Sungguh, yang berat bukanlah rindu. Tapi ketika kebersamaan justru membuat hati menjauh dari Allah.
Fasih Radiana (@fasihrdn)
seen from China
seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from Greece
seen from Greece
seen from Singapore
seen from United States

seen from Israel

seen from United States
seen from United States

seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from Netherlands

seen from Hong Kong SAR China
seen from Slovakia
seen from Hong Kong SAR China
seen from China
Sungguh, yang berat bukanlah rindu. Tapi ketika kebersamaan justru membuat hati menjauh dari Allah.
Fasih Radiana (@fasihrdn)
Film Dilan 1990 ternyata tercatat sebagai film yang paling dicari orang Indonesia di mesin pencari Google sepanjang 2018 lalu.
Film Dilan 1990 ternyata tercatat sebagai film yang paling dicari orang Indonesia di mesin pencari Google sepanjang 2018 lalu.
Rupanya, meski banjir film Hollywood tak terbendung masuk bioskop-bioskop Indonesia, film hasil adaptasi novel remaja tersebut tetap paling menerbitkan rasa penasaran netizen.
Jejak digital pencarian informasi seputar film terekam rapi oleh mesin pencari terlaris Google Search.
Dari daftar pencarian informasi seputar film terpopuler yang disajikan Google sejak akhir tahun lalu itu, film Dilan 1990 berada di urutan teratas.
Nah, film apa saja yang berhasil "dikalahkan" Dilan 1990? Berikut 10 judul film yang informasinya paling banyak dicari sepanjang tahun lalu.
BACA SELENGKAPNYA >>>>>
PROMO DILAN!!! Khusus Warrior seri Classic masih ada lho . Promo Dilan 120.000 Harga normal 140.000 . Berlaku sampai akhir Februari 2018 . . #sepatuwarrior #jualwarrior #jualsepatu #warriordibalemanta #warriorindonesia #sepatuwarriorclassic #sepatuwarriororiginal #jualsepatuwarrior #jualwarrior #jualwarriorsolo #kotasolo #converse #solo #generasi90an #warriorshoes #jualsepatu #jualsepatumurah #jualshoes #jualsepatuwarrior #salatiga #malang #karanganyar #oldskool #oldschool#jajandibalemanta#jualwarriormurah#diskon#filmdilan1990
Review: Dilan 1990 Movie
Sebenernya review ini ingin aku tulis langsung setelah selesai nonton, tapi karena banyak hal akhirnya aku baru sempet nulis malam ini. Tapi aku udah sampaikan review aku tentang Film Dilan 1990 ke surayah @pidi-baiq , Dilan aka Iqbaal dan Milea aka Vanessa langsung setelah selesai nonton filmnya lewat dm di instagram, walaupun mereka ngga bales, semoga mereka baca :)
Sebenernya review ini ngga akan berpengaruh apa-apa terhadap film Dilan 1990 karena tanpa review ini film Dilan 1990 sudah tembus lebih dari 4 juta penonton yang bahkan sekarang sudah hampir 5 juta penonton. Aku harap film Dilan ini akan jadi film terlaris sepanjang masa. mari Aamiin kan, agar semestapun turut mengamini.
Entah ini review atau bukan, aku disini hanya ingin berbagi cerita sebelum, ketika dan setelah nonton Dilan 1990.
