Tujuan #5paragraf
Hari Kelima (*seharusnya :p), Tantangan menulis 30 hari
Kemarin aku tidak sempat menulis dalam rangka mengikuti tantangan menulis tiga puluh hari. Dan sejak dini hari diberondong oleh pekerjaan yang tidak ada habisnya. Akhirnya baru bisa menyempatkan menulis sekarang. But the show must go on. Mari kita lanjutkan sembari mengejar ketertinggalan. Dan seperti biasa semua bermula dari menentukan apa yang akan ditulis.
Berhubung tantangan hari kelima aku menulis agak belakangan jadi mungkin sempat membaca dahulu beberapa tulisan dari teman-teman. Salah satunya tentang betapa mengikuti tantangan ini benar-benar menantang. Ya memang, aku pun merasakannya juga. Kadang pikiran menjadi kusut secara tiba-tiba ketika badan sudah siap sedia di depan leptop, dengan aplikasi tumblr terbuka, dan keyboard yang siap menerima ketikan jari-jemari.
Namun itu semua sebetulnya tidak akan menyulitkan tatkala kita tahu setiap harinya apa yang menjadi tujuan kita dalam melakukan sesuatu. Maka energi akan terkumpul luar biasa untuk menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan. Kadang juga kemudahan akan muncul tatkala kita mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi, apa yang jadi permasalahannya, bagaimana solusinya, dan kapan akan mulai dikerjakan.
Intinya adalah tentang kejelasan arah dan tujuan, serta jalan apa yang kita pilih untuk ditempuh. Apakah kita menulis untuk mencurahkan ide yang menggebu-gebu? apakah kita menulis untuk membagikan hal menarik yang sedang terpikirkan? apakah kita menulis untuk mengobati rasa hati yang sedang tidak karuan? atau sesederhana sebuah jurnal yang menceritakan kejadian-kejadian yang kita alami setiap harinya. Semua niatan sah-sah saja ketika kamu menulis, asalkan bukan sesuatu yang membawa kerugian bagi kita maupun orang lain.
Tantangan dengan prinsip rally bisa dilihat memang bukan tentang kualitas, tapi tentang kuantitas dan konsistensi. Bagaimana kita bisa rutin melakukan satu macam aktivitas yang sama hingga akhirnya satu kebaikan itu bisa menjadi kebiasaan yang mudah saja kita lakukan. Kita sudah tidak sulit lagi menentukan topik, tidak sulit lagi menentukan kalimat pertama, tidak sulit lagi mencari inspirasi, dsb. Dan semua hal itu dimulai dengan kebulatan tekad, dan kepastian tujuan.
Tangerang Selatan, 6 Juni 2020
Musfiq












