Ternyata perbedaan itu tak selamanya indah. Engkau memilih menjadikanku masa yang telah usai dan Aku tetap memilihmu menjadi yang tak pernah usai hingga bertahun-tahun.
Typu
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States
seen from Germany

seen from Sweden
seen from China
seen from Türkiye
seen from China

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia

seen from India
seen from France

seen from Netherlands
seen from United States
seen from China
Ternyata perbedaan itu tak selamanya indah. Engkau memilih menjadikanku masa yang telah usai dan Aku tetap memilihmu menjadi yang tak pernah usai hingga bertahun-tahun.
Typu
KACAU
Lama tak bersimbah gurau
sedikit tersinggung meracau
inginnya kubuat pulau
tak ada siapa, hanya beberapa bangau
agar tak ada yang halau.
Namun ada juga engkau
yang binar ranumnya menyilau
yang lekuk tubuhnya memukau
lambai tangan tak dihirau
habis suara sampai parau
tak sedikitpun kau berkicau.
Aku semakin kemarau
berdoa suntuk di surau
minta kau mau dihimbau
karena kini aku sakau
sendiri tak berarti bagai tungau.
— Bandung, A.
Dikala engkau terhanyut permainan sang bulan, disini aku mencoba sesederhana ilalang dan sedatar tanah. Menunggumu kembali ke bumi.
Hidup untuk Sang Maha Hidup
Pendam dan perangi
Rasa dalam hati
Yang tak pantas untuk diri
Yang masih jauh dari Sang Illahi.
Hidup ini bukan hanya tentang aku
Bukan hanya tentang kamu
Tapi tentang Semesta
Dan Kita yang mencari ridho dari-Nya
- gs
Bintang
Bintang, Apakah engkau berbucu lima, atau sekadar batu di angkasa, Apakah itu cahaya sendiri atau sekadar pantulan mentari,
Bintang, Kelihatanmu pabila malam, memberi sinar pada yang muram, Suatu saat kau pasti pergi, Tatkala renyai hujan membasah, Kau bermuram menyorok wajah.
Sedemikian terasanya ketika jauh, sebegitunya ingin dekat. menerus jarak dikelahi. mau Engkau, itu muluk Ya Rabb?
28 Juli 2017 | 11.49
Engkau saja.
Pikiranku sebenarnya adalah langit atau daratan yang terlampau luas. Tapi aku tidak mengerti, mengapa hanya ada seorang saja yang mampu berlari mengitarinya. Dan ia tidak pernah merasa lelah seharian tidak tidur dan makan; hanya berlari saja.
Aku lebih tak mengerti mengapa aku membiarkannya. Pikiranku: laut dangkal pula. Dan hanya ada seorang saja yang mampu berenang di sana. Apakah orang-orang tidak ada lagi yang bisa berenang di laut dangkal?
Entahlah.
Tapi, memang. Aku ingin hanya ada satu orang saja yang mampu berenang dan berlari mengitari pikiranku: Engkau saja.
Belum ada
Ketika ada seseorang yang mendekati Sebenarnya hati ini menolaknya Namun aku berusaha untuk menerima. Sedikit menghargai Tapi setelah dia merasa nyaman Kenapa aku yang malah semakin benci Aku semakin tak suka padanya. Awalnya kucoba jalani, karena siapa tau suatu saat hati ini bisa saja berubah dan bisa menerimanya. Lalu itu bisa ku jadikan alasanku untuk menjauhimu karena ada dia. Karena dulu kau pernah bilang jika ada yang lebih baik darimu. Aku boleh saja menjauhimu. Tapi nyatanya hati ini pun belum menemukannya. Sudah beberapa orang yang ingin menggantikan posisimu .Dan aku mencoba untuk menerima mereka, nyatanya hatiku menolak. Aku malah semakin benci, aku semakin enggan untuk hanya membalas chat atau mengangkat telepon dari mereka. Lalu bagaimana caraku untuk menjauhimu Sedangkan seorangpun belum ada yang berhasil menggantikan posisimu.