Awalnya aku kepingin banget dateng ke acara Gala Premiere Dilan 1990 di Bandung, tapi karena suatu hal yang tidak memungkinkan akhirnya niat itu tidak terlaksana, sampe akhirnya tibalah hari dimana film Dilan 1990 tayang, 25 Januari 2018. Aku ajak teman-temanku untuk nonton Dilan 1990, tapi sayangnya semesta tidak mengamini karena tiket untuk Dilan 1990 dari jam awal hingga jam paling akhir di semua bioskop Bandung di CGV, Cineplex sampe Cinemax sudah sold. Sampe aku telfonin semua bioskop di Bandung buat tanya masih ada seat untuk film Dilan? dan jawabannya sudah penuh sampe jam terakhir. Sampe aku tanya juga ada ngga kalo yang premiere di cineplex dan velvet di cgv, sayangnya waktu itu masih hari pertama dan Dilan 1990 belum masuk premiere dan velvet. Sedih sih ngga bisa nonton di hari pertama tayang, tapi ya mau gimana lagikan. Sampe akhirnya baru bisa nonton di hari ke-8 tayang. itupun dengan penuh perjuangan, yang niatnya mau nonton di bioskop A tapi udah sold sampe jam terakhir, langsung deh pindah bioskop dan pilih jam eh ternyata sold juga, sampe akhirnya pilih jam yang agak malem tapi Alhamdulillah dapet seat yang enak banget.
Kebaperanku akan Dilan sudah dimulai sejak aku baca novelnya. Novel mahakarya dari Surayah memang luar biasa. Ada sihirnya kayanya. Karena saat membaca novel tersebut aku bisa merasakan betapa bahagianya Milea memiliki seorang Dilan yang selalu berusaha membuat Milea bahagia walaupun dengan cara yang sederhana dan shubuh-shubuh aku nangis gara-gara baca Dia adalah Dilanku tahun 1991 dan Milea; Suara dari Dilan ( cerita setelah membaca Dilan 1990 sudah aku tulis juga) dan kebaperanku bertambah karena postingan-postingan dari instagram kak Soraya Hylmi dan DilanMileaFC.
Karena sebelum nonton aku sudah baca novelnya dan nonton berkali-kali trailernya, BTSnya dan semua video all about Dilan dan Milea jadi aku sudah hafal betul adegan peradegan, adegan apa yang akan terjadi selanjutnya. But aku tetap sangat teramat excited untuk nonton film Dilan 1990. Baru megang tiketnya aja aku udah excited banget, sampe sebel banget harus nunggu 3 jam buat masuk studio. Sampe akhirnya jadwal nontonku tiba, aku masuk studio sambil senyum-senyum sendiri, duduk di kursi makin jadi gilanya gak sabar pengen cepet nonton. Sebelum nonton ada trailer film sebelah, yang dalam hatiku “kenapa harus ada trailer film ini sih?”, aku tak suka melihat trailer film tersebut bukan karena aku benci pemerannya buka, aku suka sekali dan kalian tau itu. Aku hanya tidak suka karena seperti merusak moment kegilaanku akan Dilan dan Milea Hahaha tapi moodku langsung baik ketika sebelum film dimulai, ada video yang Iqbaal buat untuk para penonton Dilan 1990.
Film dimulai, aku sangat menikmatinya hingga aku tak mau ada satupun scene yang terlewat, makannya waktu ada orang berdiri didepanku saat film sudah mulai (mereka datang terlambat), aku langsung bilang “duh cepetan dong jalannya, cepet duduk”, sampe aku diketawain sama cowok disebelahku (bukan cowokku, cowok orang, dia nonton sama ceweknya). Dan akupun marah ketika orang yang duduk dibelakangku tak mau diam, kakinya nendang-nendang kursi gue mulu, minta disenterin tuh muka doi. Dan yang paling ngeselin waktu si ceweknya cowok yang duduk disebelah aku itu nanya-nanya mulu ke cowoknya “itu siapa?” “itu kenapa”, sampe pas akhirnya pas adegan mereka mau ke TVRI dia nanya ke cowoknya “Dilannya kemana?”, aku yang jawab “NGGA IKUT!”, terus dia nanya lagi “Anhar itu siapa sih?” padahal udah dijelasin Anhar itu siapa, sampe cowoknya bilang udah ah, coba makannya baca novelnya. Aku ketawa dalem hati HAHAHAHA
Karena udah baca novelnya dan nonton berkali-kali trailernya, BTSnya dan semua video all about Dilan dan Milea aku jadi hafal betul adegan mana yang menggemaskan, adegan mana yang Dilannya ganteng banget udah berasa pengen langsung disun dekat, dan adegan mana yang ngeselin wkwkwk
Aku termasuk orang yang pro saat Iqbaal terpilih memerankan Dilan, dan aku senang karena IQBAAL BERHASIL MENJADI DILAN. Iqbaal berhasil keluar dari dirinya sendiri dan berubah menjadi Dilan, Iqbaal berhasil menjadi virtualisasi dari seorang Dilan, Iqbaal berhasil menjadi Dilan yang dicintai oleh para pembaca dan pengagum novel Dilan. Dan yang terpenting adalah, Iqbaal telah berhasil membuktikan kepada semua orang yang kontra atas keputusan Iqbaal yang memerankan Dilan, bahwa dia memang pantas menjadi Dilan. Iqbaal sudah membungkam mulut mereka yang menghina, mencemooh dan menjatuhkan Iqbaal ketika terpilihnya dia menjadi Dilan dengan keberhasilannya memerankan sosok Dilan.
