Model : Lita
Photo by Henrycms
Make up : Ibu Diny
seen from India
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China

seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States

seen from Türkiye
Model : Lita
Photo by Henrycms
Make up : Ibu Diny
Fotografi untuk Keutuhan NKRI
Fotografi untuk Keutuhan NKRI #FN12 Fotografer.net
Tulisan ini dibuat untuk Majalah Dhirabrata, majalah alumni Akademi Kepolisian (Akpol) lulusan tahun 1990, edisi Oktober 2014
Alam permai Indonesia membelai wajah bak sapuan ombak di pantai-pantai Natuna dan Anambas, Kepulauan Riau. Lestari menyejukkan seperti hembusan hawa segar hutan Taman Nasional Kayan Mentarang di Malinau, Kalimantan Utara. Indah memukau mata seperti hamparan dataran tinggi…
View On WordPress
#MerapART Medan raja party . Party nya anak anal seni medan menunjukkan segala mavam bakat seni mulai dari lukisan,fotografi,musik,puisi sastra dan lain lain ada disini dan berkumpul bersama Acara ini di adakan di Royal sumatra residance pada hari kamis 9 januari 2014.
Dalam merapART di adakan pula perayaan ulang tahun Fotografer.Net yang di laksanakan secara sederhana berupa pemotongan kue yg di lakukan oleh petrus loe (perwakilan fotografer.net Medan) dan hendrico (ketua AFSU asosiasi fotografer Sumatra Utara).
Fotografer.Net
Pasar Tawangmangu. perisapan pendakian lawu, beli bekal disini sambil foto2. Hasil Belajar dan Petualangan di FN. Terima kasih atas bimbingan dan ilmu dari rekan-rekan FN.
Join Fotografer.net
Hari ini saya bergabung di Fotografer.net. Biarpun masih nubie, koleksi foto baru seberapa ah....ikut aja, proses sambil jalan.
Buat ikutan di Fotografer.net ini rada-rada serius! Soale musti pake nama asli dan musti upload foto KTP, hehe.... Karena ada tulisannya 'hanya untuk kepentingan verivikasi dan tidak disebarkan untuk komersil' okelah saya setuju.
Gabung di sebuah forum apalagi bagi pemula seperti saya ini banyak membantu. apalagi ada syarat musti kasih kritikan sebelum upload foto dan kritikannya itu harus secara teknik, otomatis saya jadi kenal dengan istilah-istilah teknik fotografi seperti panning, POI, bokeh, tonal, dll.
Truss upload satu foto setiap hari rasanya cukup bikin kita jadi fokus nggak perlu kebut-kebutan. Okee semoga kedepannya bermanfaat yaa.
Salam Jepret!
Profesionalisme Yang Kaku
Kemarin saya daftar ke forum fotografer.net. Seperti biasa, dalam sebuah forum tentu ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh seluruh anggota yang ingin bergabung dalam forum tersebut. Ada satu peraturan yang cukup menggelitik saya, dimana anggota yang baru diharuskan untuk mensubmit minimal 11 karya foto, atau memberikan komentar sebanyak 32 buah dalam jangka waktu satu bulan setelah pendaftaran. Hal tersebut menurut saya sangatlah lucu, bahkan menurut saya sudah melanggar sebagian hak kebebasan seseorang. Memang, jika ingin diterima dalam sebuah komunitas atau kelompok, tentu ada aturan-aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan. Akan tetapi dalam suatu hal yang menyangkut kesenian, dalam hal ini fotografi, hal-hal yang membatasi tersebut sangatlah lucu. Saya kurang tau apakah ada sanksi yang akan diberikan jika persyaratan tersebut tidak dipenuhi, akan tetapi saya tetap menganggap hal tersebut tidak masuk akal. Memang, ada beberapa hal yang mungkin menjadi pertimbangan dari peraturan tersebut. Mungkin pemilik forum tidak ingin ada member-member yang tidak aktif yang hanya akan membuat server forum menjadi berat dan penuh. Tetapi itu adalah seharusnya sudah menjadi konsekuensi yang harus ditanggung oleh pemilik forum. Ada hal menarik lainnya yang menurut saya cukup menggelitik, yaitu sistem pemberian komentar. Dalam pemberian komentar, anda diharuskan untuk memberikan rating terhadap karya yang ingin anda komentari. Rating nilai tersebut berupa three thumbs up sampai three thumbs down. Setelah anda memberikan rating nilai barulah anda bisa memberikan komentar. Lucunya, anda akan diberikan panduan mengenai komentar bagaimana yang harus anda berikan, sesuai dengan rating yang anda berikan. Lucu. Seperti ingin menggurui. Apakah menurut mereka para pemberi komentar tidak cukup cerdas untuk memberikan komentar? ataukah tujuannya ingin mengajari para anggota untuk bisa memberikan komentar/saran/kritik yang membangun? Sampai sebegitunya kah mereka menganggap masyarakat indonesia tidak bisa mengapresiasi karya? Jika tujuannya ingin memberikan pengajaran tentang bagaimana mengapresiasi sebuah karya, toh masih banyak juga yang memberikan komentar yang hanya itu-itu saja. Satu hal lainnya yang menurut saya lucu adalah, anggota dengan poin kurang dari 1000 tidak diperbolehkan untuk memberikan nilai "thumbs down". Apa alasan mereka untuk melarang memberikan rating thumbs down? apa mereka menganggap anggota baru tidak mempunyai wawasan yang cukup dalam bidang fotografi? sehingga tidak diperbolehkan memberikan nilai minus pada sebuah karya foto. Tidak semua anggota baru dari sebuah forum adalah orang baru dalam topik tersebut. Dalam hal ini, saya memang orang baru dalam dunia fotografi, tapi saya bukanlah orang baru dalam dunia kesenian. Semua orang berhak memberikan penilaian baik atau buruk pada suatu karya seni, baik itu orang awam maupun orang yang lebih berpengalaman. Saya mungkin belum bisa memberi penilaian dalam hal teknis fotografi, akan tetapi saya bisa memberikan penilaian dari aspek seni sebuah karya, apakah karya itu baik atau buruk. Yang saya lihat di sini adalah sebuah forum yang dibangun atas dasar pembatasan-pembatasan dan profesionalisme yang kaku. Maafkan jika tulisan ini menyinggung hati para pembaca. Tidak ada maksud menjatuhkan siapapun dalam diri saya. Hanya pikiran yang tergelitik melihat beberapa realita yang ada.
Its All About The Eyes