Ringkasan dari kajian:
APA ITU ISLAM?
👤 Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حَفِظَهُ الله تَعَالَى.
بسم الله الرحمن الرحيم
« ISLAM »
Agama Islam adalah satu-satunya agama yang haq, agama lain tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الإِسْلاَم
“Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam.” [QS. Ali ‘Imran: 19]
"Demi (Allah) Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tidaklah seorangpun di kalangan umat ini, Yahudi atau Nashrani, mendengar tentang aku, kemudian dia mati, dan tidak beriman kepada apa yang aku diutus dengan-nya, kecuali dia termasuk para penghuni neraka." [Hadits Shohih Riwayat Muslim, no: 153, dari Abu Huroiroh]
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” [QS. Al-Bayyinah: 6]
Nabi Muhammad ﷺ menyuruh para shahabat berpegang teguh kepada agama yang haq ini.
Ketika Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu memegang dan membaca lembaran Taurat, maka Rasulullah ﷺ bersabda,
“Apakah engkau merasa ragu, wahai Umar bin Khaththab? Demi yang diri Muhammad ada di tangan Allah, sungguh aku telah membawa kepada kalian agama ini dalam keadaan putih bersih. Janganlah kalian tanya kepada mereka tentang sesuatu, sebab nanti mereka kabarkan yang benar, namun kalian mendustakan. Atau mereka kabarkan yang bathil, kalian membenarkannya. Demi yang diri Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya Nabi Musa itu hidup, maka tidak boleh bagi dia, melainkan harus mengikuti aku”. [HR Ahmad, III/387; ad Darimi, I/115; dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam Kitabus Sunnah, no. 50, dari sahabat Jabir bin Abdillah. Dan lafazh ini milik Ahmad. Derajat hadits ini hasan, karena memiliki banyak jalur yang saling menguatkan. Lihat Hidayatur Ruwah, I/136 no. 175]
Menurut Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahulllah, definisi Islam adalah:
“Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.”
Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". [QS. Yusuf: 108]
“Yang merusak dakwah pada saat ini adalah berdakwah tanpa ilmu.” — Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حَفِظَهُ الله تَعَالَى.
“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”. [QS. Saba’: 28]
Hadits Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi ﷺ bersabda :
“Sesungguhnya agama itu mudah, dan sekali-kali tidaklah seseorang memperberat agama melainkan akan dikalahkan, dan (dalam beramal) hendaklah pertengahan (yaitu tidak melebihi dan tidak mengurangi), bergembiralah kalian, serta mohonlah pertolongan (didalam ketaatan kepada Allah) dengan amal-amal kalian pada waktu kalian bersemangat dan giat”.
“Dan sungguh kami telah mengutus seorang Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): ‘Beribadahlah hanya kepada Allah dan jauhilah thaghut…’” [QS. An-Nahl: 36]
Ada dua kaidah dari ayat ini, yaitu أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ dan وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ.
Thaghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah Azza wa Jalla.
Menurut Al Imam Al Mujaddid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, رحمه الله تعالى di dalam Kitab-nya Al-Ushul Ats-Tsalatsah. Thagut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada 5, yaitu:
1. Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah.
2. Orang yang disembah, sedang dia sendiri rela.
3. Orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya.
4. Orang yang mengaku tahu perkara yang ghaib.
5. Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan hukum yang telah diturunkan oleh Allah.
“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. [QS. Ali 'Imran: 51]
« AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA ILMU »
Kita wajib menuntut ilmu karena di dalam agama Islam, menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah selalu membawa pena & tinta (untuk mencatat hadits dan faedah ilmiyah, pent) meskipun Beliau telah lanjut usia. Maka Ada seseorang yg bertanya kepadanya: “sampai kapankah engkau berbuat demikian?” Beliau jawab: “Hingga aku masuk ke liang kubur”. [Lihat Manaaqibu Ahmad karya Ibnul Jauzi hal.31, dan Talbiisu Ibliis, karya Ibnul Jauzi hal.400]
Dalam menuntut ilmu yang paling penting adalah paham. Nabi ﷺ bersabda,
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan menjadikannya faham tentang agamanya”. [HR. Al-Bukhari, kitab al-Ilmu bab Man Yuridillaahu bihi Khairan dan Muslim, kitab Zakaah bab an-Nahyu ‘anil Mas-alah]
Yang harus pertama kali dipelajari adalah aqidah, tauhid karena ini merupakan dasar kita berpijak. Agar hati bersih, kokoh dari segala bentuk syirik.