Dia adalah Dilanku, panglima tempur
Begitupun Vanesha, sebenarnya aku adalah seseorang yang agak ragu dengan acting Vanesha, aku takut Vanesha tidak akan seperti Milea didalam novel. Tapi ternyata keraguanku itu salah, Vanesha berperan sangat baik sebagai Milea. Dilan dan Milea yang diperankan oleh Iqbaal dan Vanesha sama menggemaskannya seperti Dilan dan Milea di dalam novel. Terimakasih untuk kalian berdua :)
Dan untuk Wati, Piyan, Rani, Nandan, Beni, Akew, Pak Suripto, Bi Eem, Bundahara, Kang Adi, Ibu, Disa, bi Asih, motor CB 100, Baso Akung, Suasana Bandung saat itu dan semua yang terlibat dalam film Dilan 1990, terimakasih karena kalian sudah membuat film Dilan ini menjadi film yang sangat bagus, seperti novelnya.
Adegan favoriteku adalah saat Milea datang ke warung bi Eem untuk ngajak Dilan jalan-jalan pas tau kalo Dilan mau merencanakan penyerangan bersama teman-temannya, lalu Dilan bilang “besok aja ya” disitu Dilan ngomongnya super duper lembut, dan tatapannyaaaaaaaaaa bikin meleleh woy! minta banget disun dekat tuh Dilannya hahahaha (eh ini bukan spoiler ya, karena adegan ini juga ada dinovel eheheh)
Tapi sebenarnya ada beberapa yang kurang sreg untukku, seperti peran bundahara (bundanya Dilan) menurutku kurang greget, tidak seperti bunda di dalam novel, bunda yang menjadi idola, bunda yang sangat diidamkan oleh seorang calon menantu. Dan warung bi Eem, menurutku warung bi Eemnya terlalu modern jika dilihat dari tahun dan penjelasan tentang warung bi Eem di novel. Tapi overall aku sangat teramat jatuh hati dengan film Dilan 1990 sama seperti aku jatuh hati pada novel Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990. Dan aku rasa semua orang yang ada distudio yang sama denganku pun merasakan hal yang sama, karena kami sangat menikmati jalan cerita dari film tersebut, dibikin melting karena Dilan, dibikin ngakak juga karena tingkah Dilan dan Milea, Wati saat ngomong pake bahasa sunda, bi Asih, bi Eem, dibikin kesel karena tingkah kang Adi, Nandan dan Beni. Ah semua sudah paket lengkap! Ngga sabar untuk nunggu film Dilan 1991 walaupun ngga siap juga harus nangis bombay kaya pas baca novelnya.
Saking aku jatuh hatinya pada film Dilan, aku membuat pengumuman tertutup yang aku buka sekarang. Isi pengumumannya adalah:
PENGUMUMAN
Aku baru saja selesai nonton Film Dilan 1990.
