Katanya disana terang benderang, membuat siapapun berlomba untuk datang kesana mencari cahaya, meminta cahaya walau setitik. Aku pun datang kesana, tertatih-tatih mendatanginya penuh harap, setengah berlari menuju tempat itu meninggalkan hal-hal lainnya yang sama-sama harus ku kejar.
Aku adalah gelap malam, yang hatinya penuh rasa pekat, merindukan cahaya yang membuat malam tampak menentramkan, merindukan cahaya yang membuat malam tampak lebih indah. Akulah gelap malam, yang ingin menyalakan cahaya.
Katanya disana adalah tempat orang-orang penuh cahaya, yang dengan melihatnya saja kau akan menundukkan pandanganmu karena silau pada wajahnya. Disana tempat orang-orang bercahaya, membuat yang gelap akan tampak aneh disana namun dijanjikan diberi cahaya. Lalu aku, gelap malam yang percaya pada janjinya.
Rupanya benar, disana adalah tempat penuh cahaya. Aku bahagia.
Aku hendak meminta cahaya di tempat itu, agar kehidupan menjadi hidup. Setitik saja kuminta, biar cahaya itu akan kupelihara sampai menjadi sinar menyilaukan.
Namun rupanya, di tempat penuh cahaya itu si gelap malam tak pernah tampak bagi mereka. Rupanya tak ada yang rela membagi cahayanya walau setitik.
Sampai sana, aku akan pulang… kembali mencari tempat berbagi cahaya.