Selain itu penting memiliki niat yang benar dan ikhlas dalam menuntut ilmu agar mendapat ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala.
“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”. [HR. at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537), dan Abu Ya’la (no. 7434), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani dalam “as-Shahiihah” (no. 946) karena banyak jalurnya yang saling menguatkan]
والله تعالى أعلم
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك
Seperti ada yang aneh ketika Garuda Indonesia melepas jamaah haji saban hari. Ada ritual pecah kendi yang katanya "lambang kesyukuran", "buang bala", dll.
Hati-hati, ah. Haji itu rukun Islam, di sana kita diminta untuk mengagungkan Allah dan mengesakan-Nya, eh, ndilalah, malah dilepas pakai upacara kesyirikan. Segala yang dilakukan untuk mendatangkan kebaikan atau mencegah keburukan, jika tidak ada dalilnya, maka sebaiknya kita menjauhinya. Takutnya, amalan kita malah tidak diterima karena tercampur unsur-unsur syirik seperti yang sudah disebutkan.
"(Beribadahlah dengan) lurus kepada Allah, tanpa menyekutukan-Nya (dengan apa pun) ... " (Al Hajj: 30)
Teriring doa, semoga yang berhaji tahun ini hajinya mabrur, dan jangan lupa doakan umat ini, selalu.
Dan semoga kita yang belum berhaji, segera Allah panggil untuk berhaji. Aamiin.
Its the first time I drew something for pride month and I'm happy with it! :'D
Hopefully I got the flags right? Each OC with their own flag except Lieweit cuz he's already a rainbow space-- to show their sexuality! More or less at least ^^" I swear I did some research-!
*cough* Also shout out to these lovely beans! I'll always support you guys! @hunters-trashblog @damasath
Kebahagiaan akan mengenal Islam dan Sunnah ini luar biasa mahalnya. MaasyaaAllah tabarakallah. Semoga semakin banyak Muslim yang ruju kepada jalan Islam yang sebenarnya, beragama seperti Rasull dan para sahabatnya, sesuai pemahaman yang shahih. Tanpa tercampur dengan syirik, khurafat, bid'ah dan sejenisnya. Aaamiin.
#SYIRIK TERMASUK #KEZALIMAN Syaikh Shalih as-Suhaimi -hafizhahullah- berkata, “Kezaliman terbesar adalah syirik kepada #Allah. Allah berfirman, يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ “[#Luqman berkata] Wahai putraku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang sangat besar”. (QS. Luqman [31]: 13) Perbuatan #zalim itu adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempat yang seharusnya. Dan kezaliman yang paling besar dan paling #keji adalah syirik kepada Allah ‘azza wa jalla. Seperti halnya orang yang menengadahkan tangannya (#berdoa) kepada para penghuni #kubur dan meminta kepada mereka agar dipenuhi kebutuhan-kebutuhannya dan dihilangkan berbagai kesulitan yang menghimpit mereka. Maka tidaklah Allah didurhakai dengan suatu bentuk #maksiat yang lebih besar daripada dosa kesyirikan”. (lihat Syarh Tsalatsah al-Ushul oleh beliau, Hal. 14) __________________ 📌 Kita sama-sama #peduli dengan #dakwah utama dan #prioritas, yaitu #tauhid dan #aqidah. Anda bisa ikut aktif, caranya ketika mendapatkan tulisan ini, bagikan kembali di sosial media yang Anda punya dan seterusnya sehingga dakwah tauhid tersebar. 📲 Daftar Broadcast “Indonesia Bertauhid” Instagram : iTauhid.com/instagram WhatsApp : iTauhid.com/whatsapp Facebook : iTauhid.com/facebook Telegram : iTauhid.com/telegram Twitter : iTauhid.com/twitter LINE : iTauhid.com/line BBM : iTauhid.com/bbm __________________ ♻ Silakan disebarluaskan