Dan aku ingin beritahukan kepada semua orang bahwa film Dilan itu memang layak mendapatkan 2,2 juta penonton dalam waktu satu minggu tayang. Bahkan nanti akan mendapatkan lebih dari 6 juta penonton, karena film Dilan 1990 memang tidak bisa bila hanya ditonton 1 kali.
Dan ingat, bawa pasanganmu sendiri agar tidak lupa diri saat nonton nanti cubitin pasangan orang
- Tertanda: Gidi, 1 Februari 2018
kalo kalian follow instagramku pasti kalian tau seberapa lebaynya aku suka terhadap film Dilan 1990 ini. Kenapa begitu? karena aku baca novelnya, aku penggemar novelnya, aku pemuja Dilan dan di film Dilan 1990 itu aku dapatkan apa yang ada didalam novel (walaupun tidak semua yang ada didalam novel ada didalam film, dan semua yang ada difilm sesuai dengan apa yang aku bayangkan ketika membaca novelnya). Tapi film ini memang sangat teramat wajib untuk ditonton! Untuk yang belum nonton ayok segerakan nonton! Untuk yang belum baca novelnya mari beli novelnya dan iqra! nikmati semua goresan kata yang surayah ciptakan dan berlarutlah didalamnya, karena kalian akan senang.
Benarkah DILAN & MILEA, PASANGAN GEMES TAPI NYEBELIN.
Berbagai pendapat parapecinta film tanah air,Kali ini Film yang ditayangkan di Bioskop ini bikin anak muda zaman now jadi Baper, Bagaimana tanggapan dari selebritis terkait film ini,lantas Bagaimana pasangan Dilan & Milea ini memamerkan kemesraannya.
Sumber gambar : youtube
View On WordPress
PROMO DILAN!!! Khusus Warrior seri Classic di PERPANJAAAAANGGGGGG sesuai permintaan kalian 🌻 . Untuk pemesanan silakan langsung memggunakan Format Order Nama : Alamat Lengkap : Kodepos : Nomor Telpon : Orderan : . Yang sudah chat terimakasih antusiasnya, sabar ya dibalas satu persatu mulai besok . Promo Dilan 120.000 Harga normal 140.000 . . . #sepatuwarrior #jualwarrior #jualsepatu #warriordibalemanta #warriorindonesia #sepatuwarriorclassic #sepatuwarriororiginal #jualsepatuwarrior #jualwarrior #jualwarriorsolo #kotasolo #converse #solo #generasi90an #warriorshoes #jualsepatu #jualsepatumurah #jualshoes #jualsepatuwarrior #salatiga #malang #karanganyar #oldskool #oldschool#jajandibalemanta#jualwarriormurah#diskon#filmdilan1990
Hari ini malem minggu, nonton Dilan, sama pacar. Hahaha engga deng, sama sepupu, masih ABG.
Awalnya ogah diajak nonton film ini, meski harus diakuin aku suka sama quotes, puisi dan kalimat kalimat yang dibuat oleh Pak Pidi Baiq. Ogah nonton bukan karena apa apa, soalnya rasanya terlalu tua aku untuk nonton film romance nya ABG, dan jujur aja sih aku rada kurang srek sama PU nya. Tapi karena ni anak ABG ingin banget nonton, aku pikir oke deh aku ikut nonton. Dan taunyaaaaaa… malem minggu gini bioskop penuuuuuuhhh sama anak SMP, SMA! Oh My….
Malu juga sebenernya, berasa jadi anak yang telat puber nonton beginian diantara mereka yang emang lagi masa-masanya.
Lalu mulai deh tuh film Dilan.
Scene-scene awal sebelum kemunculan si Dilan, yang langsung memenuhi kepalaku adalah colortone nya, aku sukaaaaa banget sama colortone yang dimunculin di film ini, entah kenapa, mungkin karena ada beberapa colortone yang dimunculin, apalagi pas jalan yang mau ke sekolah yang dipenuhi dengan pohon rindang hampir mirip sama tone film Petualangan Sherina, dimana aku yang notabenenya anak 90an dan orang Bandung juga, ngerasa beneran balik lagi ke tahun itu untuk menghirup sejuknya udara Bandung– seketika memori ku akan Bandung kala itu ikut berterbangan.
