MEI 1998 BERULANG KAH?
Pola yang sama berulang? membatin apakah cukup hanya dengan sisihkan, ganti orang orang atau hancurkan yang sebagian? Sementara pondasi hingga tamengnya masih berdiri.
Apakah mampu menuntashabiskan problematika ini yang sudah bukan lagi 1 atau 2? Pondasi yang buruk, pertahanan yang buruk sudah berjalan sistematis selayaknya mesin yang menggerakkan akal hingga perasaan.
Merubah bahkan memaksa setiap individu didalamnya untuk menjadi beringas, ganas, tak peduli siapapun selama materil juga kuasa dan hal hal itu bisa dicapai maka akan dilakukan, bahkan sekalipun harus menghilangkan nyawa manusia. Empati hilang, karena harta dan kuasa tujuannya. Apakah mereka pernah terpikir akan dosa dan doa doa orang yang terdzalimi? Rupayanya tidak, sebab akal mereka terpenuhi dengan rentetan validasi, uang dan kuasa yang dibentuk dari sistem yang mereka hidup didalamnya.
Manusia diberikan Allah akal yang menjadi pembeda dengan makhluk lainnya.. ketika akal yang Allah beri tidak disetir sengan SyariatNya maka hancurlah ia dan munculnya berbagai macam kedzaliman juga kerusakan yang nyata; pemerkosaan, pembunuhan, l6bt, kekerasan seksual, dan lainnya. Kaca mata ini melihat media masa hanya selalu memberitakan urusan kelamin yang berakhir penghilangan nyawa, atau soal orang orang miskin dan bodoh yang haus akan kuasa sehingga korupsi apapun dilakukannya.
Jika mei 1998 berulang, artinya solusi yang pernah dilakukan dahulu tak pernah mensolusikan. Mengganti orang tidaklah memutus sebab pondasinya masih sama yang akan membuat individu akan terus haus kuasa sebab bukan iman dorongannya. Disfungsi salah satunya pun tidak ubahnya menutup sebagian sementara sisi yang lain tetap berjalan dan akan tetap menggerogoti dengan kejahatan lainnya.
Hari ini, semua masyarakat sepertinya sepakat jika menghilangkan nyawa adalah kekejaman teramat keji. Semua pun berharap hukuman yang di limpahkan pada pembunuh bukan sekedar hitungan tahun yang selesai dengan remisi. Harapan masyarakat : nyawa dibalas dengan nyawa.
Aku kembali membuka catatanku di 2020 lalu, berhenti pada tulisan "Islam sangat menjaga nyawa. Tidak adanya tumpang tindih antara satu hukum dengan hukum yang lainnya. Sebab hukum Islam bersifat Jawabir (Penebus) dan Jawazir (Pencegah)". Tersontak aku gemetar, betapa paripurnanya agama ini, hingga air mataku jatuh meresapi & membatin "Allah dan RasulNya murka ya hari ini nyawa manusia layaknya tikus yang mati ditengah jalan dengan berceceran organnya?" Tangisku kencang🥹.
Kembali, hari ini dan bahkan sebelumnya.. turunnya masyarakat menandakan bahwa negri ini, dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Namun, pemikiran ini jangan hanya sampai pada solusi solusi yang tidak memutus, kita perlu berpikir sejenak apakah ini hanya kerusakan sebagian?
Nyatanya, ini kerusakan sudah sistemik, satu satunya jalan adalah merubah sistem bobrok yang ada. Merubahnya dengan apa? Sistem yang mana? Haruskan menanggalkan demokrasi dan republik ini yang sudah berpuluh tahun lamanya? Jika yang lahir adalah kesengsaraan bagi setiap jiwa maka waktunya melakukan perubahan itu bukan?
Lagi, aku membuka catatanku dan berhenti pada ayat ini “… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah/5: 3].
Iya, kita hanya perlu kembali menapaki sejarah emas yang Rasulullah dan para sahabat juga setelahnya torehkan. Islam datang seperti cahaya, menuntashabiskan kejahiliyahan arab waktu itu dan menguasai 2/3 dunia dengan keagungannya. Islam mengatur semuanya, mulai dari masuk kamar mandi hingga tatanan negara juga ekonomi bahkan politik luar dan dalam negeri.. islam punya.
Kita hanya perlu kembali pada islam untuk menjadikannya bukan sekedar ibadah ritual semata melainkan sistem yang harus diterapkan bukan hanya sebagian tapi keseluruhan. Karena hanya islam yang aturannya tak memihak para pemodal, aturannya langsung dari Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an, Hadis (Sunnah), Ijma' Sahabat, dan Qiyas. Dan karena hanya islam yang mampu menjadi pelindung umat, bukan penindas apalagi pelindas umat.
Rasulullah saw. bersabda; “Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah SWT daripada pembunuhan seorang Muslim.”
Waktunya Revolusi dengan Penerapan Islam Kaffah.
Wallahu'alam
P.S hanya opini dari al fakir ini, ditulis ditengah carut marutnya dunia hari ini. Semoga Allah segera datangkan petolongan, Allah tampakkan dengan sangat jelas keburukan keburukan yang ada, Allah kuatkan jiwa jiwa yang berjuang dijalanNya. Semoga segera beralih dari darul kufur ke darul islam, Aamiin Allahumma Aamiin. ALLAHU AKBAR🏳🏴
Depok, 29 Agustus 2025