Hingga, muncul deh sosok Dilan yang ditunggu-tunggu, yang pada awalnya aku agak skeptis sama PU nya, tapi setelah nonton secara keseluruhan, hasil dari penilaianku adalah.. Oke! Iqbal bagus meranin Dilan, menurutku dia cukup berhasil jadi karakter itu, karakter Dilan disini ikonik banget dari sisi komunikasi, cara bicara Dilan yang selalu menggunakan bahasa baku tuh aku suka, terdengar natural… disaat pemain lainnya menggunakan bahasa sehari-hari yang pasaran- so from 1-10, I’ll give him 7.5 or more... maybe 8.
Aku suka sama karakter tengil yang dia keluarin di film ini, Dilan disini such a badass and smartass yang kayaknya kalo dikehidupan nyata udah bakal mmmmmmmmmm gitu deh, tapi... dia sayang keluarga, juga sayang Milea, aku juga suka sama cara dia ungkapin dialognya yang to the point dengan gombalan-gombalan yang bikin jari-jari tangan keriting semua >< dan suka juga karakter dia disini jadi lelaki yang leading style.
Untuk filmnya sendiri, satu kalimat aja deh… “sejuta gombalan!” haha tapi berhasil sih bikin baper- untuk anak ABG mungkin bakal baper banget kali yaa apalagi yang belum pernah pacaran.. sabar deh ya (ini aku nulis sambil lirik lirik si sepupu yang sampe pulang kerumah masih belum bisa move on), bahkan untuk anak yang pubernya udah bertahun tahun lalu macem aku haha (malu juga nih ngaku kalo masih kebaperan dikit gegara digombalin Dilan hahaha). Chemistry Dilan dan Milea dapet! ya gitu, khas-khas percintaannya anak SMA, ga terlalu monyet juga ga terlalu mature. Disini bener-bener menonjolkan karakter Dilan sama perjalanan cinta Milea aja sih menurutku, jadi emang ga terlalu banyak nampilin karakter lainnya.
Ada beberapa yang agak kurang pas sih, setting tahun 90annya menurutku harusnya bisa lebih dari itu, angkot misalnya, mungkin bisa pake 1 angkot yang dimodifikasi biar bener bener keliatan kaya jaman dulu- di modif gitu lah rada jelek atau gimana yah hehe, udah gitu pemilihan lokasi sekolahnya juga masih termasuk sekolah bagus sih, kurang keliatan kesan jaman dulunya. Lalu, pas bagian Milea diantar pulang sama bundanya Dilan, itu kenapa nyetirnya mesti boongan ya? Aduuhh.. bocor banget editan backgroundnya..
Selebihnya sih oke menurutku, aku gatau juga sih kalo dibandingin sama novelnya kaya gimana, soalnya aku belum baca novelnya haha- mungkin habis ini aku bakal beli novel-novelnya.
Aku cukupkan sekian aja yaa review singkat Dilan, sisanya kalian tonton sendiri yaa.. mohon jangan judge, ini hanya pendapatku, setiap orang punya pendapatnya masing-masing..
So… bye bye!
Selamat bermalam minggu!
Happy weekend!
See you in next review!
Pict source: Google.com, self documented
Besok Dilan 1990 sebuah film romantis di awal tahun ini. Diadaptasi dari novel best seller karya @pidibaiq Jangan lupa tanggal 25 Januari 2018 di seluruh Bioskop di Indonesia #filmdilan #dilan1990 #maxpictures #viral #dilanku #filmdilan1990 #PANTENGRADIOPANTENGDAHLIA #ENAKENAKLANGGAMNYA (di Radio Dahlia FM Bandung)